Kamis, 18 Agustus 2011

Seuntai kata untuk kakak tercinta

                Dengan penuh cinta kami tulis surat ini.

                Kakak ku yang amat kami cintai karna Allah. Kami mohon maaf atas segala salah yang kami perbuat, atas segala kekecewaan yang kau rasakan karna kami, kami mohon maaf. Kami tak sadar atas kesalahan kami ini, tapi kemudian saudara-saudara kami menyadarkan kami, betapa engkau mengharapkan kami datang pada hari itu. Kakaku sekali lagi maafkan kami. Engkau begitu menyayangi kami, tapi apa balasan atas kasih sayang dan perjuanganmu untuk kami, seperti sebuah peribahasa “Air susu dibalas dengan air tuba”. Segala kebaikanmu kami balas bukan dengan kebaikan tapi dengan beribu kekecewaan. Engkau begitu sabar meladeni kami, kami yang begitu manja, begitu kekanakan. Kau bujuk kami, kau arahkan kami kejalan yang baik, tapi kami malah tak mengikuti. Kami sering tak menuruti perintahmu, tak menghiraukan nasehatmu, tak menjalankan tugas darimu. Kami sering tak ikhlas mengerjakan yang kau tugaskan, kami sering mengacuhkanmu, kami sering seringgggg sekali mengecewakanmu. Bahkan kami tak pernah membanggakanmu, membahagiakanmu. Kau rela meluangkan waktumu untuk mengajari kami, untuk memberikan ilmumu pada kami. Kau berjalan menuju sekolah kami dengan keadaan sakit hanya untuk melatih kami yang besok akan mengikuti lomba. Maafkan kami, kami tak bisa memberi piala untukmu, mugkin usaha kami kurang maksimal.  Buat kami kau adalah seorang pahlawan,  walau badai menghadang kau tetap berjuang untuk kami. Terimakasih kakak.
                Jika aku boleh jujur, aku tak kuat melihat wajahmu, yang muram karna kecewa pada kami. Aku tak kuat mendengar kata-kata kekecewaanmu. Kami memang  jahat, tega melubangi hatimu.  Kami tau kau tak pernah seperti ini sebelumnya, kau tak pernah sekecewa ini. Ah kakak, entah apa yang bisa kami perbuat untuk menutup lubang dihatimu. Kami akan berusaha, berusaha memperbaiki semua ini, kami akan berusaha berbuat yang terbaik untuk rohis kami ini, kami akan berusaha kak, dengan ikhlas, dengan setulus hati kami. Kami akan terus berusaha sampai kami berhasil kak. Kami yakin kami bisa ka. Kami yakin, karna engkau yang selalu meyakinkan kami, bahwa Allah akan memberikan kemudahan bagi orang-orang beriman. 

Doa Rabithah

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela
Aaaamiiinn...


                Karna Allah kau mencintai kami..
                Karna Allah juga kami mencintaimu..
                Karna Allah kami dipertemukan dengan perempuan hebat sepertimu..
                Karna Allah kita berjuang bersama dijalan dakwah ini..
                Maafkan segala salah yang kami perbuat..
                Dan terimakasih atas segala perjuanganmu untuk kami..

                                                                   Bojong Gede, 18 Agustus 2011                           

  Adik-adikmu yang mencintaimu karna Allah
               
               

Rabu, 10 Agustus 2011

Terimakasih Cinta


Terimakasih Ya Allah atas segala nikmat yang Kau berikan kepadaku..
Terimakasih Engkau masih memberikan ku umur panjang..
Terimakasih Ya Allah, atas skenarioMu yang indah ini..
Terimkasih Wahai Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Terimakasih Ummi atas sgala pengorbananmu selama 14 tahun untukku ini..
Terimakasih atas sgala kasih dan sayangmu yang  tak pernah putus..
Terimakasih Ummi atas hari ini..

Terimakasih abi atas sgala yang kau berikan padaku selama ini..
Terimakasih atas hadiah yang begitu indah ini,maaf bilaaku belum bisa membanggakanmujuga ummi..
Terimakasih..Terimakasih abi..

Terimakasih Abang, Mba,adik-adikku yang telah mewarnai hidupku sampai saat ini..
Walau kadang kalian menyebalkan..

Terimakasih temen-temen..
Atas ucapan juga doanya..
Atas cengannya beberapa hari ini..
Atas cubitannya, juga tamparannya..
Makasi udah nyebarin ultah aku ke orang-orang,haha..
Walaupun malu, tapi seneng, ampe pa He tau..
Makasi  juga udah mau luangin waktu buat bukber bareng aku..
Makasi atas kenangan indah tak terlupakan ini ya..!
Jangan lupain uji nyali kita tgl 9 ini ya!
Jangan pernah lupain ultah aku ya..hehehe

Spesial Thanks For:
1.       Allah SWT.
2.       Ummi dan Abi.
3.       Orang yang pertama ngucapin “Met Milad” (Annisa Apriliyana)
4.       Orang yang pertama, kedua, ketiga, keempat ngucapin via sms (Putri kecil, Humairah, Rifa, Hani)
5.       Sahabatku tersayang Ghaisani Jazilah Husna, makasih udah jadi penutup hari bahagia ini..

Makasiiii semua buat hari ini……………

9 Agustus 1997-9 Agustus 2011

Minggu, 31 Juli 2011

Ramadhan Tlah Tiba

Yuhuu.. Bulan Ramadhan telah tiba. Jangan sia-siakan bulan penuh berkah ini dengan melakukan hal  yang sia-sia, dan tidak bermanfaat.  Bulan dimana pahala dilipat gandakan ini hanya terjadi setahun sekali lho! So mari kita perbanyak amalan dibulan ini, dan kita cari ridho-Nya. Banyak banget sobat amalan yang bisa kita kerjakan, tapi kita melakukannya harus dengan ikhlas ya! Jangan Cuma ikut-ikutan aja. Jangan lupa kita harus punya target ya! Ini beberapa amalan yang bisa kita kerjakan:
SHOLAT
Banyak sholat yang bisa kerjakan, yang biasanya kita hanya sholat wajib, di bulan ini kita tambah deh dengan sholat-sholat sunnahnya, biar kita tambah deket sama Sang Pencipta. Sholat sunnah yang bisa kita kerjakan diantaranya:
J  Sholat sunnah rawatib
J  Sholat Tarawih
J  Sholat Witir
J  Sholat Dhuha
J  Sholat Tahajjud
J  Sholat Tasbih,dll
TILAWAH AL-QUR’AN
Pada bulan ini, kita tingkatkan tilawah kita, minimal kita punya target khatam Qur’an satu kali.. HAMASAH!

            DZIKIR AL-MA’TSURAT
                         Dzikir Al-Ma’tsurat ini bisa kita kerjakan 2kali dalam satu hari, yaitu pagi dan petang.

            MEMBERI BUKA PUASA
Jika kita diberikan Allah rezeki yang lebih, kita bisa bernagi dengan orang lain, dengan memberikan buka puasa, bisa ke tetangga, bisa juga ke fakir miskin.

            HAFALAN
Dibulan ini manfaatkan untuk menambah hafalan kita, dalam satu bulan ini minimal kita bisa menghafal juz 30.

INFAQ
Jangan lupa yang satu ini infaq, jangan takut uang kita habis ya sobat! Percaya deh Allah pasti akan membalasnya dengan yang lebih. So, perbanyak infaq kita ya!


Ramadhan

NUANSA RAMADHAN

ale... ale... ale...yahoo
Dilangit malam yang kelam bertaburan
 
Titik cahaya terang
Pemberi kedamaian bagi berjuta insan
 
Sekian banyak bintang - bintaang gemerlapan
 
Kini semakin menghilang
Ditelan sang mentari mennyongsong pagi

Selamat datang bulan Ramadhan
 
bulan penuh kedamaian
Kita semua sambut gembira
 
Hati yang suka cita

bulan Ramadhan bulan mulia
bulan penuh ampunan, walau derita melanda
kita bersabar dan tawakal

Dibulan suci ini berbuatlah yang baik
Banyak - banyak mengaji jangan mencaci maki
Karna dibulan ini diri kita diuji
Untuk bekal akherat nanti


 RAMADHAN KEMBALI

Ramadhan, ramadhan... ramadhan...
Bulan suci yang dinantikan kini telah tiba
Ramadhan kembali hadir dengan rahmat-Nya
Rindu hati terasa menanti bulan nan Indah
Yang berhias amaliah indah dan ceria.. 

Ibu.. Bapak... Ramadhan tlah tiba..
Ayo kawan sambutlah ia..
Euceu..Nyai..Ramadhan tos dugi..
Teu karaos tos teupang deui..

Ramadhan..tlah hadir kembali..

Jumat, 22 Juli 2011

Teguran Dari Sang Khalik

Kemarin Kau berikan kepadaku nikmat yang tak ternilai..
Kenikmatan hidup..
Kegembiraan bersama anugrah yang Kau berikan..

Kemarin juga Kau masih berikan sebuah kebanggaan..
Kau terus berikan itu pada ku..

Kemarin Ya Tuhan ku..
Dimanakah Engkau kini?
Apakah Engkau telah bosan memberikan nikmatMu pada ku??

Ku buka, ku ingat, ku buka  dan terus ku  ingat memoriku..
Ku lihat sebuah diary hijau..
Ku buka dan terus ku baca..

Semua tertulis..
Semua janjiku padaMu..
Janji, janji ku padaMu Ya Khalik..

Tapi nyatanya..
Aku tlah pungkiri janjiku..                                                                                                        
Aku tlah jauh dariMu..

Nikmat yang Kau berikan aku salah gunakan..
Hingga jauh dari jalanMu..
Jalan menuju syurgaMu..

Ya Allah Engkaulah yang Maha Pengampun..
Ampunilah hambaMu yang tak berdaya ini..
HambaMu yang hina ini..

Ya Allah Engkaulah  yang Maha Menerima Taubat..
Terimalah taubat hambaMu Ya Khalik..

Untaian hikmah kehidupan

Kadang susah, kadang sedih, mungkin kadang menderita..
Sedih dengan cobaan yang diterima..
Kesusahan dalam menggapai harapan..
Menderita karena kejamnya kehidupan..

Terkadang juga hidup kita senang, gembira, bahkan kadang kita sampai sombong dengan apa yang kita raih..
Kita merasa lebih baik dari orang lain..
Lebih berharga, Lebih segala-galanya..

Skenario Allah itu indah..
Kebahagiaan yang diberikan merupakan ujian, begitu pula dengan kesedihan..
Dalam kesedihan Allah menguji kesabaran kita..
Dalam kebahagiaan Allah menguji keimanan kita..

Tiap kejadian yang kita lalui penuh dengan hikmah..
Pelajaran hidup yang terkadang tak kita sadari..
Betapa cintanya Allah pada kita duhai manusia..
Berbahagialah kau menjadi seorang yang berada dalam jalan yang benar..





Bojonggede, 4 November 2010

Sabtu, 16 Juli 2011

Tentang aku

Malam itu diselimuti awan kelabu. Mengganggap rendah diriku, tak bisa apa-apa, dan tak sebanding dengan kawanku yg punya beribu kelebihan yang membuat ia disukai banyak orang. Kawanku yang selalu diberikan tugas itu tanpa memandang orang lain yang sejujurnya sangat ingin diberikan tugas seperti dia. Ya memang selalu dia, tak ada kesempatan untuk yang lainnya, tak ada kesempatan sekecil lubang jarum pun untuk orang lain. Kini aku diberikan tugas yang dulu aku damba-damkan, tapi tak ada keinginan lagi tuk mengemban tugas itu, tak ingin lagi, karna aku sadar aku memang tak punya kemampuan untuk menjalankannya. Sekalipun banyak kawan lain yang mendukung, tapi aku benar-benar tak ingin. Ya mungkin sejak kejadian malam itu aku mulai berubah menjadi orang teraneh didunia.
Sejak malam itu hapeku tak pernah aktif, sekalipun ada sms saat kakaku mengaktifkannya, tak pernah ku balas. Tak tau apa yang ada dibenakku saat itu, aku hanya merasa, aku ingin bebas, aku tak ingin memikirkan kalian, hatiku marah tanpan sebab kepada kalian semua. Tak ingin bertemu, rapatpun tak ada yang kuhadiri. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Aku mulai berfikir betapa merepotkannya aku, setiap hari cerita tentang apapun kepada mu kawan, aku berfikir mungkin lebih baik aku diam seperti dulu, tak pernah cerita apapun dan mencurahkannya kepada sebuah buku dengan pulpen yang siap menemani menuliskan segala rasa.
Terasa berat, berat sekali datang liqo jum'at itu. Sedikit demi sedikit ku lepaskan segala hasrat yang kemarin ku rasa. Sedikit sedikit, lama-lama hilang. Tapi apakah kau tau itu berlangsung cepat? Sampai pada saat mereka memulai pembicaraan itu. “tahun ini kamu kenapa si? Kamu beda banget, dulu kamu yang paling rajin latihan, sampe dulu marah gara-gara kita ga semangat latihan, ga mau latihan” yayayaya aku hanya bis a menghebuskan nafas, menarik nafas lalu kemudian menghembuskannya lagi.  Itu belum seberapa, sampai si kawan yang punya beribu kelebihan mulai menanggapi pembicaraan, oow aku dikucilkan aku di pojokin, oow sakit oow sakit banget digituin. Sampai aku mulai diam tanpa kata, dengan sejuta jarum yang menusuk, ku tarik dan ku hembuskan nafas lagi, dengan tatapan muka yang berharap ada pembelaan, namun tak mungkin terjadi, ku tahan saja air mata yang sudah tak sabar turun membasahi hati yang terluka.
Hari ini aku pun berat sekali untuk melangkahkan kaki datang rapat disekolah, dengan rasa berat dan tubuh yang lemas, kulangkahkan kaki menuju sekolah dengan sejuta harap tak lagi terulang kejadian kemarin.
Aku diam tanpa kata lagi, tanpa senyuman di wajah, aku hanya berusaha menyibukan diri dengan apapun. Aku hanya mendengar tawa bahagia kalian, sekalipun itu lucu bibirku tetap tak tergerak untuk ikut dengan keceriaan kalian. Bahkan aku tak ingin dengar kata yg keluar dari mulut kalian lagi saat itu. Aku lelah, hatiku pun sakit kalau harus terus begini. Sakit kalau harus terus dipaksa dan dikucilkan. Tapi mungkin aku memang salah, ya besar kemungkinan seperti itu karena aku memang manusia yang penuh kesalahan.
Ku putuskan untuk pergi keluar menghirup udara yang cukup segar ditemani sebuah buku yang kadang tak ku mengerti arti dari rangkaian katanya, begitu sulit memahami makna dari rangkaian kata yang tertulis. Lalu aku akan segera pulang ketika jam menunjukan pukul DUA. 3 menit kemudian pukul DUA tepat, aku pun mulai mengenakan sepatuku dan berjalan menuju rumah dengan sejuta kegelisahan. Sayup-sayup terdengar suara seseorang yang memanggil namaku, yang pertama tak ku hirauan begitupun yang ke dua, ku pikir dia hanya memanggilku, tapi ternyata dia terus mengikutiku. Akhirnya ku tengokkan wajahku ke belakang, ia berkata teman-teman dibelakang. Ha? Apa? Aku harus cepat aku tak mau bertemu, tak mau, aku ingin pulang, sampai di rumah aku ingin tidur tak ingin ku hiraukan mereka. 
Sampai di rumah aku langsung menuju kamar dan mencoba memejamkan mata, tapi tak bisa, hatiku terus bertanya-tanya, benarkah mereka mengejarku, tega-kah aku aku pura-pura tidur tak menemui mereka. Aku pun keluar dan mencoba menenangkan diri, pergi keluar rumah tengok kanan kiri mereka tak juga datang, yah aku tau mereka tak mungkin mengejarku, tapi saat aku keluar akan membaca buku, mereka muncul, ya mereka muncul, ya itu mereka. Mereka datang dan aku seolah tak mengganggap ada masalah terjadi barusan, aku hanya berkata santai dengan alasan yang memang benar ku lakukan tadi.
Dan inilah akhir dari keanehanku sampai hari sabtu ini, kita lihat betapa anehnya diriku pada hari selanjutnya..

Kamis, 30 Juni 2011

Cinta Semu

Aku sadar hidupku takkan lama lagi..
Setiap detiknya jatah hidupku semakin berkurang..
Seharusnya semakin dewasa aku semakin sadar bahwa amalanku belumlah banyak..
Tak banyak amalan yang ku kumpulkan, ataupun lebih banyak dosa yang terus ku tumpuk..

Tak da gunanya lagi aku memikirkan cinta semu, cinta sesaat, yang dapat merusak hati dan jiwa..
Cinta semu yang melenakan, yang membuat diri jauh dari Sang Pemilik Cinta..

Hidayah yang Allah berikan takkan datang lagi..
Harusnya sedari dulu ke gapai hidayah ini..
Tapi  nyatanya azzamku tak kuat tuk pertahankan hidayahMu..

Seorang sahabat Nabi pernah mengatakan “jika kita kagum dengan seseorang, ingatlah kekurangannya”..
Ya, kau sangat lemah, kecil, kerdil dan tidak ada apa-apa dihadapan-Nya..
Ia dapat berbuat sekehendak-Nya..
Sedang kau tak dapat berbuat demikian..

Selamat tinggal cinta semu, yang hanya dirasa sesaat..
Cinta hakiki hanya milik-Mu Ya Rabb, Sang Pemilik Cinta..

Kuatkan azzam tuk lanjutkan perjuangan..
Bismillah..

25 Juni 2011

Jumat, 24 Juni 2011

Surat Cinta Dari Surga

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Ba’da tahmid dan shalawat…

Syukurku kepada Rabb yang telah memintalkan benang-benang napasku dengan selaksa ruh tobat. Dengan itu, aku telah menemukan kembali pencerahan diri untuk segera memperbarui tobatku.


Akhi, bersamaan dengan napas tobat yang tiada dapat kuserahkan kepada siapapun ini, rasanya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, bahwa aku telah menemukan Kekasih yang lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Tidur dan Mengantuk. Ia siap terus menerus Menjagaku, Mengurusiku, dan Memperhatikanku. Ia selalu menemaniku berdua disepertiga malamku. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Maha Mencintai yang tiada pernah terbalas cinta-Nya.


Maaf akhi, dan aku pun sadar setelah sekian lama merangkak bahwa dirimu bukanlah apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, kerdil, dan tidak ada apa-apa dihadapan-Nya. Ia bisa berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Sementara kau tidaklah dapat berbuat apa-apa. Dan aku sangat menghawatirkan kalau Dia Cemburu atas hari-hari yang pernah kita tingkahi sebelumya. Jujur, aku sangat takut kalau hubungan kita slama ini membuat Dia murka kepada kita, khususnya kepadaku. Dan bila itu benar-benar terjadi, sungguh apalah arti aku hidup di dunia ini hanya karena hubungan yang kita bingkai dalam tali setan ini. Akhi, Ia Mahakuat, Mahagagah, Mahaperkasa, dan Mahakeras siksa-Nya.


Akhi, roncean napas kita untuk bertobat belumlah habis. Apa yang telah kita lakukan selama ini akan ditanya dihadapan-Nya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang “belum” halal itu, marah karena terpaksa bahwa seketika aku harus membonceng motormu, marah karena ketetapan-Nya kuadukan padamu atau karena lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, akhi. Ah, dibalik tirai-tirai palsu itu, semuanya belumlah terlambat. Ya. Kalau kita putuskan hubungan kita sekarang. Ia Mau Memaafkan dan Mengampuni. Ia Maha Pengampun. Dia tidak pernah lari dari kita, selama kita masih terus mencari-Nya.


Akhi, aku mohon jangan marah. Aku sudah bertekad untuk benar-benar menyerahkan dan memutuskan semua dendam cinta dan haru biru rinduku pada-Nya, tidak pada selain-Nya. Tetapi, tak hanya diriku, akhi. Kau pu bisa menjadi kekasih-Nya. Namun, salah satunya adalah dengan menjauhi semua hubungan kita selama ini. Juga terus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aku ingin bertobat, akhi. InsyaAllah. Dia sudah merencanakan masa depan yang indah untuk masing-masing kita. Kalau engkau selalu dan terus mendekati-Nya. Yakinlah, kau pasti akan dilambaikan kepada seorang perempuan shalihah. Ya, dia juga lebih baik daripada diriku saat ini yang penuh dengan lelumpur dosa. Dia akan membantumu, menjaga diri dan agamamu. Agar dirimu senantiasa terbingkai dalam paragraf kesucian menyambut pernikahan yang suci nanti. Inilah doaku untukmu, semoga kau pun mendoakan aku, akhi.


Akhi, aku adalah masinis yang membawa rangkaian jiwaku. Aku telah memutuskan untuk memutar haluan hidupku yang salah arah ini. Tetapi, aku tetap menghormatimu sebagai saudara dijalan-Nya. Ya. Saudara dijalan Allah. Dan inilah sampul yang menyimpul segala kebaikan antara kita. Lebih dari itu, hingga seluruh Mukmin yang ada di dunia ini. Tak mustahil pula bila yang demikian akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis daripada air sirup dirumahmu dan rumahku


Astaghfirullah. Maaf akhi, tak baik rasanya aku berlama-lama dalam menulis surat ini. Aku takut akan merusak hati. Goresan pena terakhirku ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan ‘haram’ kita slama ini. Insya Allah.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dikutip dari buku: Tuhan Izinkan Aku Pacaran

Rabu, 22 Juni 2011

Hidup dan Pesan Nabi

Hidup bagaikan garis lurus, tak pernah kembali ke masa lalu..
Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal..
Hidup melangkah terus semakin mendekat ke titik terakhir..
Setiap langkah hilangkan jatah menikamati hidup nikmati dunia..

Pesan Nabi tentang mati, jangan takut mati karena pasti terjadi..
Setiap insan pasti mati, hanya soal waktu..
Pesan Nabi tentang mati, jangan takut mati karena pasti terjadi..
Dan janganlah kau berbuat yang menyebabkan mati..

Tiga rahasia Ilahi yang berkaitan dengan manusia..
Kesatu tentang kelahiran, kedua perikahan, ketiga kematian..
Penuhi hidup dengan cinta, dan ingatkan diri saat untuk berpisah..
Tegakkan sholat 5 waktu dan ingatkan diri saat disholatkan..