Tampilkan postingan dengan label Beautiful Moments. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beautiful Moments. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

SILATNAS 2013: Epilog


Aku hanyalah satu dari 1500 orang yang hadir dalam acara SILATNAS 2013. Aku bahagia, pada akhirnya aku dapat mengikuti acara yang aku impikan. Aku bangga, karena aku adalah satu diantara siswa SMAN 6 Bogor yang menjadi wakil dalam acara yang berskala Nasional. Aku terharu, karena di luar sana banyak Rohis-rohis yang dengan segenap kekurangan yang mereka miliki masih mau menegakkan dan mengibarkan bendera Rohis.
Aku hanya mengorbankan satu hari Ujian Tengah Semesterku. Aku hanya mengorbankan dua mata pelajaran Ulangan Tengah Semesterku. Itu hanyalah hal kecil yang tak bernilai apapun. Karena ada, ada yang berkorban lebih dari yang aku korbankan untuk acara ini. Mereka, para peserta dari luar pulau jawa, bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk hadir di acara ini. Mungkin bagi mereka, teman-teman yang tak mengerti arti dari hadir di acara ini mengatakan, "Apa gunanya ada di sana, kenapa mau mengorbankan waktu, jiwa, raga, juga uang untuk ikut acara itu?" Tapi bagi kami, ini adalah langkah awal dari kebangkitan Rohis Nasional, langkah awal menuju Rohis sebagai organisasi nasional.

Aku menuliskan ini karena aku bahagia. Aku ingin, kalian yang tidak bisa hadir di acara ini juga merasakan kebahagiaan itu, merasakan indahnya berada di sana, walau hanya khayalan belaka.  J

Isyah Rodhiyah
Semangat Tanpa Batas

Sabtu, 13 April 2013

SILATNAS 2013: Kembali ke Rumah


Sore itu, hujan mengguyur kota bandung. Air hujan masuk ke mobil lewat jendela yang sedikit terbuka, membuat dingin seluruh tubuh. Turunan dan tanjakan yang berkelok-kelok menjadi area yang harus dilewati sepanjang jalan lembang. Mobil dengan 1 supir dan 7 penumpang melaju dengan kecepatan yang sangat lambat, lantaran jalan penuh dengan mobil-mobil yang juga melewati jalan itu. Satu setengah jam sudah kami meninggalkan Nurul Fikri Boarding School, kami masih saja berada di jalan yang macet, beberapa kilometer dari lokasi awal. Ada hal menarik yang cukup membuat geleng-geleng kepala. Saat baru beberapa meter dari NF, mobil kami berhenti tepat di seberang bendera bendera Rumah Rohis. Salah satu penumpang mobil berwarna hitam ini, turun dan naik ke sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi, lalu mencoba mengambil bendera itu. Dengan kekuatan yang ia punya, ia mematahkan bambu yang menjadi penyangga bendera, dan dilepaskannya bendera itu dari bambu tersebut.
Kembali ke jalanan yang macet. Sepanjang jalan tak kami temukan mushola. Sudah hampir maghrib, aku belum menunaikan sholat ashar. Akhirnya Ka Agus memutuskan untuk turun, mengajakku untuk menumpang sholat di salah satu rumah penduduk di sekitar jalan itu. Dengan ditemani ka mashithoh, kami bertiga keluar mobil dan mencari rumah yang akan kami tumpangi. Ada sebuah warung yang menjual berbagai macam barang. Ka Agus mengetuk pintu rumah, dan membeli shampoo untuk membersihkan jendela mobil yang burem. Setelah membeli shampoo, Ka Agus berkata kepada sang penjual, meminta izin untuk menumpang sholat. Setelah dipersilahkan, aku masuk, ku ambil air wudhu dan ku tunaikan sholat ashar. Sungguh baik keluarga yang punya rumah ini, ia tak segan untuk mempersilahkan kami menumpang sholat. Inilah indahnya islam.
Dengan berpayungkan jaket yang dipinjamkan ka pipit, kami kembali menuju mobil, dan melanjutkan perjalanan. Hari semakin malam, langit pun sudah mulai terlihat gelap, hujan masih saja mengguyur kota Bandung nan indah. Lelah beraktivitas seharian, kami pun tertidur di mobil, walaupun tidak nyenyak karena posisi duduk yang tidak nyaman, namun itu cukup bisa mengurangi rasa lelah dan kantuk yang sudah sejak tadi dirasakan. Tak terasa sudah pukul 21.00, saat akhirnya mobil kami berhenti di rest area. Kami turun untuk menunaikan sholat maghrib yang di jama’ dengan isya. Kami tak bisa lama-lama di rest area, perjalanan kami pun berlanjut. Mobil berwarna hitam ini melaju dengan cepat membelah jalan tol. Pukul 22.39, mobil ini sudah ada di gerbang keluar tol citereup.
Jika sampai terlalu malam, rencananya aku, ka nana, dan teman-teman yang lain akan menginap di DPD PKS. Karena tidak memungkinkan untuk pulang. Namun, saat itu ka nana dan yang lain berbeda mobil dengan ku, dan posisi mereka pun masih sangat jauh. Aku sempat bingung bagaimana caraku pulang, sedangkan abiku sedang tidak ada di rumah. Kakakku perempuan, ia tak mungkin keluar malam-malam dan menjemputku di tempat yang jauh. Umiku pun tak mengizinkannya. Mobil hitam itu tak bisa mengantarku, meskipun hanya sampai stasiun Bojonggede. Dan, ku putuskan untuk naik angkot. Beberapa menit aku menunggu angkot 35, alhamdulillah masih ada. Jalanan Cibinong pukul 23.00 masih sangat ramai, dengan orang-orang dan motor-motor. Entah apa yang mereka lakukan di jalan malam-malam seperti ini, aku sedikit tak peduli.  Sampai di pertigaan bambu kuning, aku turun dan naik kembali dengan nomer angkot yang berbeda. Aku memberitahu umiku, agar kakak perempuanku menjemputku di stasiun. Tak berapa lama setelah sampai di stasiun, kakakku datang menjemput. Pukul 23.33 akupun sampai di rumah dengan selamat. Berkat perlindungan dan pertolongan Allah aku bisa sampai dirumah tanpa ada gangguan apapun. 

SILATNAS 2013: Deklarasi FORNUSA


                 Berakhir sudah rangkaian acara SILATNAS 2013. Penutupan acara ini membuat air mata bahagia, sedih, juga haru mengalir dari pelupuk mataku. Ikrar yang dibacakan, gema takbir yang diucapkan menggetarkan hati semua  yang hadir. Ini adalah ikrar Forum Rohis Nusantara:

Betapa inginnya agar kami, agar bangsa Indonesia mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami berkorban sebagai penebus bagi kehormatan mereka jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini, selain rasa cinta yang mengharu biru di hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik pelajar Indonesia, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan dan pasrah pada keputusasaan.

Sungguh kami berbuat di jalan Allah untuk menyelamatkan tunas bangsa Indonesia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami sendiri.

DENGAN INI, KAMI ROHIS INDONESIA MENYATAKAN :

1. Berjanji untuk terus membantu memperjuangkan hak - hak pendidikan saudara - saudara kami, pelajar Palestina.
2. Membawa semangat perjuangan rohis nasional ini kepada rekan - rekan seperjuangan di sekolah dan daerah kami.
3. Kami akan kembali, juli 2013, untuk musyawarah nasional, forum rohis nusantara (fornusa), di taman mini Indonesia Indah sebagai batu pijakan kebangkitan rohis nasional, menyelamatkan tunas bangsa.

Bandung, 30 Maret 2013
kami yang berusaha untuk peduli 

Rohis Nusantara 

Kamis, 11 April 2013

SILATNAS 2013: 86.400 Detik


Setelah semua turun dari bis berwarna biru, kami berjalan menuju masjid untuk menunaikan sholat. Apel pembukaan SILATNAS telah dimulai. Sayang sekali kami tak mengikuti apel itu. Saat kami sampai, sekitar pukul 16.00, peserta dan panitia sedang bersiap-siap untuk apel, dan saat kami menunaikan sholat dan makan, apel telah dimulai. Saat kami selesai sholat dan makan, apel pun telah berakhir. Setelah apel selesai, ada penampilan pencak silat untuk ikhwan dan penampilan tari saman untuk akhwat. Selanjutnya kami menuju tempat dimana kami akan bermalam. Untuk ikhwan di masjid, dan akhwat di ruang kelas, yang jaraknya cukup jauh dari gerbang depan, sekitar 5-10 menit.

Hari semakin sore, awan putih, langit biru, dan matahari digantikan oleh langit hitam, bulan dan bintang-bintang. Tak lama setelah kami sampai di tempat kami bermalam, adzan maghrib berkumandang, kami pun segera menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah itu sholat maghrib berjamaah dan membaca Al-Quran. Di ruang C3 ini, ada 3 pementor. Mereka cantik, ramah, dan baik. Para pementor memberitahukan tentang kebiasaan mereka jika sedang berkumpul yaitu, setiap orang harus membawa makanan, dan makanan itu akan dikumpulkan di tengah, lalu siapapun yang mau boleh mengambilnya. Semua yang ada di ruangan itu mengeluarkan makanannya dan menaruhnya di tengah, kemudian mengambil makanan apa saja yang diiinginkan untuk dimakan bersama-sama. Sambil makan kami mengisi waktu kosong kami dengan bercerita. Yang mengawali cerita adalah salah satu pementor, ia bercerita tentang kejadian horor di NF. Selanjutnya ada salah seorang peserta yang aku lupa dari mana asalnya. Cerita yang ia bawakan juga horor, bahkan cerita itu lebih seram dari cerita yang dibawakan pementor.
Adzan isya berkumandang. Setelah semua selesai menunaikan sholat isya dan makan, kami bergegas menuju masjid untuk memulai acara selanjutnya. Acara yang pertama adalah peduli Palestina. Ada dua orang pelajar yang mewakilkan seluruh pelajar Indonesia untuk berangkat ke Gaza pada hari Senin, 1 April 2013. Salah satu dari mereka menyampaikan orasi tentang Palestina.
“Masalah Palestina bukanlah masalah bangsa Palestina.. Masalah Palestina bukanlah masalah bangsa Indonesia.. Masalah Palestina bukanlah masalah Liga Arab.. Masalah Palestina adalah masalah seluruh umat muslim..”
Ia menyampaikan alasan mengapa kita harus peduli kepada Palestina. Alasan yang pertama adalah, dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan dunia harus dihapuskan”. Yang kedua, dalam sejarah kemerdekaan Indonesia kita mengetahui bahwa Palestina berperan besar dalam kemerdekaan ini. Palestina adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Terakhir, Palestina disebut dalam Q.s Al-Isra: 1, Palestina adalah negara yang diberkahi.
                Sang Orator selesai menyampaikan orasinya, kini saatnya pembacaan puisi yang dibacakan oleh pelajar yang juga akan pergi ke Gaza pada hari senin. Pukul 23.00 acara berakhir, 30 menit sebelumnya A’Andri dari Kota Bogor memberikan training kepemimpinan. Maklum saja hari sudah semakin malam, para peserta suda tidak bisa konsentrasi, banyak diantara mereka yang tertidur. Kami diberikan waktu 3 jam untuk beristirahat. Waktu yang sebentar, dan mungkin tak cukup bagi kami yang kelelahan. Qiyamul lail menjadi agenda pertama yang kami laksanakan setelah bangun dari tidur. Angin dan udara dingin khas lembang menyelimuti tubuh kami. Air dari keran mengalir seperti air yang baru saja dikeluarkan dari lemari es, membuat beku seluruh tubuh. Jarak antara Qiyamul lail dan adzan shubuh cukup panjang, mereka yang masih mengantuk memilih untuk mengistirahatkan kembali tubuhnya setelah selesai melaksanakan qiyamul lail dan tilawah.
Pagi setelah sholat shubuh dan membaca al-matsurat bersama serta bercerita kisah yang menginspirasi, kami bekumpul di lapangan untuk olahraga pagi. Aku kira panitia yang akan memimpin olahraga ini, tetapi ternyata bukan, salah seorang peserta dengan karakter sanguinis yang ia punya memimpin olahraga pagi ini. Tingkahnya yang lucu dan kadang lebay membuat olahraga pagi ini menjadi ceria dan penuh tawa. Selesai sudah olahraga pagi ini, selanjutnya adalah acara minat dan bakat. Aku dan Ka Anisa, juga Ka Fathim dan Ka Riani memilih minat tahfidz. Di sana kami di berikan tips-tips menghafal Al-Quran, juga makhorijul huruf. Sementara acara minat dan bakat berlangsung, di tempat lain berlangsung pula FGD, sayang aku tak mengikutinya. 

Sabtu, 06 April 2013

SILATNAS 2013: Perjalanan Panjang


Jam handphone menunjukkan pukul 03.10, saat alarm yang ku nyalakan semalam berbunyi. Hari ini adalah hari yang ku tunggu dari berbulan-bulan yang lalu. Hari dimana aku akan bertemu dengan teman-teman yang memperjuangkan hal yang sama di seluruh Indonesia. Seperti biasa, aku bangun dan menunaikan sholat tahajud juga tilawah Al-Qur’an. Setelah itu baru bersiap-siap. Adzan shubuh berkumandang. Ini artinya panggilan untuk menunaikan sholat. Agar tetap sehat dan bugar, sebelum berangkat aku memakan sedikit roti yang ku beli semalam, lumayan untuk mengganjal perut yang sudah dari tadi berbunyi meminta makan. Pukul 05.20, motor berwarna biru putih keluar dari rumah dan mengantarku menuju gerbang perumahan.
Langit masih gelap saat aku naik mobil berwarna hijau bertuliskan angka 07, dan bozonk, tulisan yang khas di setiap mobil bernomer 07 jurusan Bojonggede-Pasar Anyar. Saat itu jalanan masih sangat sepi, bisa untuk berjalan dengan kecepatan super, namun karena ini adalah angkutan umum jadi tak mungkin ia berjalan dengan kecepatan seperti itu, jika seperti itu bisa-bisa ia tak mendapatkan penumpang. Silih berganti penumpang naik dan turun menemani perjalanku menuju tempat berkumpul. Di sebuah air mancur yang terkenal di kota Bogor, aku turun dan naik kembali  dengan nomer angkot yang sama dan dengan jurusan yang berbeda. Cukup dengan 15 menit, aku pun sampai di tempat berkumpul, tepatnya di markas Imago di depan Korem. Aku telat beberapa menit dari waktu yang seharusnya. Sudah banyak orang yang berkumpul ditempat ini. Ada yang sedang sarapan, ada juga yang sedang ngobrol-ngobrol. Turun dari angkot mataku tertuju pada salah satu peserta, yang sebelumnya sudah aku kenal, namun aku lupa pernah bertemu dimana dan siapa namanya. Oh iya, ia Ka Fathim yang waktu itu bertemu denganku di MasRay saat IBF tanggal 14 Februari kemarin.
Pukul 07.00 kami dikumpulkan. Setelah pengarahan  dan pembagian konsumsi, kami berfoto dan masuk ke bis untuk memulai perjalanan. Perjalanan menjadi mengasikkan dan tak terasa karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam bis. Kegiatan yang pertama setelah pengarahan kembali, adalah perkenalan. Aku hanya mengingat beberapa nama yang ada di dalam bis itu. Ada Ka Endah, Ka Anisa, dan Fatih dari SMANSA. Ada Ka Eko dari SMANDA. Ada Ka Triyanka, Ka Vera, dan Ka Novita dari SMAN4. Ada teman-teman dari SMAN6. Ada Ka Ginanjar, Nila, dan Ka Citra dari SMAN8. Ada Ka Riani dari SMK YKPI. Ada A Dodi, A Dena dari ILMA serta IMAGO.  Ada A Andri, dan lain-lain yang aku tak ingat namanya.
Setelah perkenalan, A Dena memberikan games yang sudah sangat sering ia mainkan. Ka Ami, Ka Anisa, dan Fatih kalah dalam permainan ini sehingga ia harus maju dan mendapat hukuman. Hukuman berganti-ganti, setuju tak setuju. Dan hukuman yang pada akhirnya dilakukan adalah bermain kata. Setiap orang harus menyebutkan satu kata yang tiap katanya sambung menyambung, yang berisi tentang perjalanan ke Bandung hari ini. Awalnya bagus, tapi lama-lama menjadi tidak nyambung karena satu kata yang keluar dari mulut Fatih. Hukuman ini cukup menghibur dan membuat  orang-orang di dalam bis tertawa. Karna semakin tidak jelas, hukuman pun dihentikan. Acara menjadi semakin membosankan dan garing karena para peserta mulai diam yang menandakan ngantuk, A Dena pun menutup acara sementara. Tak berapa lama, A Andri mengambil alih, dan memulai acaranya kembali. Kali ini adalah sesi dimana semua perwakilan mempresentasikan Rohis/DKMnya masing-masing.
Satu memang selalu menjadi yang pertama. Ya, Giliran SMAN 1 Bogor adalah yang pertama. Ka Endah dibantu dengan Ka Anisa mempresentasikan DKM yang ada di SMANSA yang bernama DKM Ar-Rahmah. Subhanallah, anggota DKM SMANSA berjumlah 80 orang, angka yang sangat mencengangkan bagiku. Dewan Harian di DKM ini berjumlah 7 orang, dan memiliki 7 departemen. Selanjutnya SMAN 2 Bogor. DKM di SMAN 2 bernama DKM At-Thoyyibah. Lalu ada DKM ........ di SMAN 4 Bogor. Ketua Rohis DKM ini keren, punya semangat yang hebat. Salah satu yang membuat DKM SMAN 4 berkembang. Selama ini kita tak pernah mendengar ada rohis atau DKM di SMAN 4 ini, karena memang di SMAN 4 sendiri tidak terdengar. Tapi baru-baru ini SMAN 4 mulai membangun kembali DKMnya. Dengan anggota yang sedikit dan semangat yang hebat, kalian pasti bisa memajukan Rohis SMAN 4. Semangat!! Setelah empat, lima, tapi karena lima tidak ada berarti enam. Ini giliran Rohis Al-Hadistiyah SMAN 6 Bogor. Sang Ketua Rohis maju dan mempresentasikan realita tentang Rohis Al-Hadistiyah. Seharusnya setelah SMAN 6 adalah SMAN 7. Namun, karena perwakilan SMAN 7 ada di mobil dan bukan di bis ini maka selanjutnya adalahh SMAN 8. SMAN 8  tak kalah keren, anggota mereka lebih dari 50 orang, ya 2 kali lipat dari anggota Rohis Al-Hadistiyah.
Selain mengenalkan tentang Rohis atau DKM di masing-masing sekolah. Kita juga membahas tentang masalah-masalah yang ada di dalam sekolah tersebut, dan mencari pemecahan dari masalah itu. Masalah dari tiap sekolah berbeda-beda. Ada sekolah yang kekurangan mentor sehingga sulit untuk melaksanakan mentoring. Ada juga yang ketua rohisnya mengundurkan diri, lantaran dilarang oleh orangtuanya mengikuti Rohis lagi. Tentu di setiap larangan ada hal yang menyebabkan larangan itu diberikan. Ini masalah yang banyak dialami para aktivis organisasi, “Nilai akademik yang menurun”. Terkadang kita lebih mementingkan tugas organisasi ketimbang tugas sekolah, sehingga tugas-tugas sekolah menjadi terabaikan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita selalu menuntut restu orangtua, tapi kita sendiri tak bisa membuktikan bahwa apa yang kita lakukan dapat membanggakannya. Organisasi dan sekolah sama pentingnya, jadi kita harus tawadzun. Untuk masalah ketua rohis yang mengundurkan diri, solusinya tentu mengadakan pemilihan lagi. Karena jika tak ada yang memimpin, organisasi ini akan berantakan.
Komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting, tanpa komunikasi yang baik, suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Namun, seringkali masalah komunikasi antara akhwat dan ikhwan terjadi dalam sebuah organisasi. Islam telah mengatur hubungan akhwat dengan ikhwan. Hijab atau batasan akhwat dan ikhwan memang sangat penting, namun bukan berarti dengan hijab tersebut antara akhwat ikhwan sama sekali tidak ada komunikasi.
Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari masalah-masalah yang ada. Kita lebih sering fokus dengan kuantitas, bukan dengan kualitas. Padahal jika kita telusuri, kuantitas yang kecil dan kualitas yang baik dapat mengalahkan kuantitas yang besar dan kualitas yang buruk. Kuantitas tanpa kualitas tidaklah berarti apa-apa.
Setelah 8 jam perjalanan bis berwarna biru sampai di sebuah sekolah di desa Cibodas. Udara sejuk menyambut baik kedatangan kami. Hamparan selada hijau menjadi pemandangan yang pertama kali kami liat ketika turun dari bis. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan terbayar sudah.

bersambung.....

Rabu, 03 April 2013

SILATNAS 2013: Prolog



Sejak peristiwa fitnah bahwa rohis itu teroris, mulai muncul berbagai macam aksi yang mau membuktikan bahwa rohis itu bukan teroris. Tapi rohis adalah kumpulan anak-anak yang ingin menjadi baik, yang mau mengajak kepada kebaikan, yang berani menyampaikan kebenaran. Dan rohis adalah generasi penerus bangsa. Rohis adalah mutiara bangsa.  
Sejak saat itu aku mengikuti informasi tentang acara itu. Setiap hari aku membuka akun sosial media yang ku punya. Ku cari, ku lihat, dan ku baca. Sampai pada akhirnya acara itu benar-benar diadakan. Harapan untuk mengikuti acara itu hampir hilang, karena acara itu bertepatan dengan ulangan tengah semester di sekolahku. Hari berlalu begitu saja. Sedih dan pasrah, berharap masih tersisa kesempatan untuk berada di sana. Awalnya aku sangat pesimis sekolah takkan mengizinkan kami pergi dan menghadiri acara ini.
Namun, bukan itu skenario Allah. Skenario Allah lebih indah dari yang ku duga. Hari Selasa, tanggal 26 Maret 2013, aku dan ketiga temanku mencoba menghubungi dan berbicara dengan pembina rohis kami tentang acara ini. Respon pembina rohis kami sangat baik, ia langsung meminta nama-nama perwakilan yang akan dikirim untuk mengikuti acara itu. Siangnya kami diminta menyerahkan formulir ke TU. Esok harinya, surat tugas dan dana untuk mengikuti acara itu turun. Pembina yang luar biasa. Allah mempermudah jalan menuju kesana lewat Bu Nanik, pembina Rohis Al-Hadistiyah yang sangat luar biasa.

bersambung.....

Sabtu, 15 Oktober 2011

Hari ini, Beautiful Day...


Sabtu ini adalah hari yang spesial. Hari ini anak-anak BBQ akan melaksanakan piknik yang telah direncanakan sejak sabtu kemarin. Masing-masing dari kami diberi tugas, ada yang membawa tahu, tempe, kangkung, kerupuk, sambel, minum, juga tikar. Tak lupa kami membawa nasi sendiri-sendiri. Semua menunggu-nunggu datangnya hari sabtu.

Pagi ini ku awali dengan membaca doa bangun tidur, “Alhamdulillahilladzi ahyana ba’damaa aamaa taanaa waillaihinnusyur”. Dengan mata yang masih ngantuk aku bangun dari tempat tidur. Ku lihat ke dapur, Ummi sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami, ku lihat ke kamar sebelah, Adilah masih terlelap, suara air terdengar dari kamar mandi, ternyata izzah yang sedang mandi, dia satu-satunya yang hari ini sekolah, aku beranjak keruang tamu, disana ku lihat ada khonsa yang sedang menonton TV bersama Abi. Pagi ini aku harus mencari lagu di internet, karna semalam wire less ku dibawa abi kekantor. Ku buka laptop perlahan kemudian menyalakannya. Sudah hampir setengah jam lagu yang kucari belum juga ketemu, jam menunjukkan pukul 07.30, sudah saatnya aku bersiap pergi BBQ, agar tak terlambat. Aku paling tidak suka dengan orang yang terlambat, karna itu aku tak mau sampai terlambat. Adilah yang sejak tadi masih tidur, akhirnya bangun juga. Aku lekas mandi lalu pakai baju terbaikku hari ini. Hani yang lagi ada kemajuan, udah standby di sekolah dari jam 08.30  padahal janjiannya jam 09.00. dekatnya jarak antara rumahku dan sekolah membuatku males datang jam segitu. Tepat jam 09.00 aku sampai di sekolah diantar abi. Malunya aku, ternyata disekolah sudah berkumpul semua, ihihi, but gapapalah yang penting kan ga TERLAMBAT. Ck.  

Setelah ngelakuin hal yang ga jelas, kita brangkat juga deh ke setu kemuning, diantar angkot 117. Raudha, Nada, Ridha, dan Randah udah sampe duluan disana. Capcus deh kita jalan lagi nyari tempat yang asyik, seru, lebar, plus adem. Sebelum itu Anggia sama Annisa sholat dhuha dulu, soalnya mereka belom dhuha. Aku berjalan berdampingan dengan randah, hani, dan puti. Nanya-nanya ke randah tempat yang enak dimana katanya ga ada, yaahh. Tapi kata randah di setu billabong enak, yaudah deh aku bilang aja ayo kesana. Nanya ke ade-ade semuanya setuju, walaupun lewat alang-alang dan kali. Setelah nyebrangin jembatan, anak-anak kelas 7 dibelakang manggil aku, ternyata anggia sama annisa ketinggalan di mushola. Aku ama salma nyusulin mereka deh, yang lain aku suruh jalan pelan-pelan. Anggia sama annisa lagi santai-santai dimushola sambil ngerancang games. Aku sedikit marah dengan kelakuan mereka, aku dan salma cape-cape balik nyusulin mereka, di mushola mereka malan santai-santai, gubrak banget ih. Yaudah deh kita berempat jalan nyusurin alang-alang, sambil lari-lari kaya naruto gitu, haha. Udah lari-lari kita tetep ga bisa nyusul or nemuin mereka. Kita jalan terus sampe didepan cuma ada gerbang yang ketutup. Kita balik lagi, dan nemuin jalan dengan gundukan tanah-tanah merah gitu. Sangking takutnya nyasar dan kepisah lebih lama lagi, aku sms hani dan puti deh. Anggia bilang “kayanya kesini deh, soalnya banyak jejak kaki cewe”, kita berjalan mengikuti jejak sepatu (bukan jejak kaki), tengtoreng-toreng disebuah belokan kita bertemu dengan rombongan*so sweet. Mereka balik lagi soalnya jalanan yang biasa dilewatin udah ditutup dengan duri-duri. Hah? Aku kaget waktu ngeliat anggia nanjak sebuah gundukan tanah. Gila banget kita mau lewat situ, resikonya gede banget, salah langkah dikit jatohnya nyebur kali, waw. Alhamdulillah ada jalan satu lagi yang emang agak jauh karna muter. Jalan penuh rerumputan dan duri kami lewati dengan sangat hati-hati. Kali ini gundukan tanah untuk menanam tumbuhan menghiasi petualangan kami. Turunan terjal harus kami lewati, setelah sebelumnya ka nana menelfon dengan nada khawatir, aku yang merasa bertanggung jawab dengan semua ini, benar-benar menjaga mereka, berulang kali kukatakan “hati-hati, jangan lupa baca bismillah, semangat ya!” huhu.

Horee. Kami menemukan titik terang, sekarang didepan kami sudah ada setu billabong, jeng jeng. Ka nana udah sampe duluan toh, mm,,, ada ikatan batin kali ya. Semua beramai-ramai menggelar tikar dan Koran yang dibawa. Duduk sejenak dan beristirahat. Anak-anak kelas 7 dan 8 menyimak materi yang disampaikan ka nana yaitu tentang fadillah qur’an, sementara aku, anggia, nisa, dan salma menyiapkan games. Cari. Cari. Cari. Kata yang bagus, yang gampang, aduh apa ya?. Aaa.. ka nana udah manggil kita, materinya udah selesai, udah saatnya games, aduh aduh belom siap, tapi ya udah deh.

Semua anak disuruh berbaris, lalu dibagi menjadi 6 kelompok, ada aisyah, khadijah, az-zahra, Fatimah, sumayyah, dan shafiyyah. Karena games tebak katanya belom siap, aku suruh aja mereka bikin yel-yel dalam waktu 10 menit. Kelompok Fatimah yang aku panggil dan aku suruh ngasih yel-yel mereka, yang lain ga aku panggil, haha katanya aku kejam banget, padahal mah ga niat mau ngerjain cuma karna kita ga punya banyak waktu dan gamesnya udah siap langsung aja kita mulai, kita bagi 3 kelompok di pos aku dan salma, satu di pos anggia, satu di pos annisa dan satu lagi di pos hani. Permainan dipos aku adalah membawa bendera keseberang dengan mata tertutup, teman yang lain mengarahkan, tapi dengan syarat: ke kanan subhanallah, kekiri Alhamdulillah, kedepan Allahu akbar, ke belakang astaghfirullah. Permainan barlangsung seru, aku yang menyaksikan mereka tertawa terbahak-bahak karna ada yang jalannya nyasar-nyasar. Semua permainan telah dilaksanakan semuanya sudah berkumpul kembali ditempat semula, kini saatnya mereka menyusun kata-kata yang telah ditebak di pos hani, anggia, dan nisa. Pemenangnya adalah kelompok “aisyah”, kelompok mereka yang menyusun kata-kata paling tepat. Menang kalah semua dapet hadiah yaitu makan-makan. 

Tahu, telur, tempe, kangkung, dan kerupuk sudah menanti kita. Udah dari tadi terdengar rengekan mereka minta dimakan secepatnya. Haha. Lebih enak makannya “sepiring berdua” *nyanyi eh. Tapi kita mah sekertas bareng-bareng, ikik. Waw sambelnya dhea mantab banget pedesnya, haah, bikin bibir jontor *eh lebay. Sambel ciamisnya anggia asin tapi enaaakkkk banget, sambel terasi getoloh. Eh. Kangkung ga tau tuh siapa yang bikin, gile pedesnya, cabenya gede-gede menn. Tahunya enak deh, siapa ya yang bikin? Hehe. Sayang banget masih sisa ya udah deh, aku jualin secara gratis aja, satu-satu aku tagihin tempat makan yang kosong, aku isi-isiin dengan lauk-lauk yang masih sisa. Haha kasian deh iin, aku bawain kangkung pake plastik, padahal mah dia ga mau bawa, tapi aku bilangnya “iin kepengen bawa oleh-oleh, ada plastik ga?”. Eh dapet plastik, iin ga bisa berbuat apa-apa, kasian deh aku paksa-paksa,aku bilang “eh masa pulang ga bawa buah tangan, bawa ajalah”, maafkan aku bu ketua osis yang baru. Yeyeyeye, lauk-lauk yang sisa berhasil abis di bawa-bawain. Karna aku jualannya gratis ya udah deh aku gulung tikar, haha dan bener-bener gulung tikar. Sebelum pulang harus ditutup dulu dong. Tutup aja deh pake nasyid dulu, hamdalah, istighfar, doa kafaratul majlis, dan doa rabithah. Selesai deh, mari kita gulung tikar.

Pulang dengan jalan kaki, sambil nyanyi-nyanyi, lari-lari sama nisa, aas, dan tifani. Hihi seneng deh lebih deket sama ade-adeku. Pulang dari sana capcus deh kerumah aku buat bikin BB. Aduhh rumah aku rame banget. Pada bercanda-bercanda terus. Pada request bikin pie, yaudah deh aku ajarin aja. Lucu banget liat zahrah tegang megang lem tembak yang emang panas, dia ketakutan kena lemnya kaya aku. Haha. Pokoknya hari ini beautiful day. Jangan lupain hari ini ya. Kebersamaan yang begitu indah dibalut ikatan ukhuwah islamiyah ini. Love Rohis, Love ade-adeku karena Allah.
        
 Kami dari “PALANG” Para Akhwat petuaLANG. Saksikan petualangan kami selanjutnya. Syukron.

Rabu, 12 Oktober 2011

Jujurlah Padaku

Sejak pagi raut wajahku sudah murung. Aku masih merasa sedih dengan kejadian hari senin. Aku berusaha menyapa dan tersenyum kepada mereka. Hari ini sama seperti kemarin, kami masih saling menjauh dan cuek. Hari ini adalah pemilihan ketua osis. Karna tak ada guru yang mengajar kami mengisi waktu dengan bermain, rahmah dll bermain jujur atau hukuman. Karna aku takut ditanya makanya aku hanya melihat saja.


Kali ini Nia yang kena. Karna semua udah jujur, sekarang saatnya hukuman. Nia diminta untuk bergaya orang gila didepan kelas. Nia tak bisa melakukannya, malah Vio yang jago aktingny sbg orang gila. Karna Nia tak bisa, hukumannya pun diganti. Nia disuruh meminta tanda tangan Difa, Rifa, Alim, dan Dhimas. Nia menuju orang terdekat, yaitu Rifa. Nia mencoba memelas meminta tanda tangan, tapi tidak dikasih. Lalu ke Dhimas, sebelum Dhimas memberi tanda tangan, Nia harus menyanyi ala Chibi. Seisi kelas tertawa terbahak-bahak.

Difa menyuruh Nia berkata “I LOVE YOU” ke beke. Nia pun melakukannya. Kemudian Rifa menyuruh Nia berkata “AKU SAYANG KAMU” ke Alim. Hahaa,. Setelah Nia mendapatkan semua tanda tangan, Rahmah, Vio dan yang lain bilang “udahan yuk udahan.” Haha masih aja Nia dikerjain padahal ulang tahunnya udah kemaren. Bel istirahat berbunyi, saatnya sholat dhuha. Senangnya Lenny dll mau ikut kami sholat dhuha dimushola, mudah-mudahan bisa setiap hari ya.

Jam Istirahat telah usai. Tiba-tiba Vio memanggilku dan menyuruhku duduk disebelahnya. Aku bertanya “Ada apa Vi?” “Ini mau nyelesaiin masalah kemaren.” Jawabnya. Selagi yang lain memanggil Rahmah, Asti, Nia, dan Anggie aku pergi ke Hani untuk menyaksikan perhitungan suara pemilihan ketua osis. Kami duduk ditengah lapangan dengan terik panas matahari tepat diatas kepala kami. Perhitungan kotak suara 1 selesai, aku segera berlari menuju kawan-kawan 9i.

 “ah aku sebel sama Naili”
“aku juga sebel sama dinda”
“aku sebel sama isyah”
“aku sebel sama rahmah”

Ahhhh. Akhirnya kita jujur-jujuran, ngeluarin semua unek-unek yang ada, sambil nangis-nangis diliatin seisi Belcram. Digangguin anak-anak cowo yang ada disekitar kita. Diledekin ditanyain sama semua orang. Kenapa?  Ah tak apa. Kami hanya sedang balak-blakan. Masa aku dibilang lucu kalolagi nangis. Haha. Ya udah kita saling minta maaf aja, pelukan dan puas-puasin nangis. Abis nangis kita malah foto-foto. Haha. Dasar 9i narsis banget yeah. Ceklak ceklek, ganti gaya, ciss. Dengan muka sembab kami tetep narsis. Haha. Pake nyuruh-nyuruh helmi buat motoin. Makasoy banget ya udah mau fotoin kitaa. Abis itu kita pulang dehh…

Alhamdulillah ya. Walaupun diselesaikan dengan air mata namun disela tetesan itu ada sebuah senyuman yang mengambang diwajah kami. Senangnya bisa menyudahi perpecahan ini. Ujian persahabatan ini telah kita lalui. Huh. Persahabatan kita akan berubah menjadi lebih indah dari kemarin.  Aku seneng juga soalnya anak 9i peduli banget sama kita. Udah mau bantuin nyatuin persahabatan kita. Kerasa banget deh kebersamaannya.makin cinta deh sama 9i.
Ga lupa aku makasih banget sama Allah. Dia sayang banget sama aku juga kita semua. Dia menjawab semua doa aku. Sekarang semuanya udah selesai. Makasih Ya Allaha atas jalan yang Kau berikan. Makin cinta juga sama Allah.

Hikmahnya:
1.       Kita harus slalu berhusnudzon.
2.       Kita harus saling memaafkan.
3.       Kita harus saling mengerti.
4.       Kita ga boleh terlalu sensitif. dll

Selasa, 11 Oktober 2011

Bukan Hari Biasa (BHB)


             Hari memang nampaknya biasa saja. Sama seperti hari biasanya, tak ada yang berbeda. Aku berangkat kesekolah lalu belajar seperti biasa. Namun hari ini, aku sangat mengantuk, apalagi saat pelajaran B. Indonesia, ulangan yang menakjubkan. Disaat tegang kaya gitu, disaat banyak banget tulisan yang harus dibaca, disaat mata harusnya melotot memandangi tulisan, disaat mulut harusnya berbicara, disaat itu mataku malah tertutup, mulutku malah menguap. Lalu ku cuci mataku agar bisa melotot, tapi tetap saja mataku memaksa untuk memejamkannya. Berakhir sudah ulangan yang menakjubkan itu. berlanjut dengan ulangan lisan IPS, oow aku belum belajar, tapi lanjut aja deh. Alhamdulillah aku bisa menjawab beberapa pertanyaan.
                Setiap selasa dan kamis aku les di Nurul Fikri Bojonggede. Yang ini juga sama seperti biasa.les seperti biasa, belajar seperti biasa, ngerjain TF seperti biasa, semuanya serba biasa. Tapi ternyata ada hal yang tak biasa yang biasa disebut luar biasa. Eits, apasi ga jelas.
                Kami mulai pelajaran bahasa Indonesia dengan membaca basmallah. Pelajaran kali ini, kami membahas TTS yang kemarin kamikerjakan, satu per satu dari kami membacakan soal dan mencoba menjawabnya secara bergiliran. 15 menit sudah pelajaran bahasa Indonesia berjalan. Di luar terdengar suara rintikan hujan juga geluduk yang membuat kami kaget dan takut. Tak lama kemudian, kelas menjadi sangat gelap dan suasana didalam menjadi sangat mencekam dan menakutkan.  Banyak diantara kami yang berteriak karna ketakutan, keadaan didalam kelas sangat gelap sehingga kami tak dapat melihat apapun,kami tak sedikitpun melihat cahaya. Dalam keadaan seperti ini Hani Widya Ananta  meminta Reva bercerita horror, padahal dia sendiri ketakutan. Kami yang tak dpaat meneruskan pelajaran mencari-cari hal yang dapat kami lakukan tanpa penerangan. Ka Azizah yang mengajar bahasa Indonesia dengan lemah lembut mengusulkan bermain tebak-tebakkan.

Tebakan Pertama: “Apa bahasa Jepangnya naik motor?” Tanya ka Azizah
Aku, anggia, dan hani menjawab “Yahhh.. ga ada Irwansyah kan dia yang bisa banget bahasa jepang.”  Kebetulan hari ini Irwansyah tak hadir. Dia adalah orang paling ganteng dikelas Selasa-Kamis. Ya, karna dia cowo satu-satunya dikelas kami. Tapi sejak kamis kemarin ada Fadhel yang bergabung, dia adalah teman SDku di DF dulu. Lanjut ke tebakan lagi yuks!
Tebakan kedua: “Kucing turun apa dulu?”
Jawabannya: “naik dulu” haha. Ada-ada aja. -,-
Tebakan tiga: “ dua tambah dua empat sama dengan?”
Jawabannya: “dua puluh enam”
Bosan juga bermain tebak-tebakkan. Kami pun duduk melingkar didepan kelas. Reva duduk ditengah dan menceritakankisah horror. Daniar yang ketakutan, berbicara dan terus berbicara sehingga mengganggu Reva yang sedang bercerita. Reva selesai bercerita, kini ka Azizah yang bercerita. Bagian terakhir cerita itu mengagetkan seisi ruangan. Haha. Padahal cerita itu hanya boongan. Reva yang memang senang bercerita, kembali menceritakan kisah yang pernah dibacanya. Setelah semua cerita habis, kami memutuskan turun kebawah. Dibawah semua murid NF berkumpul, menjadi sangat ramai. Tepat pukul 18.00 listrik menyala, kami bergegas ke mushola dan menunaikan sholat maghrib berjamaah dengan bu Tri.  Selesai sholat kami langsung pulang. Dengan ramahnya ka Azizah melambaikan tangannya kepada kami dan bilang “hati-hati ya”. Kami pulang dengan selamat.


Rabu, 28 September 2011

Beautiful Wednesday


       “Kumpulkan LKS  kalian” perintah Bu Ati kepada anak-anak saat mengawali pelajaran. Semua dengan sigap mengumpulkan LKS masing-masing. Sementara Bu Ati mengoreksi LKS kami ditugaskan membuat soal essay dari bab 3 buku paket. Oow, kali ini aku lupa membawanya, aku dan Mila memutuskan untuk meminjam buku ke kelas lain. Setelah kami mendapatkan buku, kami mulai mengerjakan tugas yang diberikan. Dalam waktu 2 jam pelajaran aku hanya mampu membuat 15 soal, karna harus dikumpulkan hari ini juga, aku teruskan pekerjaanku saat istirahat. Bel tanda pergantian pelajaran berbunyi. Pelajaran yang akan kami pelajari adalah IPA. “Belajar IPA bikin sakit perut” hehe. Seperti biasa guru yang kocak dan blak-blakan ini bercerita. Gaya dia menceritakan membuat kami sakit perut alias ketawa. Apalagi pada saat ia bercerita tentang naik sepeda dengan membawa banyak barang. Ia memperagakan dengan sangat kocak.
Pa Pur bilang “saya heran kenapa orang-orang pada seneng jajan, kalo saya mah ga pernah jajan, soalnya ga punya duit.” Aduh gubrak! Kata-kata ini memang sudah sering sekali kami dengar dari mulut Pa Pur, tapi kali ini ada hal yang tak biasa, ia menunjukkan kepada kami isi dompetnya, dan ternyata dompetnya tak ada sepeserpun uang, tawa kembali meledak. Aduh Pa Pur, ada-ada aja si pake nunjukin isi dompet segala. Suara bel berbunyi lagi, berakhirnya pelajaran IPA berakhir pula candaan kami dengan Pa Pur. Haha. Seperti kataku tadi, aku akan melanjutkan pekerjaanku yang belum selesai pada waktu istirahat, tapi bukan berarti aku lalai melaksanakan sholat dhuha. Sholat dhuha tlah dilaksanakan aku pun berjalan sendirian menuju kelas.
Pelajaran matematika dimulai setelah terdengar bunyi bel. "Aaa" aku menguap sesekali, mataku mengedip-mengedip dan terus mengedip, aku sangat ngantuk pada saat itu akibatnya aku tak mendengarkan apa yang dijelaskan Pa Jin. Kantukku akhirnya pergi tapi tetap saja aku tak menyimak pelajaran yang sedang diterangkan. Lukaku terasa sakit, biasanya aku lilitkan tisu ke luka itu agar tak terasa sakit, kali ini juga begitu. Fikiran isengku kembali muncul, ku lirik spidol bertinta merah di tempat pensil Mila, lalu ku ambil dan kucoreti tisu dijariku sehingga terlihat seperti darah.
Istirahat kedua tiba, aku berjalan bersama Rahmah dan  Asti menyusuri koridor sekolah munuju Mushola. Kami berjalan sambil berbincang-bincang, aku memulai pembicaraan “aduh tanganku sakit banget” “kenapa syah berdarah?” Tanya Rahmah dengan serius. Tawaku seketika meledak, tak ku duga ada yang mengira ini darah beneran, padahal aku hanya iseng tak ada niatan untuk membohongi orang-orang. Aku tertawa sangat puas sambil berjalan. Rahmah yang merasa dibohongi marah, begitu juga dengan Asti. Dan puncaknya terjadi saat dimushola. Aku ga suka dikatain kata itu *rahasia. Aku ampe nangis*lebay. Ya, kita lebih milih damai, kami pun berdamai. Hehe
Pelajaran terakhir gurunya ga masuk, soalnya ia lagi cuti melahirnya, guru itu dalah wali kelas kami sendiri.  Awalnya Mila mengajak aku untuk mengisi spidol lalu mengajak Anggie, kami sempat menolak tapi setelah itu kami setuju menemani Mila ngisi spidol, lalu kami menajak yang lain, jadilah kami ngisi spidol sekelas. Hehe. Setelah dari situ kami bermain ditengah lapangan, awalnya si kita ngecengin Naili dengan main “saya orang kaya-saya orang miskin”. Abis itu kami main tap jongkok, stelah bosan kami main galasin, ahaha, aku ga bisa mainnya, akibatnya kelompokku kalah gara-gara aku deh. Kejadian yang paling berkesan dan aneh, saat Rahmah narik krudung aku trus aku didorong ke sisi kanan, aku cuma ngerasa diputer-puter trus tau-tau udah diri tegap lagi*aneh. Rahmah TOP deh, bisa nyelamatin tim, aku? Huaaaaa, bikin ancur aja. Lama kami main tak jua ada tim yang menang, lelah sekali rasanya dan kami mengakhiri permainan ini. Kami menuju kantin, yang lain membeli es mas pur lalu berbincang-bincang, pulangnya kami melewati kelas 7i yang membuat kami teringat dengan masa-masa kami duduk dikelas itu. Kami kembali ke kelas dan lekas pulang.



Beautiful Moments: Wednesday, September 28th 2011
SERASI