Tampilkan postingan dengan label Rohis SMPN 1 Bojonggede. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rohis SMPN 1 Bojonggede. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

You are always in our hearts


Dia cantik, baik dan shalihah. Kami mengenalnya di Rohis SMPN 1 Bojonggede. Tak heran banyak yang kenal dengannya, karna keaktifannya di rohis dan osis. Dia termasuk salah satu anak teraktif dirohis. Sampai-sampai dia akan dicalonkan sebagai ketua keputrian rohis selanjutnya. Aku mengenalnya cukup dekat. Dia bagaikan botol dengan tutupnya dengan annissa apriliyana. Kami kira mereka sekelas ternyata tidak. Hari berganti hari, dan tahun ajaran baru pun tiba. Rohis disibukkan dengan kegiatan menyiapkan demo MOPD,  syuro dilakukan berkali-kali sampai timbul keputusan dan dinyatakan persiapannya sudah mateng. Ada yang tak biasa, dia yang kami harapkan hadir tak ada kabar, tak pernah datang. Awalnya kami memang mengganggap biasa karna perizinan orang tua yang agak sulit jika pergi-pergi terus. Sampai tiba kabar bahwa ia pindah ke depok. Ah sedih banget rasanya denger kata-kata itu. Dia pindah? Kenapa? Kok ga bilang-bilang? Kok ga ngabarin kita? Kita bingung bercampur sedih, sedih banget, dia salah satu harapan kita yang majuin rohis ini. Dia harapan kita. Kenapa dia malah pergi? saat ditanya, ia menjawab pindah karna ia ingin les didepok tapi tidak diizinkan jika naik kereta sendiri, akhirnya ia memutuskan tinggal di depok agar jarak antara rumah dan tempat les dekat, itu yang ku tahu. Hanya karna itukah? Masalah sepele? Kenapa dia begitu, ah aku sedih. Tapi kalau memang itu kepeutasannya aku harus dapat menerima.

Rindu, kami sangat merindukannya. Dia kami anggap sebagai anak rohis SMPN 1 Bojonggede, karna kami khususnya aku masih tak rela ia pergi, ia masih bagian dari keluarga rohis ini, walaupun saat ini ia bukan lagi anak SMPN  1 Bojonggede. Rohis mengadakan buka puasa bersama, dia kami undang untuk menghadiri acara ini. Ahhh senangnya dia bisa hadir bersama kami, menghabiskan waktu sorenya bersama kami.

Saat ini kami kembali merindukannya. Merindukan kehadirannya diantara kami. Dia Khabbatul Izzah, adik kami, teman kami, sahabat kami, adik kami, dia segalanya buat kami. Kami sangat menyayanginya dan mencintainya. Dia bagian hidup kami, dia slalu ada dihati kami dan difikiran kami, tapi tentu tak mengalahkan cinta kami kepada Sang Pemilik Cinta, yang telah menanamkan benih-benih cinta diantara kami, yang telah mempertemukan kami, yang telah mempererat ukhuwah kami.

Surat cinta untukmu
Zah, kita ga bakal ngelupain kamu. Kita sayang kamu zah. Kalau emang keluarga kamu jadi pindah mungkin itu emang yang terbaik buat kalian. Kita disini slalu merindukanmu, menyayangimu. Kamu baik-baik ya di depok. Maafin kita ya, kita punya banyak salah sama kamu. Jangan nangis terus, Kita disini berusaha untuk kuat, kuat ga nangisin perpisahan ini. Kita ga mau liat kamu nangis zah, makanya kita ga mau nagis, kita semua harus kuat ya? Senyum terus. Jangan lupain kita juga, kontak-kontakan terus sama kita. Kita masih bisa ketemu kan? InsyaAllah. Anna Uhibbuki fillah ya ukhti. Love You. Aishiteru. Saranghae.

Sebuah lagu untukmu
sebiru hari ini
birunya bagai langit terang benderang
sebiru hari kita bersama disini

seindah hari ini
indahnya bak permadani taman surga
seindah hati kita walau kita kan berpisah

bukankah hati kita telah lama menyatu
dalam tali kisah persahabatan ilahi
pegang erat tangan kita terakhir kalinya
hapus air mata meski kita kan berpisah

selamat jalan teman
tetaplah berjuang
semoga kita bertemu kembali
kenang masa indah kita sebiru hari in

Sabtu, 15 Oktober 2011

Hari ini, Beautiful Day...


Sabtu ini adalah hari yang spesial. Hari ini anak-anak BBQ akan melaksanakan piknik yang telah direncanakan sejak sabtu kemarin. Masing-masing dari kami diberi tugas, ada yang membawa tahu, tempe, kangkung, kerupuk, sambel, minum, juga tikar. Tak lupa kami membawa nasi sendiri-sendiri. Semua menunggu-nunggu datangnya hari sabtu.

Pagi ini ku awali dengan membaca doa bangun tidur, “Alhamdulillahilladzi ahyana ba’damaa aamaa taanaa waillaihinnusyur”. Dengan mata yang masih ngantuk aku bangun dari tempat tidur. Ku lihat ke dapur, Ummi sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami, ku lihat ke kamar sebelah, Adilah masih terlelap, suara air terdengar dari kamar mandi, ternyata izzah yang sedang mandi, dia satu-satunya yang hari ini sekolah, aku beranjak keruang tamu, disana ku lihat ada khonsa yang sedang menonton TV bersama Abi. Pagi ini aku harus mencari lagu di internet, karna semalam wire less ku dibawa abi kekantor. Ku buka laptop perlahan kemudian menyalakannya. Sudah hampir setengah jam lagu yang kucari belum juga ketemu, jam menunjukkan pukul 07.30, sudah saatnya aku bersiap pergi BBQ, agar tak terlambat. Aku paling tidak suka dengan orang yang terlambat, karna itu aku tak mau sampai terlambat. Adilah yang sejak tadi masih tidur, akhirnya bangun juga. Aku lekas mandi lalu pakai baju terbaikku hari ini. Hani yang lagi ada kemajuan, udah standby di sekolah dari jam 08.30  padahal janjiannya jam 09.00. dekatnya jarak antara rumahku dan sekolah membuatku males datang jam segitu. Tepat jam 09.00 aku sampai di sekolah diantar abi. Malunya aku, ternyata disekolah sudah berkumpul semua, ihihi, but gapapalah yang penting kan ga TERLAMBAT. Ck.  

Setelah ngelakuin hal yang ga jelas, kita brangkat juga deh ke setu kemuning, diantar angkot 117. Raudha, Nada, Ridha, dan Randah udah sampe duluan disana. Capcus deh kita jalan lagi nyari tempat yang asyik, seru, lebar, plus adem. Sebelum itu Anggia sama Annisa sholat dhuha dulu, soalnya mereka belom dhuha. Aku berjalan berdampingan dengan randah, hani, dan puti. Nanya-nanya ke randah tempat yang enak dimana katanya ga ada, yaahh. Tapi kata randah di setu billabong enak, yaudah deh aku bilang aja ayo kesana. Nanya ke ade-ade semuanya setuju, walaupun lewat alang-alang dan kali. Setelah nyebrangin jembatan, anak-anak kelas 7 dibelakang manggil aku, ternyata anggia sama annisa ketinggalan di mushola. Aku ama salma nyusulin mereka deh, yang lain aku suruh jalan pelan-pelan. Anggia sama annisa lagi santai-santai dimushola sambil ngerancang games. Aku sedikit marah dengan kelakuan mereka, aku dan salma cape-cape balik nyusulin mereka, di mushola mereka malan santai-santai, gubrak banget ih. Yaudah deh kita berempat jalan nyusurin alang-alang, sambil lari-lari kaya naruto gitu, haha. Udah lari-lari kita tetep ga bisa nyusul or nemuin mereka. Kita jalan terus sampe didepan cuma ada gerbang yang ketutup. Kita balik lagi, dan nemuin jalan dengan gundukan tanah-tanah merah gitu. Sangking takutnya nyasar dan kepisah lebih lama lagi, aku sms hani dan puti deh. Anggia bilang “kayanya kesini deh, soalnya banyak jejak kaki cewe”, kita berjalan mengikuti jejak sepatu (bukan jejak kaki), tengtoreng-toreng disebuah belokan kita bertemu dengan rombongan*so sweet. Mereka balik lagi soalnya jalanan yang biasa dilewatin udah ditutup dengan duri-duri. Hah? Aku kaget waktu ngeliat anggia nanjak sebuah gundukan tanah. Gila banget kita mau lewat situ, resikonya gede banget, salah langkah dikit jatohnya nyebur kali, waw. Alhamdulillah ada jalan satu lagi yang emang agak jauh karna muter. Jalan penuh rerumputan dan duri kami lewati dengan sangat hati-hati. Kali ini gundukan tanah untuk menanam tumbuhan menghiasi petualangan kami. Turunan terjal harus kami lewati, setelah sebelumnya ka nana menelfon dengan nada khawatir, aku yang merasa bertanggung jawab dengan semua ini, benar-benar menjaga mereka, berulang kali kukatakan “hati-hati, jangan lupa baca bismillah, semangat ya!” huhu.

Horee. Kami menemukan titik terang, sekarang didepan kami sudah ada setu billabong, jeng jeng. Ka nana udah sampe duluan toh, mm,,, ada ikatan batin kali ya. Semua beramai-ramai menggelar tikar dan Koran yang dibawa. Duduk sejenak dan beristirahat. Anak-anak kelas 7 dan 8 menyimak materi yang disampaikan ka nana yaitu tentang fadillah qur’an, sementara aku, anggia, nisa, dan salma menyiapkan games. Cari. Cari. Cari. Kata yang bagus, yang gampang, aduh apa ya?. Aaa.. ka nana udah manggil kita, materinya udah selesai, udah saatnya games, aduh aduh belom siap, tapi ya udah deh.

Semua anak disuruh berbaris, lalu dibagi menjadi 6 kelompok, ada aisyah, khadijah, az-zahra, Fatimah, sumayyah, dan shafiyyah. Karena games tebak katanya belom siap, aku suruh aja mereka bikin yel-yel dalam waktu 10 menit. Kelompok Fatimah yang aku panggil dan aku suruh ngasih yel-yel mereka, yang lain ga aku panggil, haha katanya aku kejam banget, padahal mah ga niat mau ngerjain cuma karna kita ga punya banyak waktu dan gamesnya udah siap langsung aja kita mulai, kita bagi 3 kelompok di pos aku dan salma, satu di pos anggia, satu di pos annisa dan satu lagi di pos hani. Permainan dipos aku adalah membawa bendera keseberang dengan mata tertutup, teman yang lain mengarahkan, tapi dengan syarat: ke kanan subhanallah, kekiri Alhamdulillah, kedepan Allahu akbar, ke belakang astaghfirullah. Permainan barlangsung seru, aku yang menyaksikan mereka tertawa terbahak-bahak karna ada yang jalannya nyasar-nyasar. Semua permainan telah dilaksanakan semuanya sudah berkumpul kembali ditempat semula, kini saatnya mereka menyusun kata-kata yang telah ditebak di pos hani, anggia, dan nisa. Pemenangnya adalah kelompok “aisyah”, kelompok mereka yang menyusun kata-kata paling tepat. Menang kalah semua dapet hadiah yaitu makan-makan. 

Tahu, telur, tempe, kangkung, dan kerupuk sudah menanti kita. Udah dari tadi terdengar rengekan mereka minta dimakan secepatnya. Haha. Lebih enak makannya “sepiring berdua” *nyanyi eh. Tapi kita mah sekertas bareng-bareng, ikik. Waw sambelnya dhea mantab banget pedesnya, haah, bikin bibir jontor *eh lebay. Sambel ciamisnya anggia asin tapi enaaakkkk banget, sambel terasi getoloh. Eh. Kangkung ga tau tuh siapa yang bikin, gile pedesnya, cabenya gede-gede menn. Tahunya enak deh, siapa ya yang bikin? Hehe. Sayang banget masih sisa ya udah deh, aku jualin secara gratis aja, satu-satu aku tagihin tempat makan yang kosong, aku isi-isiin dengan lauk-lauk yang masih sisa. Haha kasian deh iin, aku bawain kangkung pake plastik, padahal mah dia ga mau bawa, tapi aku bilangnya “iin kepengen bawa oleh-oleh, ada plastik ga?”. Eh dapet plastik, iin ga bisa berbuat apa-apa, kasian deh aku paksa-paksa,aku bilang “eh masa pulang ga bawa buah tangan, bawa ajalah”, maafkan aku bu ketua osis yang baru. Yeyeyeye, lauk-lauk yang sisa berhasil abis di bawa-bawain. Karna aku jualannya gratis ya udah deh aku gulung tikar, haha dan bener-bener gulung tikar. Sebelum pulang harus ditutup dulu dong. Tutup aja deh pake nasyid dulu, hamdalah, istighfar, doa kafaratul majlis, dan doa rabithah. Selesai deh, mari kita gulung tikar.

Pulang dengan jalan kaki, sambil nyanyi-nyanyi, lari-lari sama nisa, aas, dan tifani. Hihi seneng deh lebih deket sama ade-adeku. Pulang dari sana capcus deh kerumah aku buat bikin BB. Aduhh rumah aku rame banget. Pada bercanda-bercanda terus. Pada request bikin pie, yaudah deh aku ajarin aja. Lucu banget liat zahrah tegang megang lem tembak yang emang panas, dia ketakutan kena lemnya kaya aku. Haha. Pokoknya hari ini beautiful day. Jangan lupain hari ini ya. Kebersamaan yang begitu indah dibalut ikatan ukhuwah islamiyah ini. Love Rohis, Love ade-adeku karena Allah.
        
 Kami dari “PALANG” Para Akhwat petuaLANG. Saksikan petualangan kami selanjutnya. Syukron.