Senin, 20 Januari 2014

Youth Camp

            H-2 Youth Camp rasanya galau banget, ga ada temen akhwat yang bisa ikut, adanya ikhwan. Di tambah galau lagi tepat tanggal 10 November 2012 SMAN 6 Bogor mengadakan acara FENTURA. Anak-anak ikhwan yang mau ikut youth camp, kepengen ikut fentura terlebih dulu, baru kemudian menyusul ke tempat youth camp. Ini membuatku semakin bingung jika berangkat pagi ga ada temen, kalau siang bareng anak ikhwan dan repot. Muter-muter otak sambil berdoa sama Allah minta jalan keluar. H-1 youth camp, malamnya dapet kabar kalau anak ikhwan ga jadi ikut, kaget, bingung, bengong, campur aduk deh. Alhamdulillah Adilah mau nemenin aku ikut youth camp. Mungkin itu jalan terbaik yang Allah kasih ke aku. Biar aku ga ribet ke sekolah, dan ga malu karna berangkat bareng anak ikhwan.
            Hari H youth camp, pagi-pagi bangun terus sholat dan nyiapin barang bawaan. Pagi itu setelah sholat shubuh Adilah tidur, dan susah untuk bangun dan menyiapkan barang. Aku takut ia tak jadi ikut, aku tak mau pergi sendiri. Alhamdulillah sejam kemudian ia bangun dan bersiap-siap. Pukul 07.00 kami berangkat menuju Al-Bunyan di BCC. Pukul 07.40 kami sudah sampai di depan BCC, dan bertemu dengan seorang akhwat yang ikut acara youth camp juga, Henny namanya, ia sedang menunggu temannya datang. Tak lama kemudian teman Henny datang, ia adalah Sofi, aku sudah mengenal ia sebelumnya dari sahabatku Echan, ia adalah alumni UQ. Mereka berencana mengikuti acara youth camp sampai sore, tetapi aa panitia bilang kalau boleh izin setelah maghrib, dan itu tak memungkinkan untuk pulang, karena daerahnya jauh dari trasportasi. Henny dan Sofi sempat bingung. Sofi memutuskan untuk pulang, dan aku meminta Henny untuk tetap ikut. Henny mencoba menelpon ibunya, beberapa kali yang mengangkat ayahnya. Telpon yang ketiga ibunya yang mengangkat, setelah meminta izin di sertai alasan-alasanya ibunya pun memperbolehkan ia untuk ikut youth camp sampai besok siang. Dengan bermodalkan baju pinjaman dari Sofi, Henny ikut berangkat menuju YAPIPI. Kami di bagi menjadi 13 kelompok, 5 kelompok ikhwan dan 8 kelompok akhwat yang terdiri dari 12 anggota. Aku, Adilah, dan Henny masuk ke kelompok 7. Setelah registrasi dan pembagian kelompok selesai, kelompok yang sudah berjumlah 12 orang diberangkatkan. Panas terik matahari, asap, dan debu mewarnai perjalanan kami. Ditambah lagi dengan kemacetan yg kerap kali kami temui, cukup membuat pagi bertambah runyam. Kami sampai di YAPIPI setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam.
            Akhwat dan ikhwan berbaris sesuai kelompok mendengarkan pengarahan, setelah selesai kami pergi menuju barak. Peserta akhwat yang begitu banyak membuat barak terlihat sangat sempit, kecil, dan sumpek, bukan bukan hanya terlihat seperti itu, kelompok aku pun tak kebagian tempat, semuanya telah penuh terisi, hanya tas kami saja yg cukup. Satu jam sudah kami ada disini, pembukaan dilaksanakan di aula tempat ikhwan menginap, tak jauh dari barak kami, hanya berjalan menuruni tangga, dan berjalan disebelah empang. Seperti halnya sebuah acara, setiap kelompok diminta untuk memberi nama dan membuat yel-yel. Ya, kami memutuskan menamai kelompok kami dengan nama “I Gusti Ngurah Rai” setelah beberapa kali berganti nama. Ada hal yang terlupakan, Adilah menunggu di barak karena sakit, aku pun mengirimkan sms kepada umi tentang keadaannya saat ini, tak lama setelah smsku terkirim, abiku datang meluncur dengan motor berwarna abu-abu merah, mengenakan jaket abu-abu yang biasa dipakainya dan helm. Kembali pada acara di barak ikhwan, acara yang sekarang sedang berlangsung adalah AMT, seperti halnya AMT yang sering ku ikuti, AMT ini membuat semangat juangku semakin berkobar, seperti menyalakan sebuah api baru. Haha :D kata-kata yang paling aku sukai dan aku ingat adalah “ORANG CERDAS ADALAH ORANG YANG MENIKMATI SETIAP KONSEKUENSI DARI SETIAP PILIHANNYA”. Kata-kata ini memang benar-benar super. Seperti pada hari kedua YC, aku dan Henny merasa sangat bosan dengan kegiatan yang berlangsung, tapi kata-kata itupun datang di fikiran kami, dan mengingatkan kami untuk menikmati setiap konsekuensi. Sore menjelang, acara selanjutnya terus berlangsung, membuat proposal hidup, sholat maghrib, lalu isya, lalu latihan untuk acara pentas seni, lalu tidur. Lagi-lagi ku katakan ini, barak akhwat sangat sempit, akupun tak dapat tempat untuk tidur, ya, ini bukan rumahku, rumah memang menjadi tempat paling nyaman untuk istirahat. Tapi aku sadar, ini pilihan yang telah aku ambil, ini konsekuensinya, oke aku harus menikmatinya. Dini menjelang, kami bangun menunaikan sholat tahajud dan renungan yang lagi-lagi dilaksanakan di barak ikhwan.
            Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh.. delapan.. Semua serempak bergerak mengikuti gerakan ka Dena yang memimpin senam pagi ini. Bergerak ke kanan dan ke kiri, dengan gerakan yang sering sama, yang lama-lama membuat kami bosan. Tapi untuk kalimat yang satu ini kami tak pernah bosan, “menikmati konsekuensi”. Yaaa... ini yang aku tunggu-tunggu, semua pasti tau acara paling seru di setiap acara, ya yang satu ini, outbond! Haha :D.  Tapi tunggu dulu, sebelum outbond, kami harus menampilkan sesuatu yang telah kami siapkan semalam. Yang paling menarik menurutku adalah drama bebek, itu kreativ banget, walaupun dari awal hingga akhir dialognya Cuma “wek wek wek” tapi di akhir cerita pesannya dapet banget. Semua sudah menampilkan hasil latihannya. Kami bergegas menuju lapangan dan berbaris sesuai kelomopok, setelah mengikuti games pembuka dan pengarahan, outbondpun dimulai. Aku tidak begitu ingat dengan semua permainan yang ada, yang paling aku ingat adalah games omelet, kotak-kotak, segitiga listrik, dan spider web. Henny, kawanku yang satu ini sangat cerdas aku berikan 4 jempol untuknya. Ia memiliki strategi yang keren, sehingga kami berhasil menyelesaikan permainan dengan baik. Outbond selesai, waktunya untuk bersih-bersih. Aku dan Henny memutuskan untuk pulang lebih dulu dari yang lainnya, kami akan bersih-bersih dirumah Henny yang ternyata tak jauh dari lokasi acara. Kami yang sangat hauspun bergegas mencari warung untuk membeli minum, dan seketikan minuman yang kami beli habis. Untuk sampai di rumah Henny, kami harus menaiki 2 angkot dan ojek. Sehabis menunaikan sholat ashar, aku kembali ke rumah dengan diantar Henny hingga naik angkot. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa, yang tak pernah terhapus dalam memori ingatanku hingga saat ini. Oh iya ada yang lupa aku ceritakan di paragraph sebelumnya. Aku dan Henny sangat senang, karena beberapa teman kami tertarik dengan jilbab yang kami kenakan, mereka meminta kami mengajari cara mendouble jilbab, dan mereka juga berkata akan mencoba mengenakan jilbab syar’I ke sekolah. Dan karena kekompakan tim kami di acara outbond, kamipun dinobatkan sebagai tim terkompak. Ayey!

Kamar Mungil, entah kapan ini mulai di tulis dan berakhir pada 20 Januari 2014.

Kamis, 28 November 2013

Astiowati's Birthday

Hai hai! Sekarang tanggal 28 November ya?? asikkk ada yang milad ternyata.. Astiowati Hanifah namanya.. Cie dia nungguin ucapan dari aku banget loh.. nih nih:




Tenang aja kok as, aku inget tanggal ultah kamu.. inget banget malah... aku udah mikirin mau ngasih apa ke kamu dari jauh-jauh hari.. tapi trus aku bingung. wkwkwk
dan jadilah ini:






Kamar Munggil, 28 November 2013 21:57 WIB

Sabtu, 24 Agustus 2013

Tentang Cintaku

Cintaku tak dapat di rumuskan dengan logika matematika..
Tak dapat diuraikan dengan puisi bahasa Indonesia..

Cintaku tak bisa dilihat dengan mikroskop..
Juga tak dapat diamati dengan teleskop bintang..

Cintaku ini bukan cinta biasa,
Yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis,
Basa sunda, ataupun bahasa Inggris..

Jika dalam kimia terdepat teori pengikatan electron..
Cintaku ini tak dapat di satukan dengan teori itu..

Cintaku seperti seni..
Terukir indah di atas pualam..
Sehingga menyejarah..
Dan selalu di kenang..

Cintaku tak hanya sekedar seperti PKN..
Yang mencintai kalian atas dasar satu bangsa..
Tapi cintaku ini di dasarkan oleh agama..
Karena di surga nanti Allah akan mengumpulan orang yang saling mencintai karena-Nya..

Ana uhibbukum fillah..

Kamar mungil, 24 Agustus 2013
22.10 WIB

#Inspirasimalam
#Semangattanpabatas




Rabu, 21 Agustus 2013

Terlena dalam pujian


Siapa yang tak suka di puji? “Kamu Cantik, Pintar, Hebat, Imut, Keren, Kece, Bijaksana, Lemah lembut, dan sebagainya”.  Pujian membuat senyuman tersungging di bibir, hati merasa senang, dan tubuh menjadi riang. Itu efek pertama dari sebuah pujian.

Tapi tahukah kawan? Di sadari atau tidak, seringkali kita terjebak dan terlena  dalam pujian. Membuat diri seolah puas, seolah paling hebat, tak ada lagi yang perlu diperbaiki, dan tak ada lagi yang perlu diperbuat. Padahal, banyak orang di luar sana yang sedang berlomba-lomba memperbaiki dan memperhebat diri.
Alhasil pujian yang dulu kita terima tak lagi terdengar di telinga, tak lagi tersimpan di hasil, dan tak lagi terfikirkan di otak. Juga, hal-hal yang telah kita raih tak lagi di pandang baik, karena ternyata kita terlalu lama terjebak dan terlena dalam pujian-pujian yg kita dapatkan.

Sebaliknya dengan cacian (red:teguran). Ketika seseorang mendapatkan cacian, orang tersebut akan merasa down, merasa sia-sia dan tak berguna. Tapi kawan, seringkali cacian menjadi suatu motivasi untuk membuktikan kepada dunia bahwa kita BISA LEBIH BAIK dari orang yang mencaci kita. Saat itulah diri kita berbuat lebih banyak dari biasanya, berfikir lebih cerdas dari biasanya, bekerja lebih keras dari biasanya.

Ada cantik, ada jelek. Ada kasar, ada halus. Ada baik, ada buruk. Ada pujian, dan ada juga cacian. Allah telah menciptakannya berpasang-pasangan, saling melengkapi satu sama lain.
Tegur aku di saat salah. Karena aku bukanlah makhluk yang sempurna. Namun, aku mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik. Aku mempunyai mimpi yang ingin ku raih.

Bojonggede, 21 Agustus 2013. Pukul: 21.13

Untukmu yang sedang terlena dan terjebak dalam pujian.

Kamis, 15 Agustus 2013

Dukungan Mesir terhadap Proklamasi Kemerdekaan RI | by @Pusaka_ID




Oleh  Pusaka Indonesia
@Pusaka_ID 

(1) Indonesia memproklamirkan kemerdekaan tgl 17 Agustus 1945. Namun harus ada pengakuan dari negara2 lain.

(2) Dukungan Mesir thd Kemerdekaan RI a.l tertulis di buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" karya M. Zein Hassan Lc.

(3) Dukungan nyata Palestina thd kemerdekaan RI sangat nyata, di saat negara2 lain belum berani memutuskan.

(4) Setelah seruan dari Mufti Palestina, negara berdaulat pertama yg berani mengakui kedaulatan RI adalah Mesir.

(5) Pengakuan resmi Mesir (yg disusul negara2 Tim-Teng lain) jadi modal besar RI utk sah diakui sbg negara merdeka.

(6) Pengakuan & Dukungan Mesir membuat RI sejajar dgn Belanda dlm segala perundingan ttg Indonesia di lembaga internasional.

(7) Setelah Dukungan Mesir, sokongan dunia Arab thd kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat.

(8) Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia ' utk mendukung Kemerdekaan RI.

(9) Perwakilann mereka di PBB dan Liga Arab sgt gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dlm sidang di lembaga tsb.

(10) Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.

(11) Saat insiden Surabaya 10 Nopember 1945, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah, khususnya Mesir.

(12) Ribuan penduduk & buruh pelabuhan Mesir gunakan puluhan motor-boat dgn bendera merah-putih, tanda solidaritas kpd RI.

(13) Mereka memblokade motor2 boat perusahaan asing yg ingin menyuplai air & makanan utk kapal "Volendam" milik Belanda.

(14) Melihat fenomena itu, TIME (25/1/46) menakut-nakuti Barat dgn kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia & Dunia Arab.

(15) Bung Hatta: "Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan...

(16) ...dan negara2 Arab lainnya thf Indonesia..., segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali...

(17) ...atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau."

(18) Saat ini, kudeta berdarah terjadi di Mesir. Mari membalas budi thd Dukungan Mesir, krn peran mereka thd Kemerdekaan RI sangat besar.

*https://twitter.com/Pusaka_ID

Senin, 12 Agustus 2013

Bukan Siapa-Siapa



                Dik, aku masih ingat waktu pertama kali kita dekat...
                Dik, aku masih ingat saat kita menjalani bisnis bersama..
                Dik, aku masih ingat saat kamu sering berkunjung ke rumahku..
                Dik, aku masih ingat saat aku dibonceng motor olehmu..
                Dik, aku juga ingat saat kita makan bakmi berdua..
                Dik, aku juga ingat saat kita bernyanyi marawis bersama..

Dik, sejak aku lulus dari sekolah itu hubungan kita tak sebaik dulu..
Aku jarang mengkontakmu, kamupun begitu..
Mungkin ini salahku, yang kurang perhatian denganmu..

                Dulu, kau  mau bercerita tentang kehidupanmu kepadaku..
                Dulu, kau mau mendengarkan nasihatku..
                Iya, tapi itu dulu..
Sekarang, aku bukan siapa-siapa bagimu..
Jaga diri baik-baik ya dik..
Masa depanmu engkau sendiri yang tentukan..
Tetap berusaha dan tetap semangat!
Tetap istiqomah dalam kebaikan ya!!

Kamis, 08 Agustus 2013

Tahun ke-16

Tahun ke-16 masa hidup seorang anak perempuan bernama Isyah Rodhiyah.
Berapa banyak amalan yang telah engkau kerjakan?
Berapa banyak salah dan dosa yang telah engkau lakukan?
Berapa banyak orang tersenyum karenamu?
Berapa banyak orang tersakiti karena katamu?

Tahun ke-16 masa hidup seorang anak perempuan bernama Isyah Rodhiyah
Apa tujuan hidupmu?
Apa mimpimu?
Apa cita-citamu?
Apa usahamu?

Tahun ke-16 masa hidup seorang anak perempuan bernama Isyah Rodhiyah
Berapa derajat kau telah merubah perilaku dan sifat burukmu?
Berapa sering kau belajar untuk memiliki perilaku dan sifat baik?
Berapa banyak waktu yang engkau isi dengan kesia-siaan?
Berapa lama waktu yang kau habiskan untuk berbuat kebaikan?

Tahun ke-16 masa hidup seorang anak perempuan bernama Isyah Rodhiyah
Setiap detik, setiap hembusan nafas, setiap kedipan mata, kehidupan terus berjalan, waktu hidup semakin berkurang.
Bukan hura-hura ataupun senang-senang harusnya.
Karena jika kau buka buku diarymu, kau putar film kehidupanmu, engkau akan tahu hidupmu sudah bermanfaat atau belum, sudah baik atau belum, engkau sudah taat atau belum, sudah bertaqwa atau belum.
Waktu akan terus berjalan, sekalipun engkau dalam keadaan hancur, waktu tak akan berhenti dan menunggu engkau bangkit, menunggu engkau berubah, menunggu engkau bertaqwa.
Renungkan, dan fikirkan itu.

Senin, 10 Juni 2013

Time


Hari Senin tanggal 10 Juni2013 itu hanya terjadi sekali seumur hidup..
Tak bisa diulang atau dilewat..

Hidup kita di dunia ini sangat singkat..
Dalam Q.s Al-Mu’minun ayat 112-114 dikatakan bahwa, kita hidup hanya satu hari atau setengah hari..
Dalam Q.s An-Naziat ayat 46 dikatakan bahwa, hidup kita lebih pendek dari setengah hari..
Dalam Q.s Al-Ma’arij dikatakan bahwa, kita hidup hanya dua menit satu detik..

Bagitu singkat bukan? Namun, banyak yang tak menyadari..
Seringkali kita membiarkan waktu berlalu begitu saja, tanpa melakukan suatu hal yang bermanfaat..

Dalam Q.s Al-Ashr, Allah bersumpah Demi Masa, bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Dengan singkatnya waktu yang kita miliki ini..
Kita harus lebih sadar dan lebih bisa memanfaatkan waktu dengan baik..
Dengan suatu hal yang lebih bermanfaat..
Dengan beribadah dan menghambakan diri kepada Allah..
Dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran..

Ayo perbaiki diri!
Ayo manfaatkan waktu dengan baik!

Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi.. Aamiin

Isyah Rodhiyah
10 Juni 2013, 21.30
Semangat Tanpa Batas



Selasa, 07 Mei 2013

La Tahzan For Muslimah



Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali akal oleh Allah
Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya
Dan, there is only one choice
Baik dan Buruk
Benar dan Salah
Surga dan Neraka
Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116).

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).

gadisberjilbab.tumblr.com

Rabu, 01 Mei 2013

satusampaisepuluh



Ada seseorang yang datang, meneriakkan perubahan, impian, harapan, dan kemajuan. Yang membuat semangat juang berkobar-kobar. Ide-ide kreatif bermunculan, aksi pun mulai dilakukan. Lalu kemudian, datanglah seseorang yang lain. Ia memberikan banyak masukan, intinya sebuah kebaikan, saran yang membangun. Namun, entah mengapa, yang ia sampaikan membuat semangat yang berkobar-kobar itu seketika padam.
Kejadian ini harus disikapi dengan fikiran yang jernih dan hati yang tenang. Ini adalah sebuah teguran, yang pantas kita dapatkan saat ini. Ibarat angka 1-10, sekarang kita berada di angka 1, lalu kita ingin ke angka 7, namun melupakan angka 2-6. Ibarat sebuah gedung, kita ada di lantai 1 dan ingin naik ke lantai 2, namun tak ada tangga ataupun lift di gedung itu, kita butuh membangun sebuah tangga untuk dapat sampai ke lantai 2. Artinya untuk mencapai sebuah tujuan, kita membutuhkan proses, yang mungkin cukup lama. Kita harus menjalani semua tahapan, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Hal besar dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus.
Kita butuh semangat, tapi ada yang tak kalah penting yaitu kemampuan. Jadi, selain semangat kita juga perlu kemampuan. Bukan berarti karena kita tak bisa menciptakan hal besar hari ini, semangat kita padam begitu saja. Nyalakan kembali cahaya semangat itu. Tanamkan dalam diri bahwa semangat kita tak ada batasnya. Aksi yang udah kita lakukan saat ini, tak berarti sia-sia. InsyaAllah akan bermanfaat di kemudian hari.

#Semangat Tanpa Batas
Kamar munggil, 22.05
Isyah Rodhiyah