Jumat, 15 Februari 2013

Malu


Ketika melihat mereka, aku merasa sangat malu. Dengan usia semuda itu mereka sudah bisa melakukan hal yang tak bisa aku lakukan, bahkan lebih baik jika aku bisa melakukannya. Rasanya malu jika aku memutar roda kehidupan ini lagi, saat seusia mereka aku bukanlah apa-apa, aku hanya seonggok debu yang tak berguna. Jangankan melakukannya, keinginan pun tak ada. Mereka adalah adikku, yang hebat melebihi diriku, yang shalihah melebihi diriku, yang penyayang melebihi diriku, yang baik melebihi diriku, yang punya keberanian melebihi diriku.

Mereka sungguh beruntung, karena mengenal rohis di usia muda. Menjadi aktivis di usia muda. Tak seperti aku, walau aku mengenal rohis di usia yang sama seperti mereka, tapi saat itu aku hanya kenal, tak merasa cinta dan berada di dalamnya. Mungkin karena kesombongan, atau keegoisanku.

Tak mudah untuk berubah, untuk berdamai dengan diri, untuk membuka pintu hati, untuk menyilahkan orang lain masuk dalam kehidupanku. Butuh waktu lama untuk melakukannya. Mereka beruntung, karena hidayah datang lebih awal. Mereka beruntung, karena dapat berubah lebih awal. Tak sepertiku yang baru mau menerima hidayah setelah bertahun-tahun lamanya.  Yang mau berubah setelah bertahun-tahun lamanya.

Masihkah tersisa waktu untukku? untuk memperbaiki diri, untuk berdamai dengan diri, untuk membuka hati, untuk menyilahkan orang lain masuk dalam kehidupanku, untuk berubah? Masihkah tersisa waktu untukku? untuk mencari hidayah-Mu? Semoga masih tersisa waktu untukku. :’) karena aku malu, jika tak bisa menjadi teladan bagi adik-adikku, jika tak bisa menjadi baik dihadapan-Mu juga dihadapan adik-adikku :’)

Rabu, 13 Februari 2013

Smngt


Akhir-akhir ini aku tak melihat semangat itu ada dalam dirimu.
Apakah mulai luntur? Atau sudah hilang?
Ku harap semangat itu hanya bersembunyi sebentar di balik tubuhmu.
Aku tak ingin melihatmu tanpa semangat itu, semangat yang selalu tergambar saat aku melihat dirimu.
Semangat yang membuatku merasa tak sendiri dalam perjuangan ini.

Kawan, ayo kita kobarkan semangat itu lagi!
Semangat yang dulu pernah ada!
Semangat tanpa batas!
Biarpun dalam keadaan susah, sedih, duka semangat kita harus tetap membara!

toF

Jumat, 28 Desember 2012

Surat Dari Murabbiahku


Teruntuk Mutarabbiahku Yang di Rahmati Allah SWT

Tak terasa hampir tiga tahun kita bersama..
Smoga membawa keberkahan atas kebersamaan ini..
Adikku.. Betapa engkau menjadi berarti untuk hidup kakak..
Karena engkaulah yang membuat kakak bangga menjadi murabbiah..

Di sini kita saling mengenal dan mengetahui masing-masing..
Suasana saling mengenal (ta’aruf) antara kita,
harusnya melandasi sikap saling memahami (tafahum) dengan sesama saudara
dimana tafahum itu mengokohkan sikap saling memikul beban (tafakul)
tuk membantu meringankan kesulitan di antara kita..
Bisakah kita... mendapatkan tenaga dari kelebihan masing-masing diantara kita..?

Masa-masa yang dilalui..
Tak terasa membawa kita pada kebermaknaan hidup..
Kalian tumbuh menjadi dewasa..
Terlihatlah perubahan dalam diri kalian..
Smoga perubahan yang baiklah yang kakak temui..

Betapa perjuangan yang dulu kakak dan teman-teman rasakan ..
Smoga menjadi peristiwa yang terindah dan tak terlupakan
serta menjadi pelajaran yang berharga kelak tuk mu di suatu hari nanti..
Saat meneruskan perjuangan dalam membina adik-adikmu di SMP tercinta ini.

Buatlah Allah bangga..
Dengan selalu menyebut namamu di hadapan para malaikat-malaikatNya.
Dan juga membuat para bidadari yang ada di syurga merasa iri dan cemburu
atas amal terbaikmu (ihsan dalam segala hal).
Buatlah orangtuamu bahagia dengan keshalihanmu
yang akan menolongnya saat lantunan doa-dosamu terucap untuknya..
Buatlah saudaramu merasa tenang dan hangat saat berada di dekatmu
karena pancaran keikhlasanmu..
buatlah sebanyak-banyaknya prestasi yang mengharumkan nama sekolahmu..

Adiku.. yang kakak sayangi.. karena Allah..
Kuatlah engkau..
Yakinlah akan pertolongan Allah..
Istiqomahlah.. di jalan ini...
Saling menasehati dalam kebaikan
Saling mendoakan antar sesama
Agar kebersamaan  ini selalu dibalut oleh ikatan Ukhuwah Islamiyah
Yang membuat hati-hati kita semakin dekat dengan Mahabbatullah...

Bersama Allah selalu dan selamanya
(Ka Nana)

Kamis, 27 Desember 2012

Nur Hidayah


Kalian itu mutiara bagi aku. Kalian itu berlian yang tak ternilai harganya. Kalian itu teman, sahabat, sekaligus keluarga aku. Aku beruntung karna Allah mengirimkan kalian ke sisi aku. Allah mengirimkan sahabat yang baik buat aku. Aku bersyukur karna Allah telah mengirimkan kalian. Kalian itu peduli, pengertian, sabar, seru, semangat, shalihah, baik, cantik, pintar.

Anggia, Nisa, Salma, Hani. Aku bahagia, aku senang, aku gembira, aku sedih, aku galau, aku marah. Makasi ya udah bikin hari-hari aku berwarna kaya pelangi.

Puti, dinda, mita, hanum juga. Keep istiqomah. Ana uhibbuki fillah ya ukhti. Aku berharap bisa kumpul bareng kalian lagi. Kaya dulu, setiap hari sabtu. Dulu sebelum kita pisah kelompok. Pelan pelan, satu persatu dari kalian gugur. Maafkan aku, karna ga bisa mempertahankan kalian untuk tetap ada disini. Maafkan kesalahan aku yang udah ngebuat kalian pergi. Keep our memories in your hearts. I wish you come back to my side. I miss you very much. Do you miss me? Do want to meet me? I realy want to meet you.

Salma, kamu mengajarkan aku arti kerja keras, ikhlas, dan menjalankan amanah dengan baik. Apapun yang di amanahkan kepadamu, kamu lakukan dengan baik. Kamu ga pernah ngeluh ketika banyak amanah yang kamu emban. Aku ga pernah denger keluhan kamu. Kamu hebat. Kamu juga bisa bagi waktu dengan baik, walaupun suka telat. Tapi setiap acara yang kamu buat atau undangan untuk kamu, kau bisa manage itu. Nilai kamu pun tetap bagus. Organisasi jalan terus, rohis, osis, mpk, semua.

Hani, kamu mengajarkan aku untuk menghargai setiap pemberian orang, mengajarkan aku untuk bersikap ramah dengan orang, mengajarkan aku selalu tersenyum, mengajarkan aku untuk meminta maaf jika salah. Kamu itu, gampang terharu, apapun yang orang kasih kamu terima dengan baik, dan tak jarang air mata itu keluar. Ketika kamu  salah, kamu tak segan untuk langsung meminta maaf. Setiap hari senyum manis itu selalu ada di wajah kamu. Karena keramahanmu banyak orang suka dan kenal denganmu. :)

Anggia, kamu mengajarkan aku untuk jadi pemimpin yg baik, pemimpin bagi diri sendiri dan juga orang lain, kamu mengajarkan aku untuk menjadi seseorang yg bijaksana, bijaksana menyikapi segala hal. Kamu memang pantas menjadi ketua keputrian. Anak rohis ga salah milih kamu sebagai ketua. Kamu bukan cuma cantik, tapi juga cerdas dan shalihah. Kamu itu unik, suka melakukan hal-hal aneh, diluar pemikiran. Kamu hebat pokoknya.

Nisa, kamu mengajarkan aku untuk jadi orang yg kreativ. Bisa melihat peluang yang ada. Kamu tuh hebat banget di bidang seni dan komputer. Gambar yang kamu bikin ga seperti yg ada di fikiran kita. Kamu paling hebat kalo soal games.

Ka Iim. Engkau adalah mentor kami yang pengertian, keibuan, dan super sekali. Perjuangan engkau benar-benar hebat. Anak yang engkau gendong dan ada di kandunganmu tak menyurutkan semangatmu untuk membagi ilmu yang kau punya kepada kami. Engkau pun sangat sabar menghadapi kami yang sangat cerewet, tak bisa diam, dan banyak tanya. Nur Hidayah juga engkau yang menamainya. Aku sangat ingat ka, ketika kami memberikan hadiah sebuah al-quran, engkau terharu dan meneskan air mata.

Ka Nana, murabbiah kami yang subhanallah.. Amat sangat luar biasa. Walaupun kita ngeselin, susah diatur, kurang perhatian, tapi... tapi ia selalu sabar dan sayang dengan kami. Ia yang mengubah kami, bukan lebih tepatnya lewat Ka Nana Allah mengubah kami menjadi lebih baik, lebih islami, lebih shalihah, walapun belum sempurna. Sepertinya tak cukup satu buku untuk menuliskan semua tentang Ka Nana. :’)


Nur Hidayah, aku mencintai kalian semua karna Allah. Semoga ukhuwah kita selalu terjaga. Semoga lewat ukhuwah ini, kita bisa sama-sama menggapai surganya Allah. Aamiin.

Rabu, 14 November 2012

Aku Merindukanmu




Sudah berapa lama kita tak bertemu?
Sudah berapa lama kita tak bertegur sapa?
Sudah berapa lama kau tak tersenyum untukku?
Sudah berapa lama sobat?
Aku tak dapat menghitungnya
Mungkin karna sudah terlalu lama
Atau mungkin karna aku lupa

Pertemuan denganmu yang selalu aku rindukan
Teguranmu yang selalu aku tunggu
Senyummu yang selalu buatku bahagia
Sudah sangat lama aku tak menemukannya

Mungkin aku terlalu lama tersibukkan dengan urusan sekolah
Mungkin aku terlalu lama pergi tanpa kabar
Mungkin aku terlalu lama pergi tanpa meninggalkan jejak

Maafkan aku sobat
Aku sangat jarang menanyakan kabarmu
Aku sangat jarang mengingatkanmu untuk selalu istiqomah
Aku sangat jarang mengatakan bahwa aku mencintaimu karna Allah

Disini....
Pada detik ini..
Aku merasa sangat merindukanmu..
Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk melihat wajahmu..  :’)


Selasa, 06 November 2012

Nenek


Ia adalah seorang nenek yang sangat menyayangi cucunya. Dahulu saat ia masih bisa berjalan, ia selalu membuatkan masakan untuk kami, saat ia tak bisa berjalan normal dan harus menggunakan kursi roda pun begitu. Ia tetap membuat masakan yang enak untuk kami. Yang sering ia masak adalah rendang, tiap kali aku berkunjung ke rumahnya, selalu ada menu rendang dengan sayur sop di tambah kerupuk, sangat lezat apalagi dimakan bersama sepupu-sepupuku. Makanan yang paling ku suka dari mbah adalah nasi goreng. Nasi goreng yang ia bikin sangaaaattt lezat. Biasanya dimakan dengan telur dadar dan kerupuk. Kerupuk memang wajib menjadi pelengkap di setiap makanan. Walaupun telur dadar mbah selalu asin, aku tetap memakannya, karna telur itu dibuat dengan rasa cinta nenek kepada cucunya.

Hampir setiap hari ia menelpon anak-anaknya. Satu-satu ia telpon, ya.. hanya sedikit menyapa, tapi mungkin itu bisa mengobati kesepian. Bagaimana tidak rumah yang sebesar itu hanya ditinggali oleh dua orang, mbah kakung dan mbah putri. Dulu rumah ini terpisah tiga, tetapi kemudian di satukan, begitu kata umiku. Aku dan keluargaku sempat tinggal disini selama 10 tahun. Pada tahun 2002 kami pindah ke Bojonggede, tepatnya di perumahan Griya Waringin Elok. Sebelum kami pindah, yang menempati rumah mbah ini adalah mbah kakung dan mbah putri, keluargaku, keluarga amahku, dan omku yang belum menikah. Setelah lama tinggal, amahku pun memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan, dan kemudian pindah lagi ke rumah yang dia beli. Setelah omku menikah ia tinggal di Bekasi, rumah warisan mbah kakung. Sejak saat itu rumah mbah menjadi sepi.

Ketika kami masih kecil, kami sering berkunjung dan menginap, bersama sepupu-sepupuku yang lain. Sering kami membuat mbah triak-triak karna kegaduhan yang kami buat di rumah atas. Tapi setelah mbah selesai marah-marah, kami melanjutkan permainan kami lagi. Dan kemudian di marahin lagi. Tapi kami tetap saja bermain, hahaha. Maafkan kami mbah. Tetapi setelah kami besar #sekitar SMP dan SMA# kami mulai jarang berkunjung karna kesibukan kami. Karna itu mbah sering menelpon menyuruh kami datang. Jika sempat kami pun datang dan menginap.

Sekarang sakit mbah semakin parah, senin yang lalu tanggal 24 september 2012, mbah masuk UGD. Tetapi setelah itu pulang karna ia tak mau di rawat. Ia tak mau makan dan tak bisa tidur. Ia hanya bisa tiduran di kasur. Biasanya sebelum shubuh ia sudah bangun dan minum kopi bersama mbah kakung, setelah sholat shubuh ia menonton ceramah pagi di televisi, kemudian berita. Mbah sudah hafal jam tayang berita, sehingga selalu menanyakan sekarang jam berapa, ketika sudah jamnya ia keluar kamar dan menonton TV. Setiap sore ia duduk di teras rumah, bercengkrama dengan tetangga dan anak-anak kecil. Tapi sekarang tidak lagi, ia hanya terbaring lelah di tempat tidur, seringkali ia berteriak dan menangis karna sakit yang ia rasa. Perut mbah juga bunyi “dok dok dok”, apakah sangat sakit? Sampai perutnya bunyi seperti itu?

Aku sedih. Aku ingin yang tebaik untuk mbahku, apapun yang Allah berikan. Aku hanya ingin yang terbaik. Aku tak ingin mbah terus tersiksa seperti ini. Aku kasihan melihatnya, aku sedih melihatnya. Ketika berpamitan untuk pulang mbah bilang “maafin mbah ya. Sayang sama umi sama abi. Siapa tau nanti mbah di panggil Allah.” Air mata itu, rasanya tak dapat terbendung lagi. Siapa yang tak menangis jika mendengar kalimat seperti itu. Aku tak sanggup berkata-kata lagi, aku hanya bersalaman lalu keluar kamar, tentunya dengan menahan air  mata yang memaksa untuk keluar.

Seminggu setelah kedatangan kami, keadaan mbah mulai membaik. Mbah sudah mulai menikmati berbagai macam makanan, walaupun hanya sesendok dua sendok. Tapi itu lebih baik dari sebelumnya. Tak lama setelah itupun mbah sudah mulai sholat duduk lagi, dan bisa beraktivitas seperti biasa, menonton televisi dan sebagainya. Aku sangat senang mendengar kabar baik itu. Semoga kesehatan mbah terus terjaga. Aamiin. 

Sabtu, 03 November 2012

LADAKU (shoLAtku ibaDAhKU)

LD (Lembar Dakwah) Rohis Al-Hadistiyah





lambang.jpgAshsalatu khairum minan naum” Suara adzan shubuh menggema dari seluruh penjuru kota, membangunkan semua orang untuk menunaikan sholat. Aku terbangun sejenak lalu kembali tertidur, entah mengapa mataku rasanya sangat sulit untuk dibuka, badanku sangat sulit untuk digerakkan. “Nit.. nit.. nit..” Suara berisik itu membangunkanku. Jam menunjukkan pukul 06.30, aku sudah terlambat sekolah, aku pun bergegas mandi dan pergi. Seperti biasa aku telat datang kesekolah, alhasil aku diperbolehkan masuk kelas pada jam berikutnya. Oh ada sesuatu yang aku lupakan, PR Biologi! Dengan kekuatan tangan super cepat aku pun mengerjakan PR ku. Terpaksa aku menghabiskan waktu istirahat keduaku untuk mengerjakan PR, aku akan sholat nanti sepulang sekolah.


Tak terasa bel pulang berbunyi, aku berlari menuju gerbang sekolah dan segera pulang. Sangat melelahkan hari ini, sesampainya di rumah aku bergegas menuju kamar dan melemparkan tubuhku ke kasur. Ibu membangunkanku pukul 18.00, saat adzan maghrib berkumandang. Berhubung aku belum mandi, aku pun menyempatkan mandi sebelum meneruskan aktivitas malamku. Tugas lagi, tugas lagi, PR lagi PR lagi, sudah pukul 23.00 tugasku belum juga selesai. Aku merasa sangat ngantuk, ini sudah lewat jam tidurku, dan.... “zzzz” akupun akhirnya tertidur diatas permadani.

Itulah kehidupanku 1 tahun yang lalu. Saat aku masih duduk di kelas X. Tidur, sekolah, Tugas, PR hanya itu yg ada dalam fikiranku. Sedih mengingatnya. Sebuah pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Kehidupanku dahulu membuat aku tersadar, dan membuatku menjadi lebih baik. Ada suatu kejadian yang membuatku menyadari kesalahanku. Suatu hari aku berjalan melewati DPR dekat masjid At-Tarbiyah, di sana berkumpul anak-anak kelas X yang sedang mentoring, mereka membahas tentang sholat, dan kata-kata yg terucap dari sang mentor langsung mengena kedalam hatiku, ia berkata Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi). dan seketika itu juga aku berlari ke masjid dan menunaikan sholat yang sering aku tinggalkan. Aku bertanya dalam hatiku. Kemana saja aku dulu? mengapa aku merasa sholat tak penting? Mengapa begitu? Padahal yg ku dengar barusan sholat yang akan ditanya pertama kali di akhirat kelak?? Mau menjawab apa aku nanti? Ya Allah... Ampunilah aku. Aku menangis dalam sujudku.

Sabtu, 29 September 2012

Satu Pena Seribu Cerita


Alhamdulillah akhirnya kegiatan NEUTRON minggu ini berjalan dengan lancar. Acara ini dihadiri kurang lebih 20 peserta baik dari kelas 10, 11, ataupun 12. Alhamdulillah lebih baik dari sebelumnya. Sebelum acara ini, aku dan kawan-kawan rohis yang lain berkumpul dengan Bu Nanik, pembina rohis SMAN 6 Bogor. Beruntung banget SMAN 6 punya pembina rohis seperti Bu Nanik. Pembina rohis yang perhatian dan luar biasa. Bu Nanik bilang, “Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat, seperti ragi, ragi hanya diperlukan sedikit namun pengaruhnya sangat besar.” 

Disadari atau tidak masjid SMAN 6 Bogor itu emang megah, bagus, dan luar biasa banget. Cerita dari Bu Nanik nih katanya buat bangun masjid ini para wali kelas ngumpulin dana selama 6 tahun. Bukan waktu yang lama ya? Tetapi realitanya sekarang masjid sepi dan kotor. Masjid bagus tapi tak diimbangi dengan kualitas jamaah yang bagus. Seharusnya masjid bagus itu bisa jadi cerminan kualitas ibadah kita. Bersyukur banget Bu Nanik ngingetin, semoga aja setelah ini semuanya menjadi lebih baik. Semuanya! Termasuk rohisnya juga. Kata Bu Nanik juga “Kakak-kakak ILMA dengan segudang aktivitas yang mereka miliki, masih menyempatkan datang dan perhatian dengan rohis. Seharusnya kita yang aktivitasnya hanya sedikit bisa lebih semangat dan perhatian dengan rohis.”Mungkin segitu aja rapatnya.

Sekarang kita ke acara SATU PENA SERIBU CERITA. Pembicaranya murid SMAN 5 Bogor. Wow ya! Umurnya sama, tapi kakak kelas. Namanya kak Suci. Ka Suci mulai nulis sejak kelas 4 SD, novel pertamanya “The Roku G” #kalogasalah. Dan udah nerbitin 8 Novel. Subhanallah ya. Katanya si kakak awalnya Cuma coba-coba, dan ternyata naskahnya diterima. Oh iya si kakak ini bisa nyelesaiin 1 novel dalam waktu 1 minggu loh! Hebat yah!  Ini point-point yang aku dapet dari ka Suci, silakan di baca! Bermanfaat banget loh! Ngebantu banget buat jadi masukan dan inspirasi. Cekidot!

# Untuk menuangkan ide yang kita punya:
^Kita harus membuat kerangka karangan.
@ Bagaimana awalnya?
@ Bagaimana jalan ceritanya?
@ Bagaimana endingnya?
# Mencari keistimewaan dari setiap ide itu.
# Cara membuat cerita yang sederhana menjadi luar biasa adalah dengan pemilihan kata.
#Banyak membaca menambah kosa kata.
# Jika ingin menuliskan kisah seseorang dengan nama asli kita harus meminta izin dan persetujuannya terlebih dahulu.
# Agar naskah diterima kita harus:
^Memenuhi persyaratan penerbit seperti jumlah halaman
^Memilih tema yang jarang, unik, dan menarik.
^Menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.
# Menulis di sesuaikan dengan mood.
# Jangan takut untuk mengirimkan naskah ke penerbit.
# Ide cerita yang mudah adalah realita dalam kehidupan kita sehari-hari.


Sekian....
Jakarta, 29 September 2012. 19.00

Kamis, 20 September 2012

Adik


Dik, maafkan aku jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi kakak yang baik bagimu..
Aku sedang belajar dik..
Belajar untuk menjadi kakak yang baik bagimu..
Kakak yang perhatian..
Kakak yang peduli..

Namun, sampai saat ini aku masih belum bisa..
Maafkan aku dik, aku membuatmu menunggu lama..
Maafkan aku dik, aku membuatmu meneteskan air mata..

Aku tahu perkataanmu jujur..
Kata-katamu keluar dari hatimu yang tulus itu..
Aku jahat? Aku berubah..
Mungkin memang benar..
Tapi kau harus tahu bahwa rasa sayangku padamu tak pernah berubah..

Maaf dik, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku..
Aku terlalu sibuk dengan tugas-tugasku..
Sampai aku sering tak pedulikanmu..
Dan tak dapat membantumu menyelesaikan tugasmu..

Maaf dik, aku sering fudul handphonemu..
Aku sering fudul buku harianmu..
Tapi dik, aku hanya ingin tahu keadaanmu..
Aku ingin tahu teman-temanmu..
Aku ingin tahu pergaulanmu..
Aku ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja..

Terlalu banyak salah yang telah ku perbuat dik..
Aku tahu kau adalah adik yang baik..
Kau pasti bisa memaafkanku?
Benar kan?
Kalau tidak...
Berarti  aku memang tak pantas mendapatkan maaf itu..

Jangan contoh aku jika aku salah..
Jangan contoh kelakuanku yang tak karuan..
Jangan contoh sikap burukku..
Jangan contoh kemalasanku dik..
Tapi contohlah apa yang baik bagiku dan bagimu..

Dik, maafkan kakakmu ini. Aku menyayangimu selalu..

Kakakmu
Isyah Rodhiyah

20 September 2012

Rabu, 19 September 2012

Kakak


Aku sering merasa iri dengan kedekatan mereka.
Aku juga ingin dekat dengan mereka, sangat ingin, sangat sangat dan sangat ingin.
Tapi aku tak bisa.
Aku tak tahu apa yang mau aku ceritakan.
Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Aku tak tahu.

Aku takut tak dipedulikan.
Aku takut tak didengarkan.
Aku takut diremehkan.
Aku takut disangka mengikuti.
 Aku takut.

Aku sering menangis dan memikirkan hal itu.
Terkadang hal  itu berdampak pada kehidupan dan sikapku.
Aku tahu kakaku tak suka dengan anak kecil, dan aku adalah anak kecil baginya.

Aku rindu, aku rindu kakaku.
Aku rindu melihatnya dirumah.
Aku rindu melihatnya belajar.
Aku rindu melihatnya menonton tv.
Aku merindukan kedua kakaku.
Sejak menjadi mahasiswa aku jarang melihatnya dirumah.
Aku jarang mendengar suaranya, sangat jarang.

Aku sangat senang ketika ia mengajakku pergi berdua.
Sangat senang, walaupun ketika di jalan ia hanya sesekali mengajakku bicara, atau ia berjalan di depannku dan sesekali menengok ke belakang.
Walaupun begitu aku tetap sangat senang, dan sangat menyukainya.

Mereka teladanku.
Mereka inspirasiku.
Mereka semangatku.
Mereka motivatorku.
Tapi mereka bukan tempatku bercerita.

Ka, rasanya aku ingin mengulangnya lagi.
Ya, saat-saat kita kelas 3.
 Saatnya UN.
Saat-saat kelulusan.
Saat-saat ujian masuk sekolah.
Saat-saat kita saling dukung, kita saling menyemangati, saling mendoakan.
Saat-saat bahagia itu ka, rasanya aku ingin mengulanginya.
Maaf ka, aku tak bisa mewujudkan keinginan kita, keinginan engkau dan aku.
Maafkan aku ka.
Jangan menjauh dariku karna kecewa ka, jangan pernah.
Ku mohon jangan.
Sejutek, senyebelin apapun, kalian tetap kakaku, tetap keluargaku.




Sabtu, 8 September 2012
Adikmu
 Isyah Rodhiyah