Tampilkan postingan dengan label Nur Hidayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nur Hidayah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

Surat Dari Murabbiahku


Teruntuk Mutarabbiahku Yang di Rahmati Allah SWT

Tak terasa hampir tiga tahun kita bersama..
Smoga membawa keberkahan atas kebersamaan ini..
Adikku.. Betapa engkau menjadi berarti untuk hidup kakak..
Karena engkaulah yang membuat kakak bangga menjadi murabbiah..

Di sini kita saling mengenal dan mengetahui masing-masing..
Suasana saling mengenal (ta’aruf) antara kita,
harusnya melandasi sikap saling memahami (tafahum) dengan sesama saudara
dimana tafahum itu mengokohkan sikap saling memikul beban (tafakul)
tuk membantu meringankan kesulitan di antara kita..
Bisakah kita... mendapatkan tenaga dari kelebihan masing-masing diantara kita..?

Masa-masa yang dilalui..
Tak terasa membawa kita pada kebermaknaan hidup..
Kalian tumbuh menjadi dewasa..
Terlihatlah perubahan dalam diri kalian..
Smoga perubahan yang baiklah yang kakak temui..

Betapa perjuangan yang dulu kakak dan teman-teman rasakan ..
Smoga menjadi peristiwa yang terindah dan tak terlupakan
serta menjadi pelajaran yang berharga kelak tuk mu di suatu hari nanti..
Saat meneruskan perjuangan dalam membina adik-adikmu di SMP tercinta ini.

Buatlah Allah bangga..
Dengan selalu menyebut namamu di hadapan para malaikat-malaikatNya.
Dan juga membuat para bidadari yang ada di syurga merasa iri dan cemburu
atas amal terbaikmu (ihsan dalam segala hal).
Buatlah orangtuamu bahagia dengan keshalihanmu
yang akan menolongnya saat lantunan doa-dosamu terucap untuknya..
Buatlah saudaramu merasa tenang dan hangat saat berada di dekatmu
karena pancaran keikhlasanmu..
buatlah sebanyak-banyaknya prestasi yang mengharumkan nama sekolahmu..

Adiku.. yang kakak sayangi.. karena Allah..
Kuatlah engkau..
Yakinlah akan pertolongan Allah..
Istiqomahlah.. di jalan ini...
Saling menasehati dalam kebaikan
Saling mendoakan antar sesama
Agar kebersamaan  ini selalu dibalut oleh ikatan Ukhuwah Islamiyah
Yang membuat hati-hati kita semakin dekat dengan Mahabbatullah...

Bersama Allah selalu dan selamanya
(Ka Nana)

Kamis, 27 Desember 2012

Nur Hidayah


Kalian itu mutiara bagi aku. Kalian itu berlian yang tak ternilai harganya. Kalian itu teman, sahabat, sekaligus keluarga aku. Aku beruntung karna Allah mengirimkan kalian ke sisi aku. Allah mengirimkan sahabat yang baik buat aku. Aku bersyukur karna Allah telah mengirimkan kalian. Kalian itu peduli, pengertian, sabar, seru, semangat, shalihah, baik, cantik, pintar.

Anggia, Nisa, Salma, Hani. Aku bahagia, aku senang, aku gembira, aku sedih, aku galau, aku marah. Makasi ya udah bikin hari-hari aku berwarna kaya pelangi.

Puti, dinda, mita, hanum juga. Keep istiqomah. Ana uhibbuki fillah ya ukhti. Aku berharap bisa kumpul bareng kalian lagi. Kaya dulu, setiap hari sabtu. Dulu sebelum kita pisah kelompok. Pelan pelan, satu persatu dari kalian gugur. Maafkan aku, karna ga bisa mempertahankan kalian untuk tetap ada disini. Maafkan kesalahan aku yang udah ngebuat kalian pergi. Keep our memories in your hearts. I wish you come back to my side. I miss you very much. Do you miss me? Do want to meet me? I realy want to meet you.

Salma, kamu mengajarkan aku arti kerja keras, ikhlas, dan menjalankan amanah dengan baik. Apapun yang di amanahkan kepadamu, kamu lakukan dengan baik. Kamu ga pernah ngeluh ketika banyak amanah yang kamu emban. Aku ga pernah denger keluhan kamu. Kamu hebat. Kamu juga bisa bagi waktu dengan baik, walaupun suka telat. Tapi setiap acara yang kamu buat atau undangan untuk kamu, kau bisa manage itu. Nilai kamu pun tetap bagus. Organisasi jalan terus, rohis, osis, mpk, semua.

Hani, kamu mengajarkan aku untuk menghargai setiap pemberian orang, mengajarkan aku untuk bersikap ramah dengan orang, mengajarkan aku selalu tersenyum, mengajarkan aku untuk meminta maaf jika salah. Kamu itu, gampang terharu, apapun yang orang kasih kamu terima dengan baik, dan tak jarang air mata itu keluar. Ketika kamu  salah, kamu tak segan untuk langsung meminta maaf. Setiap hari senyum manis itu selalu ada di wajah kamu. Karena keramahanmu banyak orang suka dan kenal denganmu. :)

Anggia, kamu mengajarkan aku untuk jadi pemimpin yg baik, pemimpin bagi diri sendiri dan juga orang lain, kamu mengajarkan aku untuk menjadi seseorang yg bijaksana, bijaksana menyikapi segala hal. Kamu memang pantas menjadi ketua keputrian. Anak rohis ga salah milih kamu sebagai ketua. Kamu bukan cuma cantik, tapi juga cerdas dan shalihah. Kamu itu unik, suka melakukan hal-hal aneh, diluar pemikiran. Kamu hebat pokoknya.

Nisa, kamu mengajarkan aku untuk jadi orang yg kreativ. Bisa melihat peluang yang ada. Kamu tuh hebat banget di bidang seni dan komputer. Gambar yang kamu bikin ga seperti yg ada di fikiran kita. Kamu paling hebat kalo soal games.

Ka Iim. Engkau adalah mentor kami yang pengertian, keibuan, dan super sekali. Perjuangan engkau benar-benar hebat. Anak yang engkau gendong dan ada di kandunganmu tak menyurutkan semangatmu untuk membagi ilmu yang kau punya kepada kami. Engkau pun sangat sabar menghadapi kami yang sangat cerewet, tak bisa diam, dan banyak tanya. Nur Hidayah juga engkau yang menamainya. Aku sangat ingat ka, ketika kami memberikan hadiah sebuah al-quran, engkau terharu dan meneskan air mata.

Ka Nana, murabbiah kami yang subhanallah.. Amat sangat luar biasa. Walaupun kita ngeselin, susah diatur, kurang perhatian, tapi... tapi ia selalu sabar dan sayang dengan kami. Ia yang mengubah kami, bukan lebih tepatnya lewat Ka Nana Allah mengubah kami menjadi lebih baik, lebih islami, lebih shalihah, walapun belum sempurna. Sepertinya tak cukup satu buku untuk menuliskan semua tentang Ka Nana. :’)


Nur Hidayah, aku mencintai kalian semua karna Allah. Semoga ukhuwah kita selalu terjaga. Semoga lewat ukhuwah ini, kita bisa sama-sama menggapai surganya Allah. Aamiin.

Rabu, 14 November 2012

Aku Merindukanmu




Sudah berapa lama kita tak bertemu?
Sudah berapa lama kita tak bertegur sapa?
Sudah berapa lama kau tak tersenyum untukku?
Sudah berapa lama sobat?
Aku tak dapat menghitungnya
Mungkin karna sudah terlalu lama
Atau mungkin karna aku lupa

Pertemuan denganmu yang selalu aku rindukan
Teguranmu yang selalu aku tunggu
Senyummu yang selalu buatku bahagia
Sudah sangat lama aku tak menemukannya

Mungkin aku terlalu lama tersibukkan dengan urusan sekolah
Mungkin aku terlalu lama pergi tanpa kabar
Mungkin aku terlalu lama pergi tanpa meninggalkan jejak

Maafkan aku sobat
Aku sangat jarang menanyakan kabarmu
Aku sangat jarang mengingatkanmu untuk selalu istiqomah
Aku sangat jarang mengatakan bahwa aku mencintaimu karna Allah

Disini....
Pada detik ini..
Aku merasa sangat merindukanmu..
Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk melihat wajahmu..  :’)


Kamis, 12 Juli 2012

Keegoisanku


Ini merupakan sebuah kisah dimana air mata, tawa dan senyum jadi satu, dimana asam, manis, asin,  dan pahit bercampur. kisah ini menceritakan sebuah persahabatn yang terjalin sangat indah.

Kadang aku berfikir, kenapa sahabat-sahabatku mau bersahabat denganku, padahal aku hanyalah seorang yang egois. Karna itu harusnya aku bersyukur kepada Allah atas sahabat yang Dia berikan untukku. Ada sebuah kejadian yang ketika aku mengingatnya, air mata berjatuhan.  Saat itu aku begitu lelah, pusing, dan sakit. Dengan keadaan yang seperti itu emosiku tak karuan, tiba-tiba aku marah, menjawab pertanyaan dengan nada ketus dan puncaknya aku pulang tanpa pamit. Dengan hati yang marah aku berjalan cepat dengan kepala menunduk, panasnya sinar matahari siang itu menambah panasnya hatiku. Aku mendengar langkah kaki seseorang mengikutiku sambil memanggil-manggil namaku “isyah.. isyah” begitu katanya. Aku menoleh sebentar lalu memalingkannya dan mempercepat langkah kaki. Aku lelah dan marah tak ingin berbicara kepada siapapun, tak peduli dengan siapapun. Handphoneku berdering, ada sebuah sms yang masuk, isinya “isyah, tunggu” yah itu sebuah sms dari seseorang yang mengikutiku dibelakang, aku semakin tak peduli dan mempercepat langkah kaki lagi. Tiba-tiba disebuah gang aku dikagetkan dengan kehadiran ka dwi, salah satu mentorku, aku mengobrol sebentar dan kembali berjalan dengan langkah super duper cepat. Ku kira dia tak mengikuti lagi tapi ternyata dia masih terus mengikutiku, dan kembali memanggil-manggil namaku “isyah.. tunggu! Temen-temen ada dibelakang” tak ada rasa peduli sedikitpun kala itu. Sampai juga aku dirumah, aku berlari ke kamar dan tidur, lebih tepatnya pura-pura tidur. Aku berencana untuk tidur dan tidak mempedulikan mereka datang, aku lelah, sangat lelah, dan sangat marah. Tapi air mataku mulai berjatuhan, tak tega aku melihat lelahnya mereka mengejar keegoisanku. Ku coba untuk tenang dan berjalan keluar, ya mereka sudah menungguku didepan gerbang dengan wajah lelah dan khawatir.

“Isyah kenapa? Pulang ga pamit?” tanya anggia khawatir padaku
“gapapa, kebelet pipis tadi, ya udah pulang” aku terpaksa berbohong menyembunyikan isi hatiku yang sebenarnya.
“ih beneran?” tanyanya lagi meyakinkan
“iya ih” jawabku lagi
“Yaudah yuk kerumah Ka Iim!”
“Yaudah ayuk!”

Aku berjalan beriringan dengan Hani, Anggia dan Salma. Perlahan hatiku diselimuti ketenangan. Hati yang tadinya berapi-api berubah menjadi hangat, dan aku kembali melakukan semuanya seperti biasanya. Dengan sifat sok tau ala isyah rodhiyah, aku berjalan memimpin mereka mencari rumah kaka tercinta. Sebelumnya kita tak pernah kerumah ini, karna sang kaka baru saja pindah rumah. Hari ini kita ingin menjenguk bayi kaka yang baru lahir beberapa hari yang lalu. Kami bercanda, tertawa bersama sambil menyantap lahap kue yang disediakan. Setelah sholat ashar kami masak mie yang telah disediakan, maklum saja sudah dari pagi kami pergi tapi sampai sekarang belum makan. Makan selesai, saatnya pulang. Aku dan Anggia pulang duluan, karna Anggia sudah ditelfon orangtuannya untuk pergi. Hari ini ku menemukan arti sebuah pengorbanan dan pengertian seorang sahabat. Love you sahabatku.

Selasa, 17 Mei 2011

Ukhuwah ini, megajarkan aku tentang mesyukuri nikmatMu.

Isyah Rodhiyah (17:48)
Aku merasa ingin meneteskan air mata..
Namun, air mata itu tak jua keluar..
Aku pun menjadi sangat ingin menangis..
Lagi-lagi air mata itu tertahan..
Semakin sesak dada ini menahan derita..
Dan aku pun bertanya kepada kawan, bagaimana caranya mengeluarkan air mata yang terus tertahan ini?

Salma Nur Labibah (17:59)
Ah. Ingin sekali aku memberitahumu bagaimana caranya..
Tapii. Tapii.. apa dayaku..
Coba kau tanyakan pada rumput yang bergoyang..

Isyah Rodhiyah (18:06)
Ku tanyakan pada rumput yang bergoyang..
Dan dia pun menjawab “aku tak pernah ingin menangis, karena aku selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan padaku, coba kau tanyakan pada batu yang hanya diam!”
Lalu aku pun bertanya kepada batu dan dia pun menjawab “tak pernah terfikir olehku alasan untuk menangis, karena begitu banyak nikmat yang Allah berikan padaku”
Dan akhirnya aku pun menangis karena keterangan mereka..
Aku diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhlukNya yang lain, tapi aku merasa, akulah makhluk yang paling tidak bersyukur..

Salma Nur Labibah (18:14)
Aaaaaaa.. saudariku, aku terharu akan pernyataan dua makhluk Allah itu..
Kini aku sadar, mengapa aku tidak mensyukuri saja apa yang tlah Allah berikan..
Ah, aku terlalu banyak menuntut mungkin..
Tapi ingatlah, Allah senang dengan makhlukNya yang pandai meminta, mintalah segala petunjuk dan jalan keluar hanya pada Allah, rendahkanlah diri dihadapan Allah, tundukan kepala bahkan menangislah jika perlu..
Menangislah jika kau mengigat dosa apa yang telah kau lakukan, mungkin itu lebih baik menurutku..

Isyah Rodhiyah (18:21)
Saudariku, untaian kata tak cukup untuk menuliskan syukurku pada Allah yang Maha Penyayang..
Betapa tidak, aku mungkin selama ini tak menyadari betapa banyak orang yang peduli padaku..
Betapa banyak orang yang mau mendengarkan keluh kesahku..
Hari ini aku amat sangat bersyukur karena Kau telah limpahkan nikmat yang tak akan pernah bisa ku tuliskan dalam kata-kata..
Ukhuwah ini membuatku sadar akan betapa banyak aku menuntut nikmatMu..
Ya Tuhanku.. Ya Allah.. Ya Rabb..
Ukhuwah ini tlah mengajarkanku tentang mensyukuri nikmatMu..

Salma Nur Labibah (18:41)
Terima kasih ukhti, berkat untaian kata nan indah yang ukhti sampaikan, mungkin memang tak cukup untuk mengambarkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta, tapi itu cukup untuk membuatku sadar atas kekeliruanku selama ini..

Isyah Rodhiyah (19:11)
Saudariku, akan ku teriakan dengan lantang betapa aku mencintaimu juga ukhuwah ini karena Allah..
Skenario Allah yang begitu indah ini mengajarkanku untuk semakin bersyukur..
Saudariku, jazakillah khairan katsir, atas untaian hikmah yang kau beri..
Mari kita sama-sama saling mengingatkan, mendoakan, dan menginstropeksi diri agar keimanan kita semakin bertambah.. Amiiinnn..

Salma Nur Labibah (19:42)
Amiin Ya Robbal ‘Alamin..


Jumat, 06 Mei 2011

Episode 4

Ini adalah episode 4 Film Nur hidayah yang tidak akan di putar di televisi manapun.  Setelah episode satu itu surprise to ka iim, ke dua spesial thanks for ka nana, dan episode 3 just for you best friend, aw aw episode ke tiga aku ga ikut syuting, sepi banget tuh ga ada aku. Okok. Episode kali ini berjudul “NUANSA BIRU” kenapa? Soalnya mas’ul Nur Hidayah suka banget ama warna biru.
                
Dateng ke mushola lari-lari berdua hani, dikarenakan hani mengalami sebuah musibah yaitu, dia digigit semut. Hehe. Awalnya si ga tau kenapa, tau-tau kaya ketusuk gitu, nah kita lari aja ke mushola, setelah tau-tau rasa sakitnya ilang, kita balik nyusul temen-temen yang lain. Mau naik, temen-temen ternyata udah turun duluan, ya udah deh langsung ke mushola aja, sebelum itu nganterin salma ke ibunya dulu ngambil bekel. Sampai di mushola maintain uang kaos ke temen-teen dan ade kelas yang lain, sambil liat-liat ukhuwah card. Itu hadiah sama ukhwah card digeletakin begitu aja di depan kita. Dan tau-tau mas’ul kita dateng, aw aw, bagaimana ini, aduh ketauan. Kasian banget nasib tu hadiah, ketumpuk-tumpuk tas, gara-gara ga au sampe si mas’ul kita tau.
                
Kembali lagi temen-temen ga ada yang berani ngomong, jadi ya aku lagi yang ngomong. Aga ga jelas si emang, si mas’ul aja ampe ga ngerti kita ngomong apa dan sama siapa. Haha. Kasian banget . ya udah deh to the point aja, hadiahnya langsung aja dikasih, kasian ditahan-tahan mulu. Disuruh buka deh tuh, isinya sepatu.  Hiks, hiks, masa ngepas banget. Tapi besok di pake lho.. oo senengnya..
                
Tanpa rekayasa, ka iim pun datang dengan memakai baju warna biru, aw aw, sehati banget si ama kita, lagi nuansa biru.. lanjut aja deh mentoring seperti biasa dengan ditemani celotehan nakal kita. Haha. 

Rabu, 27 April 2011

Petualangan Tanpa Peta

             Pagi ini, kita kaget dengan sms hani jam 8.10 “aku udah diangkot”. Hah? Kan kita janjian jam 9 kok jam segitu udah berangkat ya. Wah hebat deh, baru dapet materi tentang mengelola waktu, langsung berubah. Jam 8.30 brangkat dari rumah dianter abang. Ke stasiun bareng salma, yang lain udah pada nungguin, kita dateng paling akhir. Naik kreta jam 9.10, turun didepok baru dan kita ke ITC dulu. Wahh, jam segini masih sepi ya. Ya sudah karena kita ga tau tujuan kita mau ngapain, makanya kita muter-muter aja. Dan akhirnya kita menemukan seberkas cahaya. Kita mueter-muter nyari sepatu buat sobat kita yang kebetulan ultahnya sudah jaman bahela ,hehe. Berhubung kita ga tau nomer sepatunya kita tanyalah pada orangnya, pura-puranya si minta biodata, okok. Waduh, ini kok ga dibales-bales ya, akhirnya kita memutusnya nelpon sobat kita yang satu lagi, mumpung punya 60 menit gratisan.norak. Walah ternyata, dia ga tau juga. Abis kita nelpon eh orangnya bales, ckckck. Ya sudah kita muter lagi nyari tempat sepatu yang kita taksir.

         Dapet juga sepatunya, warnanya so pasti warna kesukaannya. Lanjutin petualangan ke zalfa handmade, tapi masalahnya kita ga tau naik angkotnya dari mana, ya sudah kita nanya aja, langsung deh kita ke terminal, udah panas, macet, pokoknya diterminal ga enak banget deh. Celingukan kanan kiri, “kok jauh banget ya, kok ga sampe-sampe ya, apa udah kelewatan, aduh gimana nih kita ga tau jalan, bang kodja ya.” Setelah 20 menit menempuh perjalanan yang terasa jauh, sampe juga deh ditoko mungilnya. Barangnya lucu-lucu, tapi tujuannya bukan beli itu, tapi buat beli gantungan dkk. Yuhuu, udah deh belanjanya, balik naik 04 lagi dan sampai di perempatan, perasaan  dari sini deket deh ke perempatan selanjutnya, setelah mikir kelamaan , mutusin buat turun di situ, dan kita pun berjalan sampai perempatan selanjutnya “wahh ga sampe-sampe, perasaan tadi deket banget deh, kok ini ga nyampe-nyampe fly over aja ga keliatan, aduh jalan kemana ni” fly over keliatan juga. Setelah jalan jauh ketemu pasar, pasar kemiri kalo ga salah namanya. Huh! Temen-temen yang lain ngeluh mulu, “cape, jauh banget, haus, akh pegel.” Ah, aku pikir mereka manja banget si, padahal kan seru “petualangan tanpa peta” tanpa tau jalan, ga tau arah, ga tau lagi dimana.  Jalan terus, kita tau juga ternyata sekarang kita ada dibelakang stasiun depok baru, jalan ngelewatin rel kereta, sampe ga peduli sama temen-temen dibelakang sangking senengnya nemuin jalan. Setelah itu kita ga bisa jalan lagi gara-gara angkot, ngalangin ih, ya udah deh dengan cekatan aku nyelip-nyelip sana sini tanpa peduli ketabrak.

Sampe juga di depan gua, kita tuh kaya abis ngelewatin gua yang penuh kegelapan, bukan kegelapan cahaya tapi kegelapan jalan, bersyukur banget udah bisa ngelewatin rintangan. Fiuh. Agak ragu maunaik angkot nomer berapa yang menuju detos, tapi akhirnya mutusin naik D 11, di angkot ditanyain “mau kemana?” kata mba-mba  “Ke detos” kata kita “oh ya udah bareng aja” kata si mba,  sebenernya si kita juga tau tinggal bilang ama abang angkotnya, hehe. Sampe di depan detos ujan, langsung lari aja deh ke jembatan penyebrangan, mana yang bawa payung cuma salma, salma sama puti lagi, dan aku pun tidak mendapatkan tempat untuk payungan baren-bareng, hiks. Ya sudahlah, aku lari aja deh ke gramedia, dan pergi ke tempat majang barang lucu-lucu, sebenernya si ga mau beli, Cuma mau liat-liat aja, dan yang lain ngekor ama aku, hehe. Nyari kertas kado, yah harganya mahal banget ga jadi deh, lanjut ke atas aja nyari buku. Yang pertama dituju si buku tentang seni, baca-baca dikit, dan jalan lagi nyari-nyari buku tentang motivasi, psikolog, dan bisnis, masa ya kata buku “kalo mau sukses harus gila” waduhh, belom ngerti tuh maksudnya apa.

Ya udah waktu sudah menunjukan pukul 12.45, belom sholat dzuhur, jadi kita hentikan aktivitas sebentar dan meuju ke mushola untuk mendirikan sholat. Abis sholat menuju ke detos buat makan, perutnya udah nangis-nangis minta makan. Mana pas sampe food court pada bingung lagi mau makan apa, udah jalan dari ujung ke ujung, akhirnya mutusin buat makan dibawah. Abis itu kita nganterin hani  nyari spatu, kasian spatunya rusak. Yang lain nyari spatu aku kepincut buku, lagi ada bazaar di detos euy, hahasik. Masa ya ada buku tipis harganya 100000, wahh aku si ga percaya, mungkin salah tulis kali ya, tapi kok semua buku itu labelnya 100000. Ckckck. Udah dapet sepatunya, lanjut nyari pernak-pernik. Pas ditempat itu baru inget kalo hasna ultah, jadinya kita muter-muter lagi  beli bando, sebenernya si udah pegel banget, tapi masih seneng aja jalan-jalan.

Udah jam 3 ni, pulangnya nanti aja deh, sholat ashar dulu. Tapi adzanya kan masih aga lama, jadi kita belie s krim dulu deh. Dan kita pun akhirnya pulang jam 4, sepanjang jalan salma ketawa cekikikan , entah kenapa, aku kan cuma ngomong aneh doang, dia disebalah aku ketawa ampe begitu. Kretanya masih stengah jam lagi. Sambil nunggu kereta iseng foto-foto, bukan moto diri sendiri tapi motoin temen-temen, wahhh pada kabur semua ga mau di foto, haha. Isyah memang iseng dan jail, hehe. Pas kretanya sampe penuhnya bukan main, ya udah kita mutusin buat naik kreta yang selanjutnya. Orang-orang yang naik di ats kreta iseng banget, pake buang-buang kertas, bilangnya si “yee ulang tahun-ulang tahun” apa coba, jadi inget jail trans tv. Kreta yang kedua penuh juga, ya udah deh masuk aja, di dempet-dempet, di dorong-dorong, ga enak banget deh. Kasian hani dia deket bgt pintu hampir ga bisa masuk.

Sampe di stasiun bojong, langsung aja naik ojek, udah sore banget, sampe rumah jam stengah 6. Dimarahin ama ade-ade bukan sama ummi atau abi, hehe. Malem-malem pas mau tidur pegel parah aku kambuh, ampe ga bisa tidur, ga kuat jalan. Awh. Ya udah deh istirahat aja.

Sabtu, 09 April 2011

Surprise

            Hari jum’at selalu spesial buat aku, karena hari ini, hari kita kumpul-kumpul buat MENTORING.  Sekolah telah mencanangkan kegiatan jum’at mulai bulan­­___­__(lupa) jum’at ini adalah jum’at pertama dibulan April, so kegiatan jum’atnya adalah senam, sebelumnya kita senam asal karena ga ada yang mimpin, tapi jum’at ini ada instrukturnya. Setelah menegluarkan banyak keringat, kita nonton futsal, aye kelas 8 menanggg. Setelah senam dan nonton futsal kita blajar seperti biasa, tapi pelajaran ke dua ga ada karena kita harus bersih-bersih buat persiapan tanggal 12 dan 13 penilaian sekolah sehat.
Bel pulang berbunyi, anak-anak osis yang kita tunggu keluar juga.fiuhh. Setia banget kita (aku, Hani, Luthfi, Salma, Puti, Nisa, Hilda dan mita) nungguin Anggi, rencananya si maunya dateng bareng-bareng ke mushola, salmbil nungguin anggia yang sedang nyapu kita nyanyi My Heart Will Go On , haha malu deh kita diliatin plus diketawain ama anak ikhwan si rifa ama arif. Lanjut aja deh orangnya udah pergi ini. Hehe. Akhirnya Anggia udahan juga nyapunya, huft. Mulai deh kita jalan bareng-bareng menuju mushola yang paling kita cintai diBelcram, soalnya Cuma ada satu,hehe.
Masuk mushola langsung duduk melingkar diantara kaka mentor tercintrong, ka Iim. Bisik-bisik, ngomong ga jelas, ngomong pake bahasa ‘g’ yang aku ga ngerti, ribut ga karuan, dan bikin si kaka bingung “pada kenapa si” haha. Maafkan kita ka. Dikarenakan ga ada yang mau ngomong juga, dan aku sudah tidak sabar makanya aku beranikan diri untuk berbicara “…kemarinkan kaka milad, nah kita baru bisa ngasih kado hari ini…” ahhh, ka iim nangis. Sang ketua memberikan kadonya dan cipika-cipiki, yang lain salim cium tangan. Abis itu kadonya dibuka tengtereng-tereng isinya Al-Qur’an wanita, “bagus banget kadonya, makasih ya!”  dan ka iim mulai menangis lagi.. huaaa, semuanya ikut terharu, ga nyangka ka iim bakal nangis. Abis terharu, kita lanjutin deh mentoringnya, kebetulan aku hari ini kultum, kasian banget deh temen-temen aku, kultumnya PANJANGGG banget. Ditengah-tengah kultum ka Nana dateng dan kita mulai beraksi lagi, ga tau kenapa adengannya sama kaya pas tadi ngasih kado ke ka iim, yang ngomong aku juga, yang ngasih juga nisa, adengannya sama persis, keren, padahal kita ga nulis scenario dulu.
Kita itu bagaikan mutiara, jika satu mutiara hilang kita akan menangis, ya umur kita seperti itu, pada hari milad kita, kita akan menangis, karena jatah hidup kita berkurang.
Kalian itu mutiara buat kaka, kalian yang jadi penyemangat kaka buat terus isthiqomah berdakwah, kaka ga kaya kalian masih punya orang tua yang jadi penyemangat, tapi kalian yang jadi penyemagat kaka.
 Huaaa, kita jadi nangis. Abis doa kita lanjutin kultumnya, dan ditutup deh mentoring kali ini.

Sholat udah, hafalan udah, makan juga udah. Bukannya langsung pulang malah main dulu di mushola, udah pada pulang semua tinggal kita anak-anak nur hidayah, awalnya si kita disuruh nasyid buat kamus minggu depan, eh kesananya malah gila-gilaan, puisikalisasi gitu kita, ceritanya salma jadi ibunya yang lain nyanyi trus ceritanya aku puisi, hua, udah ga inget adab di mushola (astaghfirullah) tuh, udah kaya rumah sendiri, ckckck. Jum’at ini berkesan banget, mudah-mudahan kita slalu dipersatukan oleh Allah, mudah-mudahan ukhuwah islamiyah kita makin erat, nanti kalaupun kita pisah kita ga kehilangan contact. AMIIIINNN…

Kamis, 07 April 2011

Bahagiamu Bahagiaku juga

Awalnya si kita nekat pergi pas  lagi kena penyakit kanker stadium 2, bareng temen solid aku Salma. Akhirnya kita pergi dengan sedikit rasa kecewa soale sobat kita yang satu ga ikut. Sebelum brangkat ke tempat tujuan kita ke sekolah dulu, buat beli cd sama nuker payungnya salma ama bunda yeyen tercintannya. Keluar deh kita dari ruang panitia, kebetulan guru-guru emang pada disitu, belum sempet keluar, bu anis manggil katanya “tolongin ibu ya! Foto copyin ini, ibu belum foto copy, yang lain udah” berhubung kita menghormati si ibu ya udah kita terima aja, itung-itung amal dipagi hari. Dari ruang panitia jalan sampe tempat foto copy, malu euy jadi pusat perhatian, gara-gara bajunya ungun-ungu sama salma, hha. Abis nyerahin hasil foto copy ternyata kita dimintain tolong lagi, diminta beli mpek-mpek, sayangnya mpek-mpeknya udah abis, (maaf ya bu kita pulang tengan tangan hampa).
Waktunya pergi, lanjut naik angkot ampe stasiun(yaiyalah secara gitu mau naik kereta). Skenario Allah itu emang indah, gara-gara bantuin bu guru ke sana ke mari, karcis kereta kita dibayarin ama kaka cantik nan baik hati. Sampe stasiun pocin ketemu anak-anak sgash, katanya si mau launching album. Biasa artis sekolah, Belcram tercinta. Lanjut dah ke gramed, nyari-nyari hadiah buat sahabat kita tercinta yang sebenernya masih lama miladnya, biarpun ga ketemu, tapi ga nyerah. Akhirnya kita nyari buku aja deh, sambil liat-liat. Ternyata perut udah nangis-nangis bilang (mama makan… mama aku laper.. mama…). Lanjut deh abis sholat dzuhur makan steak moen-moen, ternyata makan gitu doang KENYANG bgt, ampe ga kuat jalan*serius banget yang ini. Padahal belom dapet hadiah buat sobat aku itu, ya udah kita lanjutin aja deh nyari hadiahnyanya.
Perut sakit, kaki pegel, tas putus, hampir ga kuat jalan, tapi tetep dibela-belain nyari hadiah buat sobat tercinta, naik turun tangga penyebrangan, kita kan ga berani nyebrang dijalanan yang kendaraannya kenceng-kenceng. Ga boleh ngeluh, terus berjuang, jangan nyerah demi kebahagiaan sobat! Buat sahabat kita rela, kita rela,  bener-bener rela, semoga kamu seneng ya! Bahagia mu bahagiaku juga.
 Akhirnya ketemu juga tuh hadiah, ayeyyy! Perjuangan selesai!