Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2012

LADAKU (shoLAtku ibaDAhKU)

LD (Lembar Dakwah) Rohis Al-Hadistiyah





lambang.jpgAshsalatu khairum minan naum” Suara adzan shubuh menggema dari seluruh penjuru kota, membangunkan semua orang untuk menunaikan sholat. Aku terbangun sejenak lalu kembali tertidur, entah mengapa mataku rasanya sangat sulit untuk dibuka, badanku sangat sulit untuk digerakkan. “Nit.. nit.. nit..” Suara berisik itu membangunkanku. Jam menunjukkan pukul 06.30, aku sudah terlambat sekolah, aku pun bergegas mandi dan pergi. Seperti biasa aku telat datang kesekolah, alhasil aku diperbolehkan masuk kelas pada jam berikutnya. Oh ada sesuatu yang aku lupakan, PR Biologi! Dengan kekuatan tangan super cepat aku pun mengerjakan PR ku. Terpaksa aku menghabiskan waktu istirahat keduaku untuk mengerjakan PR, aku akan sholat nanti sepulang sekolah.


Tak terasa bel pulang berbunyi, aku berlari menuju gerbang sekolah dan segera pulang. Sangat melelahkan hari ini, sesampainya di rumah aku bergegas menuju kamar dan melemparkan tubuhku ke kasur. Ibu membangunkanku pukul 18.00, saat adzan maghrib berkumandang. Berhubung aku belum mandi, aku pun menyempatkan mandi sebelum meneruskan aktivitas malamku. Tugas lagi, tugas lagi, PR lagi PR lagi, sudah pukul 23.00 tugasku belum juga selesai. Aku merasa sangat ngantuk, ini sudah lewat jam tidurku, dan.... “zzzz” akupun akhirnya tertidur diatas permadani.

Itulah kehidupanku 1 tahun yang lalu. Saat aku masih duduk di kelas X. Tidur, sekolah, Tugas, PR hanya itu yg ada dalam fikiranku. Sedih mengingatnya. Sebuah pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Kehidupanku dahulu membuat aku tersadar, dan membuatku menjadi lebih baik. Ada suatu kejadian yang membuatku menyadari kesalahanku. Suatu hari aku berjalan melewati DPR dekat masjid At-Tarbiyah, di sana berkumpul anak-anak kelas X yang sedang mentoring, mereka membahas tentang sholat, dan kata-kata yg terucap dari sang mentor langsung mengena kedalam hatiku, ia berkata Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi). dan seketika itu juga aku berlari ke masjid dan menunaikan sholat yang sering aku tinggalkan. Aku bertanya dalam hatiku. Kemana saja aku dulu? mengapa aku merasa sholat tak penting? Mengapa begitu? Padahal yg ku dengar barusan sholat yang akan ditanya pertama kali di akhirat kelak?? Mau menjawab apa aku nanti? Ya Allah... Ampunilah aku. Aku menangis dalam sujudku.

Minggu, 31 Juli 2011

Ramadhan Tlah Tiba

Yuhuu.. Bulan Ramadhan telah tiba. Jangan sia-siakan bulan penuh berkah ini dengan melakukan hal  yang sia-sia, dan tidak bermanfaat.  Bulan dimana pahala dilipat gandakan ini hanya terjadi setahun sekali lho! So mari kita perbanyak amalan dibulan ini, dan kita cari ridho-Nya. Banyak banget sobat amalan yang bisa kita kerjakan, tapi kita melakukannya harus dengan ikhlas ya! Jangan Cuma ikut-ikutan aja. Jangan lupa kita harus punya target ya! Ini beberapa amalan yang bisa kita kerjakan:
SHOLAT
Banyak sholat yang bisa kerjakan, yang biasanya kita hanya sholat wajib, di bulan ini kita tambah deh dengan sholat-sholat sunnahnya, biar kita tambah deket sama Sang Pencipta. Sholat sunnah yang bisa kita kerjakan diantaranya:
J  Sholat sunnah rawatib
J  Sholat Tarawih
J  Sholat Witir
J  Sholat Dhuha
J  Sholat Tahajjud
J  Sholat Tasbih,dll
TILAWAH AL-QUR’AN
Pada bulan ini, kita tingkatkan tilawah kita, minimal kita punya target khatam Qur’an satu kali.. HAMASAH!

            DZIKIR AL-MA’TSURAT
                         Dzikir Al-Ma’tsurat ini bisa kita kerjakan 2kali dalam satu hari, yaitu pagi dan petang.

            MEMBERI BUKA PUASA
Jika kita diberikan Allah rezeki yang lebih, kita bisa bernagi dengan orang lain, dengan memberikan buka puasa, bisa ke tetangga, bisa juga ke fakir miskin.

            HAFALAN
Dibulan ini manfaatkan untuk menambah hafalan kita, dalam satu bulan ini minimal kita bisa menghafal juz 30.

INFAQ
Jangan lupa yang satu ini infaq, jangan takut uang kita habis ya sobat! Percaya deh Allah pasti akan membalasnya dengan yang lebih. So, perbanyak infaq kita ya!


Ramadhan

NUANSA RAMADHAN

ale... ale... ale...yahoo
Dilangit malam yang kelam bertaburan
 
Titik cahaya terang
Pemberi kedamaian bagi berjuta insan
 
Sekian banyak bintang - bintaang gemerlapan
 
Kini semakin menghilang
Ditelan sang mentari mennyongsong pagi

Selamat datang bulan Ramadhan
 
bulan penuh kedamaian
Kita semua sambut gembira
 
Hati yang suka cita

bulan Ramadhan bulan mulia
bulan penuh ampunan, walau derita melanda
kita bersabar dan tawakal

Dibulan suci ini berbuatlah yang baik
Banyak - banyak mengaji jangan mencaci maki
Karna dibulan ini diri kita diuji
Untuk bekal akherat nanti


 RAMADHAN KEMBALI

Ramadhan, ramadhan... ramadhan...
Bulan suci yang dinantikan kini telah tiba
Ramadhan kembali hadir dengan rahmat-Nya
Rindu hati terasa menanti bulan nan Indah
Yang berhias amaliah indah dan ceria.. 

Ibu.. Bapak... Ramadhan tlah tiba..
Ayo kawan sambutlah ia..
Euceu..Nyai..Ramadhan tos dugi..
Teu karaos tos teupang deui..

Ramadhan..tlah hadir kembali..

Minggu, 19 Juni 2011

Ortu, dengerin kita-kita, dong!

            (Surat pendek buat ortu)

Mama-Papa, Bapak-Ibu, Abi-Umi, Mami-Papi, Ayah-Bunda, tercinta..... Sekarang kami mulai remaja, bahasa kerennya ABG. Kami mulai merasa ada banyak hal yang berbeda. Kami selalu ingin melakukan hal-hal  berbeda dari masa kanak-kanak kami. Kalian pasti pernah merasakanya, bukan?

Kami mengerti bahwa kalian cemas dan juga bangga terhadap kami. Semoga saja begitu. Semoga kalian termasuk para orangtua yang peduli terhadap perubahan kami. Bukan orangtua yang cuek yang tetap memperlakukan kami seperti bocah.

Mami-Papi, Ayah-Bunda, Abi-Umi , Bapak-Ibu, Mama-Papa….
Di masa-masa kami tumbuh remaja dan menjelang dewasa. Betapa ingin kalian menyapa kami dengan penuh perhatian. Betapa ingin kami mencurahkan kegelisahan dan gejolak masa puber kami dengan santun pada kalian. Betapa ingin kami menceritakan kawan-kawan kami dan semua yang kami inginkan pada kalian dengan suasana yang saling menghargai dan penuh pengertian. Bukan tanggapan dingin, reaktif, kecemasan yang berlebihan, dan bentakan-bentakan yang membuat kami ciut. Dan akhirnya, mengemis serta mengais perhatian dan kehangatan diluar rumah kita.

Betapa kami ingin kalian memahami bahwa anak-anak gadis kalian telah mulai merekah dan anak-anak perjaka kalian mulai gelisah. Betapa kami ingin, kalian bimbing dengan penuh kesabaran, bagaimana Allah dan Rasul kami mengajarkan tentang cinta, tentang pergaulan, tentang syahwat, dan tentang semua naluri fitrah manusia. Orangtua kami tercinta… Janganlah sampai kami menjadikan VCD-VCD porno, majalah-majalah porno, pergaulan tanpa batas dengan teman-teman laki-perempuan kami sebagai sahabat dan pelampiasan kami untuk mengetahui apa yang saat ini ingin kami ketahui. Janganlah kalian mengabaikan gejolak hati kami yang begitu gelisah dengan makhluk lain jenis kami yang saat ini mencuri perhatian kami. Jadilah sahabat pertama setelah Rabb kami, sahabat pertama kami saat kami gelisah, dan jadilah tempat pertama kami menanyakan tentang hidup, menyandarkan perih menyandarkan letih, mengurai cita, menyemaikan canda dan bahagia.

Jadilah sahabat terbaik kami…………
Yang mengajarkan pada kami bagaimana menjaga harga diri, yang mengajarkan pada kami tentang rasa malu, tentang menghormati orang lain. Yang mencontohkan pada kami bagaimana orangtua yang bijaksana sebab kelak, kami pun akan menjadi seperti kalian.

Orangtua kami tercinta…………
Yakinkan pada kami bahwa saatnya akan tiba kami bersanding dengan manusia yang tepat. Jangan paksa kami bergaul bebas hanya karena seusia ini kalian selalu memberikan kebebasan-kebebasan yang kalian anggap itu wajar. Namun… setelah kami (para gadis) terenggut harga diri dan kehormatannya, serta putra-putra perjakamu merusak bunga ditaman orang lain. Kalian bertubi-tubi menyalahkan kami semata. Dan mengambil jalan pintas penyelesaiannya. Orangtua kami tercinta….

Allah menitipkan kami dalam perlindungan, pengayoman, dan pendidikan kalian. Jadikan kami aset untuk meraih surga. Sebab kalian guru pertama kami, teladan pertama kami, kesan yang kalian tanamkan pada kami sejak belia, yang akan terus tumbuh dan menentukan apakah kami akan menjadi tehormat atau rendah, binal atau santun, liar atau sopan, mandiri atau manja, pengecut atau ksatria, teguh atau lacur.

Orang tua kami tercinta…
Mari berbicara dari hati kita yang paling lembut, berbicara lebih tebuka dan bijaksana. Mari bersama kembali pada aturan Allah dan Rasul-Nya agar kami menjadi anak-anak kalian yang teguh dan meneguhkan, hanif dan menghanifkan, cerdas dan mencerdaskan, saleh dan menyalehkan.

Dan tidak ada keinginan sebesar debu pun utuk mendekati kemaksiatan yang menjadikan Sang Pemelihara dan Maha Mencitai mencabut cinta-Nya.


Penuh cinta putra-putrimu yang ranum.

(Dikutip dari buku, PACARAN? Iiiiih… Nggak Banget!!!)


Rabu, 15 Juni 2011

Tuhan Berbicara Saat Kau Jatuh Cinta :)

SEKAR : TUHAN, hari ini aku kenalan sama orang. Namanya Ikhwan… orangnya baiiiiiik sekali. Kira-kira, besok aku ketemu lagi ga ya sama dia?

Tuhan hanya diam.

SEKAR : YAA RABB, hari ini aku ngobrol sama Ikhwan. Ternyata dia ramaaaaah banget. Orangnya dewasa lagi… kira-kira, sekarang dia lagi ngapain ya?

Tuhan hanya mendengarkan.

SEKAR : YA ALLAH, hari ini aku ketemu dan ngobrol lagi sama dia. Rasanya senaaaaang sekali. Dia bilang aku baik… dia bilang… dia bilang… duuuh, kenapa sih aku ga bisa berhenti mikirin dia?

SEKAR : Ya Tuhan, dia bilang dia sayang aku. Rasanya aku jatuh cintaaa!

SEKAR : Tuhanku, udah seminggu ini dia ga ngasih kabar. Kenapa ya? Dia udah lupa ya?

SEKAR : Tuhanku, udah sebulan… tapi tetep ga ada kabar. Smsku ga pernah dibales. Surat dariku ga pernah dijawab. Ternyata benar dia udah ga peduli. Ternyata benar dia cuma pura-pura sayang.

Aku sedih ya Tuhan… ternyata aku bodoh sekali. Ternyata… ternyata…

Akhirnya…

Tuhan pun bicara…

Sekar, sebelum tangismu memecah dunia

Sudah kupilihkan untukmu pendamping setia…

Yang kan menjagamu sepanjang waktu

Yang kan memimpinmu untuk menjaga kemuliaan dien-Ku

Maka mengapa engkau rela masuk

Ke dalam labirin cinta yang semu… dan

Mengikrarkan cintamu pada seseorang yang tak kau tahu…

Sekar..., saat kau merasa bahagia

Atas cinta yang kau rasa, saat itu pula

Tak tahukah engkau betapa KU tercabik-cabik,

saat pikiranmu mengawang bersamanya?

Padahal kau tahu aku dekat, lebih dekat

Dari urat lehermu sendiri…

Maka mengapa kau tak peduli?

Sekar, saat kau merasa pijakanmu runtuh

Ketika ia pergi, mengapa kau tak melihat

Bahwa AKU selalu menemani?

Mengapa kau terus menyiksa diri dengan sejuta pertanyaan

kenapa ia tak kembali…

Sekar yang KUkasihi dan KUsayangi seperti hamba-hambaKU yang lain,

Kuberi engkau orang tua, saudara, dan sahabat

Untuk bisa kau jaga…

Untuk jadi teman tertawa, untuk menebar cinta

Untuk membantumu menghapus lara… tapi mengapa kau

Tak menyibukkan diri memikirkan mereka?

Memikirkan orang-orang yang benar-benar mencintaimu…

Memikirkan mereka yang sayangnya

Tak pernah luruh oleh waktu…

Namun Cintaku, jika hati dan seluruh ragamu

Ingin kembali ke cahyaKU…

Maka tak pernah ada kata terlambat untukmu

Dan para malaikat telah mencatat niat tulusmu itu di bukunya…

dan saat itu pula kau kan melihatKu tersenyum bahagia…

Karena apa pun keadaanmu,

Kasih sayangKU tak kan pernah pudar

KepedulianKU tak kan pernah mati

RahmatKU tak kan pernah surut

Hingga bumi mengeluarkan isi perutnya…

Hingga semesta meruntuhkan langit terakhirnya…

Ketahuilah, Cinta_KU… kasih_KU kan selalu ada

Sampai perjalananmu nanti menuju surga.




(Dikutip dari Renungan n Kisah Inspiratif)

Selasa, 05 April 2011

Meredakan Bad Mood

Ya! Banyak hal-hal yg membuat perasaan & suasana hati menjadi tidak enak. Seringkali kita tak mengetahui apa yg sebenarnya terjadi. Pokoknya, hati terasa ini pengen marah, cemas, jengkel & bermacam-macam emosi energy lain bercampur aduk. Kita biasanya menyebutnya sebagai “Bad Mood”. Dalam keadaan “Bad Mood”, hasil kerja tak akan baik, salah satu hubungan kita dengan orang lain malah bertambah buruk. Pendek kata , tak ada kebaikan yg bisa diberikan oleh “Bad Mood”. Jadi sudah semestinya kita meredakan “Bad Mood” yg sedang melanda kita.

Berikut beberapa tips yg mungkin bisa membantu kita meredakan “Bad Mood”:
1.       Sadari bahwa anda sedangmengalami  Bad Mood.
Kunci utamanya adalah menyadari bahwa anda sedang dilanda gejolak emosi. Bila anda tahu anda sedang mara,h, setidaknya anda bisa menolong diri sendiri untuk meredakan kemarahan. “Bad Mood” biasanya tidak gampang dijabarkan dengan jelas, tetapi begitu anda mengalami suasana hati yg runyam, segera sadari keadaan itu. Sadari juga efek “Bad Mood”:  mutu kerja merosot & banyak lagi yg buruk. Jadi, cepat atasi Bad Mood anda sebelum mengganggu kerja anda berkepanjangan.
2.       Tenangkan diri anda.
Okay anda sudah sadar bahwaanda sedang kebakaran dalam api “Bad Mood”. Sekarang, tenangkan diri anda. Tarik napas dalam-dalam berulang kali sampai ketegangan dalam diri anda reda. Lakukan relaksasi sederhana, energy: bernapas secara teratur sambil memejamkan mata. Atau berdoa agar anda diberi kesabaran.
3.       Selesaikan persoalan anda sesegera mungkin.
“Bad Mood” biasanya disebabkan oleh adanya persoalan. Maka menyelesaikan persoalan adalah pemecah yg jitu. Jika anda bertengkar, segera selesaikan, berdamailah & saling maaf-memaafkan.bila anda berbeda pendapat dengan teman atau atasan, lakukan diskusi dengan kepala dingin. Jika acara berantakan, lakukan janji ulang & susun rencana baru.jangan biarkan persoalan terus menggantung, itu memperpanjang penderitaan Bad Mood anda.
4.       Bergerak, bergerak, & bergeraklah, jangan diam diri.
Bergeraklah. Lakukan olahraga ringan. Buat diri anda berkeringat & lelah. Bila anda diam saja, maka “ulat-ulat” emosi akan terus menggerogoti pikiran anda & membuat anda terbayang-bayang hal yg tidak-tidak. Bergerak, bergerak, & bergeraklah.
5.       Segarkan diri anda.
Intinya sama dengan bergerak, lakukan sesuatu agar diri anda segar. Minim air putih banyak-banyak, cuci muka dengan air hangat, makan & minumlah sesuatuyg alami seperti jus jeruk tetapi jauhi energy. Ia takkan banyak membantu,malah memperburuk saja. Jauhi gula, coklat, makanan yg mengnyangkan, softdrink, de-es-be. Ini justru akan membuat anda kenyang, malas, mengantuk. Kondisi demikian,alih-alih menjernihkan pikiran anda, malh memperbesar “Bad Mood” anda saja.
6.       Jauhi amarah, pikiran & emosi energy lain.
Marah & emosi-emosi energy itumenghabiskan energy.bila anda “Bad Mood” pandang wajah “Bad Mood “ anda di cermin. Tak menyenangkan bukan?
7.       Bergembiralah dengan teman-teman anda.
Sebaiknya, dekati teman-teman yg bisa memberikan kegembiraan. Temukan “refreshing” disana. Tertawa & tersenyumlah bersama mereka. Cegah “Bad Mood” dengan membina hubungan yg baik & sehat dengan teman-teman anda. Hidup ini lebih mudah dilalui bersama mereka yg ceria ketimbang yg murung. Jangan tenggelam dalam kesedihan.
8.       Berusahalah untuk lebih menikmati hidup ini.