Sabtu, 29 September 2012

Satu Pena Seribu Cerita


Alhamdulillah akhirnya kegiatan NEUTRON minggu ini berjalan dengan lancar. Acara ini dihadiri kurang lebih 20 peserta baik dari kelas 10, 11, ataupun 12. Alhamdulillah lebih baik dari sebelumnya. Sebelum acara ini, aku dan kawan-kawan rohis yang lain berkumpul dengan Bu Nanik, pembina rohis SMAN 6 Bogor. Beruntung banget SMAN 6 punya pembina rohis seperti Bu Nanik. Pembina rohis yang perhatian dan luar biasa. Bu Nanik bilang, “Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat, seperti ragi, ragi hanya diperlukan sedikit namun pengaruhnya sangat besar.” 

Disadari atau tidak masjid SMAN 6 Bogor itu emang megah, bagus, dan luar biasa banget. Cerita dari Bu Nanik nih katanya buat bangun masjid ini para wali kelas ngumpulin dana selama 6 tahun. Bukan waktu yang lama ya? Tetapi realitanya sekarang masjid sepi dan kotor. Masjid bagus tapi tak diimbangi dengan kualitas jamaah yang bagus. Seharusnya masjid bagus itu bisa jadi cerminan kualitas ibadah kita. Bersyukur banget Bu Nanik ngingetin, semoga aja setelah ini semuanya menjadi lebih baik. Semuanya! Termasuk rohisnya juga. Kata Bu Nanik juga “Kakak-kakak ILMA dengan segudang aktivitas yang mereka miliki, masih menyempatkan datang dan perhatian dengan rohis. Seharusnya kita yang aktivitasnya hanya sedikit bisa lebih semangat dan perhatian dengan rohis.”Mungkin segitu aja rapatnya.

Sekarang kita ke acara SATU PENA SERIBU CERITA. Pembicaranya murid SMAN 5 Bogor. Wow ya! Umurnya sama, tapi kakak kelas. Namanya kak Suci. Ka Suci mulai nulis sejak kelas 4 SD, novel pertamanya “The Roku G” #kalogasalah. Dan udah nerbitin 8 Novel. Subhanallah ya. Katanya si kakak awalnya Cuma coba-coba, dan ternyata naskahnya diterima. Oh iya si kakak ini bisa nyelesaiin 1 novel dalam waktu 1 minggu loh! Hebat yah!  Ini point-point yang aku dapet dari ka Suci, silakan di baca! Bermanfaat banget loh! Ngebantu banget buat jadi masukan dan inspirasi. Cekidot!

# Untuk menuangkan ide yang kita punya:
^Kita harus membuat kerangka karangan.
@ Bagaimana awalnya?
@ Bagaimana jalan ceritanya?
@ Bagaimana endingnya?
# Mencari keistimewaan dari setiap ide itu.
# Cara membuat cerita yang sederhana menjadi luar biasa adalah dengan pemilihan kata.
#Banyak membaca menambah kosa kata.
# Jika ingin menuliskan kisah seseorang dengan nama asli kita harus meminta izin dan persetujuannya terlebih dahulu.
# Agar naskah diterima kita harus:
^Memenuhi persyaratan penerbit seperti jumlah halaman
^Memilih tema yang jarang, unik, dan menarik.
^Menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.
# Menulis di sesuaikan dengan mood.
# Jangan takut untuk mengirimkan naskah ke penerbit.
# Ide cerita yang mudah adalah realita dalam kehidupan kita sehari-hari.


Sekian....
Jakarta, 29 September 2012. 19.00

Kamis, 20 September 2012

Adik


Dik, maafkan aku jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi kakak yang baik bagimu..
Aku sedang belajar dik..
Belajar untuk menjadi kakak yang baik bagimu..
Kakak yang perhatian..
Kakak yang peduli..

Namun, sampai saat ini aku masih belum bisa..
Maafkan aku dik, aku membuatmu menunggu lama..
Maafkan aku dik, aku membuatmu meneteskan air mata..

Aku tahu perkataanmu jujur..
Kata-katamu keluar dari hatimu yang tulus itu..
Aku jahat? Aku berubah..
Mungkin memang benar..
Tapi kau harus tahu bahwa rasa sayangku padamu tak pernah berubah..

Maaf dik, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku..
Aku terlalu sibuk dengan tugas-tugasku..
Sampai aku sering tak pedulikanmu..
Dan tak dapat membantumu menyelesaikan tugasmu..

Maaf dik, aku sering fudul handphonemu..
Aku sering fudul buku harianmu..
Tapi dik, aku hanya ingin tahu keadaanmu..
Aku ingin tahu teman-temanmu..
Aku ingin tahu pergaulanmu..
Aku ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja..

Terlalu banyak salah yang telah ku perbuat dik..
Aku tahu kau adalah adik yang baik..
Kau pasti bisa memaafkanku?
Benar kan?
Kalau tidak...
Berarti  aku memang tak pantas mendapatkan maaf itu..

Jangan contoh aku jika aku salah..
Jangan contoh kelakuanku yang tak karuan..
Jangan contoh sikap burukku..
Jangan contoh kemalasanku dik..
Tapi contohlah apa yang baik bagiku dan bagimu..

Dik, maafkan kakakmu ini. Aku menyayangimu selalu..

Kakakmu
Isyah Rodhiyah

20 September 2012

Rabu, 19 September 2012

Kakak


Aku sering merasa iri dengan kedekatan mereka.
Aku juga ingin dekat dengan mereka, sangat ingin, sangat sangat dan sangat ingin.
Tapi aku tak bisa.
Aku tak tahu apa yang mau aku ceritakan.
Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Aku tak tahu.

Aku takut tak dipedulikan.
Aku takut tak didengarkan.
Aku takut diremehkan.
Aku takut disangka mengikuti.
 Aku takut.

Aku sering menangis dan memikirkan hal itu.
Terkadang hal  itu berdampak pada kehidupan dan sikapku.
Aku tahu kakaku tak suka dengan anak kecil, dan aku adalah anak kecil baginya.

Aku rindu, aku rindu kakaku.
Aku rindu melihatnya dirumah.
Aku rindu melihatnya belajar.
Aku rindu melihatnya menonton tv.
Aku merindukan kedua kakaku.
Sejak menjadi mahasiswa aku jarang melihatnya dirumah.
Aku jarang mendengar suaranya, sangat jarang.

Aku sangat senang ketika ia mengajakku pergi berdua.
Sangat senang, walaupun ketika di jalan ia hanya sesekali mengajakku bicara, atau ia berjalan di depannku dan sesekali menengok ke belakang.
Walaupun begitu aku tetap sangat senang, dan sangat menyukainya.

Mereka teladanku.
Mereka inspirasiku.
Mereka semangatku.
Mereka motivatorku.
Tapi mereka bukan tempatku bercerita.

Ka, rasanya aku ingin mengulangnya lagi.
Ya, saat-saat kita kelas 3.
 Saatnya UN.
Saat-saat kelulusan.
Saat-saat ujian masuk sekolah.
Saat-saat kita saling dukung, kita saling menyemangati, saling mendoakan.
Saat-saat bahagia itu ka, rasanya aku ingin mengulanginya.
Maaf ka, aku tak bisa mewujudkan keinginan kita, keinginan engkau dan aku.
Maafkan aku ka.
Jangan menjauh dariku karna kecewa ka, jangan pernah.
Ku mohon jangan.
Sejutek, senyebelin apapun, kalian tetap kakaku, tetap keluargaku.




Sabtu, 8 September 2012
Adikmu
 Isyah Rodhiyah

Kamis, 12 Juli 2012

Keegoisanku


Ini merupakan sebuah kisah dimana air mata, tawa dan senyum jadi satu, dimana asam, manis, asin,  dan pahit bercampur. kisah ini menceritakan sebuah persahabatn yang terjalin sangat indah.

Kadang aku berfikir, kenapa sahabat-sahabatku mau bersahabat denganku, padahal aku hanyalah seorang yang egois. Karna itu harusnya aku bersyukur kepada Allah atas sahabat yang Dia berikan untukku. Ada sebuah kejadian yang ketika aku mengingatnya, air mata berjatuhan.  Saat itu aku begitu lelah, pusing, dan sakit. Dengan keadaan yang seperti itu emosiku tak karuan, tiba-tiba aku marah, menjawab pertanyaan dengan nada ketus dan puncaknya aku pulang tanpa pamit. Dengan hati yang marah aku berjalan cepat dengan kepala menunduk, panasnya sinar matahari siang itu menambah panasnya hatiku. Aku mendengar langkah kaki seseorang mengikutiku sambil memanggil-manggil namaku “isyah.. isyah” begitu katanya. Aku menoleh sebentar lalu memalingkannya dan mempercepat langkah kaki. Aku lelah dan marah tak ingin berbicara kepada siapapun, tak peduli dengan siapapun. Handphoneku berdering, ada sebuah sms yang masuk, isinya “isyah, tunggu” yah itu sebuah sms dari seseorang yang mengikutiku dibelakang, aku semakin tak peduli dan mempercepat langkah kaki lagi. Tiba-tiba disebuah gang aku dikagetkan dengan kehadiran ka dwi, salah satu mentorku, aku mengobrol sebentar dan kembali berjalan dengan langkah super duper cepat. Ku kira dia tak mengikuti lagi tapi ternyata dia masih terus mengikutiku, dan kembali memanggil-manggil namaku “isyah.. tunggu! Temen-temen ada dibelakang” tak ada rasa peduli sedikitpun kala itu. Sampai juga aku dirumah, aku berlari ke kamar dan tidur, lebih tepatnya pura-pura tidur. Aku berencana untuk tidur dan tidak mempedulikan mereka datang, aku lelah, sangat lelah, dan sangat marah. Tapi air mataku mulai berjatuhan, tak tega aku melihat lelahnya mereka mengejar keegoisanku. Ku coba untuk tenang dan berjalan keluar, ya mereka sudah menungguku didepan gerbang dengan wajah lelah dan khawatir.

“Isyah kenapa? Pulang ga pamit?” tanya anggia khawatir padaku
“gapapa, kebelet pipis tadi, ya udah pulang” aku terpaksa berbohong menyembunyikan isi hatiku yang sebenarnya.
“ih beneran?” tanyanya lagi meyakinkan
“iya ih” jawabku lagi
“Yaudah yuk kerumah Ka Iim!”
“Yaudah ayuk!”

Aku berjalan beriringan dengan Hani, Anggia dan Salma. Perlahan hatiku diselimuti ketenangan. Hati yang tadinya berapi-api berubah menjadi hangat, dan aku kembali melakukan semuanya seperti biasanya. Dengan sifat sok tau ala isyah rodhiyah, aku berjalan memimpin mereka mencari rumah kaka tercinta. Sebelumnya kita tak pernah kerumah ini, karna sang kaka baru saja pindah rumah. Hari ini kita ingin menjenguk bayi kaka yang baru lahir beberapa hari yang lalu. Kami bercanda, tertawa bersama sambil menyantap lahap kue yang disediakan. Setelah sholat ashar kami masak mie yang telah disediakan, maklum saja sudah dari pagi kami pergi tapi sampai sekarang belum makan. Makan selesai, saatnya pulang. Aku dan Anggia pulang duluan, karna Anggia sudah ditelfon orangtuannya untuk pergi. Hari ini ku menemukan arti sebuah pengorbanan dan pengertian seorang sahabat. Love you sahabatku.

Minggu, 08 Juli 2012

Where Are You School?


SMAN 2 CIBINONG
Disinilah pertama kali aku melangkahkan kaki untuk mengikuti tes masuk sekolah. Jalur yang ku ambil adalah PPAK, jalur prestasi akademik. Selain menyertakan rapot, aku harus mengikuti 2 tes, yaitu wawancara bahasa inggris dan psikotes. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Hanya saja aku tak dapat menjawab saat wawancara bahasa inggris, karena pertanyaanya membuatku bingung harus berkata apa. Akupun hanya menjawab “yes or no”. Sungguh memalukan memang. Haha. Pertanyaannya adalah “bahasa inggris sebagai bahasa internasional”. Tes psikotes menurutku tak begitu susah, hanya saja banyak sekali pertanyaan yang diajukan, yang berkenaan dengan minat, bakat, dan kepribadian. Peserta tes yang lain terlihat pusing dan capek menjawabnya, tapi tidak denganku.
Pengumuman SMAVO.  Aku tak begitu yakin akan berhasil lolos. Karena aku tak menginginkan lolos. Dan benar yang terjadi aku tak lolos. Aku bersyukur karna Allah tunjukan bahwa bukan jalanku ada di sekolah ini. Dan aku bersyukur juga karena Rahmah, Salma, dan Cici berhasil lolos tes. Mereka memang layak karna usaha keras mereka. Selamat ya buat kalian.

INSAN CENDEKIA
INSAN CENDEKIA adalah sekolah kedua yang  kucoba. Awalnya diajak anggia, tapi lama kelamaan ada keinginan untuk sekolah disana. Tes dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2012, di INSAN CENDEKIA serpong. Karena tempatnya yang jauh dan kami belum pernah kesana, aku meminta abiku untuk mengantarkan kami. Tes akan di mulai pukul 7, sehingga kami harus berangkat pagi. Itu yang membuat teman-temanku memilih menginap dirumahku. Ya, lebih baik menginap memang dibandingkan harus berangkat dari rumah pagi-pagi kerumahku. Sayang sekali Anggia tidak mendapatkan izin menginap. Tapi tak apa kau tetap senang karena ini adalah pertama kalianya teman-temanku menginap.
Aku beserta 7 orang perwakilan dari sekolahku mengikuti tes. Tes ini dilaksanakan dalam 1 hari penuh. Tes yang diujikan adalah tes potensi belajar, matematika, biologi, fisika, b.inggris, b.arab, dan agama. Sungguh soalnya membuatku ingin pingsan. Yang paling parah adalah tes b.arab, maklum saja aku bersekolah di SMP negri karena itu tidak memiliki kemampuan bahasa arab sehingga hanya bisa menjawab satu soal yaitu “Shohal Khoir?” “Shobahannur” seperti itu kurang lebih.
Penguman INSAN CENDEKIA, atau yang sering kami sebut INCEN berlangsung pada tanggal 28 mei. Saat itu kami sedang perpisahan di bandung. Tak disangka sahabatku anggia lolos tes dan menjadi siswi INCEN. Hanya anggia yang lolos, aku dan keenam temanku tidak. Walaupun tak lolos, aku, salma, mutia, hani sangat senang. Kami sangat bangga dengannya. Selamat Anggia.

SMAN 1 BOGOR
Ini adalah sekolah impianku. Aku sangat berharap bisa sekolah disini. Per tama yang kulakukan adalah mendaftarkan diri. Aku mendaftar sendiri tanpa di temani orang tua. Sempat terjadi masalah, saat aku tak sengaja mencorat-coret LJK biodata dengan pulpen. Dengan malu ditemani temanku, aku meminta LJK yang baru. Esok harinya aku harus kembali lagi dan menyerahkan berkas-berkas yang belum lengkap. Senangnya saat menyerahkan berkas aku tak sendiri karna asti dan rahmah bersedia menemani. Makasiyah.
Tes SMANSA berlangsung 3 hari. Hari pertama adalah ipa dan bahasa indonesia. Soalnya cukup sulit, tapi tak sesulit soal tes di INCEN. Memang ada beberapa soal UN SMA, namun yang lainnya pelajaran SMP. Hari kedua bahasa inggris dan IPS, IPSnya alhamdulillah ga susah. Hari terakhir MATEMATIKA, masyaAllah aku berasa mau pingsan, hampir setengah soal ku isi dengan asal, betapa gilanya aku. Di hari kedua tes aku bertemu dengan seseorang yang bernama INAS ARIBAH. Aku bertemu dengannya di kreta, namun kami baru berkenalan di jalan dekat SMANSA. Ia bersekolah di pesantren Husnul. Dia cantik, baik, dan mungkin pintar. Aku belum terlalu mengenalnya.
Tes berakhir, kini saatnya menunggu hasil UN. Aku  berharap bisa mendapatkan nilai UN tinggi yang mudah-mudahan bisa membantu aku diterima di SMANSA. Di hari pengumuman kelulusan, aku berlari dan berteriak saat membuka amplop, alhamdulillah aku LULUS dengan nilai sesuai target. Esoknya, aku harus menyerahkan nilai ini ke SMANSA. Betul-betul penuh perjuangan karena di perjalanan mau ke SMANSA ternyata kertas pengumumannya tertinggal. Aku pun harus pulang ke rumah, alhamdulillah aku masih di sekolah belum sampai di SMANSA.
Kini tiba hari pengumuman SMANSA, aku diantar kakak sepupuku “mba shifa”. Tak ku sangka umi, abi, dan mba shofi ikut mengantar. Sampai di SMANSA aku langsung menuju kelas tempat pengumuman, aku mengambil amplopku dan membukanya. Hasilnya TIDAK DITERIMA. Saat aku tegar , tapi saat sampai rumah air mata itu tak terbendung lagi. Rasa sedih karna tidak di terima itu pasti ada, namun yang membuat air mataku tak terbendung adalah aku merasa mengecewakan semua orang, umi, abi, mba shofi, anggia, salma, hani, ka nana, ka denty, aku mengecewakan mereka semua. Galau banget gara-gara ini. Ga percaya aku bener-bener ga diterima, padahal aku sudah berusaha, berusaha keras, berusaha buat ga nyerah. Tapi hasilnya tetep gagal.

SMAN 6 Bogor
Impianku sekolah di SMANSA pupus sudah. Pilihanku selanjutnya adalah mendaftar di SMAN 6 Bogor. Aku berharap ini yang terakhir. Kertas pengumuman terakhir yang kuterima dari sekolah ini. Aku berharap, dan semua berharap begitu juga. Galau karna ga keterima di SMANSA itu masih ada, masih tersisa dan tak bisa benar-benar ku bersihkan. Hari-hari menjelang tes di SMAN 6 pun aku tak belajar seserius saat tes di SMANSA. Lebih banyak main games dibanding belajar. stress banget saat itu. Sampai pada detik-detik tes aku tetap tidak belajar. Alhamdulillah, soalnya tak sesulit soal tes di INCEN ataupun SMANSA. Soal tes di SMAN6 lebih mirip soal TO dan UN. Aku mengerjakan soal lancar, walaupun ga belajar, hehe alhamdulillah.
Pengumuman SMAN6. Karna aku kolektif daftarnya, maka dari itu ngambil pengumuman di sekolah. Aku sudah ada di sekolah sejak pukul 8. Menunggu, menunggu dan terus menunggu. Sampai akhirnya aku meminta salma untuk menemani menanyakan tentang pengumuman ke bu enjun. Hasilnya belum ada, pa jinanto yang mengambil pengumuman belum datang. Ku putuskan untuk menunggu di ruang guru sambil mengobrol dengan apin, tria dan salma. Tak lama kemudian bu enjun memberikan telponnya kepadaku katanya kepada pa jinanto di telpon “nih ngomong sama yang keterima”. Hah? Apa? Aku keterima?. Saat aku berbicara di telpon dengan pa jinanto, pa jinanto tak mau memberi tahu kepadaku, ahhh aku ga percaya. Tapi bu enjun menciumku dan memberikan selamat. Dag dig dug dag dig dug, masih ga percaya keterima. Dan akhirnya pa jinanto datang.. yeyeye. Aku dan Yunita membuka amplop bersama-sama, dan benar kami DITERIMA. Alhamdulillah, inilah jawaban Allah atas segala doaku.
Banyak hikmah yang dapat ku petik dari kejadian ini, dari mulai yang sepele sampai yang serius. Seperti, kalau aku keterima di SMANSA aku tak tahu kapan dpat menikmati sholat di masjid yang ku kagumi, masjid AT-TARBIYYAH, kalau keterima di SMANSA aku tak tahu kapan akan bertemu dengan Chika sahabat kecilku, kalau keterima di SMANSA aku ga mungkin bisa satu sekolah dengan Chika, kalau keterima di SMANSA kasian abi, karna di SMANSA ternyata uang masuknya 12 juta, dan masih banyak hikmah yang lainnya. Dan kini aku yakin bahwa skenario Allah memang yang paling indah. Terimakasih Ya Allah.
Now, I’m Part Of SMANSIXBO not SMANSA.

Senin, 20 Februari 2012

Anak Jalanan (Cerbung)


Seperti biasa pagi ini aku berangkat menuju terminal. Bukan untuk naik angkutan umum pergi ke sekolah, tapi untuk mengamen. Aku biasa mengamen ditemani sobat karibku, Linda, mengamen dari satu angkutan ke angkutan lain, dari pagi hingga malam, terkadang hingga tengah malam. Keluargaku tlah tiada, satu-satunya yang ku punya hanyalah nenek, entah ia nenek kandungku atau bukan, yang ku tahu dialah yang mengasuhku, yang membelaiku, yang mencurahkan kasih sayang kepadaku sejak kecil. Kasih sayang tak pernah putus, sampai kini ia hanya bisa berbaring di ranjangnya yang keras. Ia adalah perempuan yang kuat, sebelum ia sakit, ia yang mencari uang untuk menghidupiku, ia berusaha agar aku bisa sekolah, sayang sejak ia sakit aku putus sekolah, dan sejak saat itu aku mulai mengamen bersama sobat karibku untuk memenuhi kebutuhan kami, jangankan untuk beli obat nenek, untuk makan sehari saja terkadang tidak mencukupi. Sakit nenek pun semakin parah dan puncaknya 2 tahun setelah ia terkena penyakit itu.
Semenjak meninggalnya nenek, aku tinggal bersama Linda dirumah kosong dekat terminal. Rumah itu tak berpenghuni, tak ada listrik, jika malam pun gelap gulita. Kami tak hanya tinggal berdua, kami tinggal bersama anak-anak yang sama seperti kami. Putus sekolah, tak punya keluarga, dan hidup luntang-lantung di jalanan. Kerjaku semakin semraut, bus-bus yang biasa menjadi sumber penghasilanku, kini banyak yang diberhentikan, karena pengoperasian bus transjakarta. Aku slalu ditemani sobat karibku, pekerjaan apupun kami tekuni, mulai dari pedagang asongan, tukang koran, pencuci motor, pengelap kaca di lampu merah, penyapu kereta, pemulung botol, sampai mencopet pun kami pernah tekuni. Semua kami lakukan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi.
Jalanan adalah hidupku, polusi adalah sahabatku, terik panas matahari adalah bagian tubuhku. Gedung-gedung menjulang tinggi, bagai menembus awan. Orang-orang dengan pakaian rapi dan wangi pergi bekerja, sedangkan aku, mandi pun jika hujan saja, pakaianku hanya 1, yang ku pakai saja. Tak ada yang peduli dengan keadaanku. Walau begitu aku tetap mensyukuri segala anugerah yang diberikan Allah, aku masih hidup, aku masih diberikan kesehatan, belum tentu orang-orang berjas sehat, banyak juga diantara mereka yang menderita penyakit yang cukup parah.
Betahun-tahun kujalani hidup dijalanan. Pengalaman hidup dijalanan membuat ku tegar, membuat ku kuat. Kuat menghadapi segala terpaan hidup. Tak hanya celaan yang ku dapat tapi juga siksaan fisik. Mereka kira aku hasil anak haram yang dibuang orang tuaku, mereka bilang aku bodoh, ada sekolah gratis tapi aku tak sekolah, mereka bilang aku anak yang tak berguna bagi Bangsa dan Negara, mereka bilang aku hanyalah sampah masyarakat. Aku bukan anak haram, hanya aku tak tau orang tuaku. Aku bukan tak mau sekolah tapi aku tak punya biaya, sekolah gratis bukan gratis seluruhnya, aku tak punya uang untuk membeli buku dan seragam. Aku bukan tak berguna, hanya saja aku tak mau menunjukkan yang aku bisa, karena aku tak ingin sombong. Aku bukan sampah masyarakat, aku hanyalah seorang anak yang berusaha bekerja, bukan meminta-minta.


bersambung....

Selasa, 01 November 2011

You are always in our hearts


Dia cantik, baik dan shalihah. Kami mengenalnya di Rohis SMPN 1 Bojonggede. Tak heran banyak yang kenal dengannya, karna keaktifannya di rohis dan osis. Dia termasuk salah satu anak teraktif dirohis. Sampai-sampai dia akan dicalonkan sebagai ketua keputrian rohis selanjutnya. Aku mengenalnya cukup dekat. Dia bagaikan botol dengan tutupnya dengan annissa apriliyana. Kami kira mereka sekelas ternyata tidak. Hari berganti hari, dan tahun ajaran baru pun tiba. Rohis disibukkan dengan kegiatan menyiapkan demo MOPD,  syuro dilakukan berkali-kali sampai timbul keputusan dan dinyatakan persiapannya sudah mateng. Ada yang tak biasa, dia yang kami harapkan hadir tak ada kabar, tak pernah datang. Awalnya kami memang mengganggap biasa karna perizinan orang tua yang agak sulit jika pergi-pergi terus. Sampai tiba kabar bahwa ia pindah ke depok. Ah sedih banget rasanya denger kata-kata itu. Dia pindah? Kenapa? Kok ga bilang-bilang? Kok ga ngabarin kita? Kita bingung bercampur sedih, sedih banget, dia salah satu harapan kita yang majuin rohis ini. Dia harapan kita. Kenapa dia malah pergi? saat ditanya, ia menjawab pindah karna ia ingin les didepok tapi tidak diizinkan jika naik kereta sendiri, akhirnya ia memutuskan tinggal di depok agar jarak antara rumah dan tempat les dekat, itu yang ku tahu. Hanya karna itukah? Masalah sepele? Kenapa dia begitu, ah aku sedih. Tapi kalau memang itu kepeutasannya aku harus dapat menerima.

Rindu, kami sangat merindukannya. Dia kami anggap sebagai anak rohis SMPN 1 Bojonggede, karna kami khususnya aku masih tak rela ia pergi, ia masih bagian dari keluarga rohis ini, walaupun saat ini ia bukan lagi anak SMPN  1 Bojonggede. Rohis mengadakan buka puasa bersama, dia kami undang untuk menghadiri acara ini. Ahhh senangnya dia bisa hadir bersama kami, menghabiskan waktu sorenya bersama kami.

Saat ini kami kembali merindukannya. Merindukan kehadirannya diantara kami. Dia Khabbatul Izzah, adik kami, teman kami, sahabat kami, adik kami, dia segalanya buat kami. Kami sangat menyayanginya dan mencintainya. Dia bagian hidup kami, dia slalu ada dihati kami dan difikiran kami, tapi tentu tak mengalahkan cinta kami kepada Sang Pemilik Cinta, yang telah menanamkan benih-benih cinta diantara kami, yang telah mempertemukan kami, yang telah mempererat ukhuwah kami.

Surat cinta untukmu
Zah, kita ga bakal ngelupain kamu. Kita sayang kamu zah. Kalau emang keluarga kamu jadi pindah mungkin itu emang yang terbaik buat kalian. Kita disini slalu merindukanmu, menyayangimu. Kamu baik-baik ya di depok. Maafin kita ya, kita punya banyak salah sama kamu. Jangan nangis terus, Kita disini berusaha untuk kuat, kuat ga nangisin perpisahan ini. Kita ga mau liat kamu nangis zah, makanya kita ga mau nagis, kita semua harus kuat ya? Senyum terus. Jangan lupain kita juga, kontak-kontakan terus sama kita. Kita masih bisa ketemu kan? InsyaAllah. Anna Uhibbuki fillah ya ukhti. Love You. Aishiteru. Saranghae.

Sebuah lagu untukmu
sebiru hari ini
birunya bagai langit terang benderang
sebiru hari kita bersama disini

seindah hari ini
indahnya bak permadani taman surga
seindah hati kita walau kita kan berpisah

bukankah hati kita telah lama menyatu
dalam tali kisah persahabatan ilahi
pegang erat tangan kita terakhir kalinya
hapus air mata meski kita kan berpisah

selamat jalan teman
tetaplah berjuang
semoga kita bertemu kembali
kenang masa indah kita sebiru hari in

Sabtu, 15 Oktober 2011

Hari ini, Beautiful Day...


Sabtu ini adalah hari yang spesial. Hari ini anak-anak BBQ akan melaksanakan piknik yang telah direncanakan sejak sabtu kemarin. Masing-masing dari kami diberi tugas, ada yang membawa tahu, tempe, kangkung, kerupuk, sambel, minum, juga tikar. Tak lupa kami membawa nasi sendiri-sendiri. Semua menunggu-nunggu datangnya hari sabtu.

Pagi ini ku awali dengan membaca doa bangun tidur, “Alhamdulillahilladzi ahyana ba’damaa aamaa taanaa waillaihinnusyur”. Dengan mata yang masih ngantuk aku bangun dari tempat tidur. Ku lihat ke dapur, Ummi sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami, ku lihat ke kamar sebelah, Adilah masih terlelap, suara air terdengar dari kamar mandi, ternyata izzah yang sedang mandi, dia satu-satunya yang hari ini sekolah, aku beranjak keruang tamu, disana ku lihat ada khonsa yang sedang menonton TV bersama Abi. Pagi ini aku harus mencari lagu di internet, karna semalam wire less ku dibawa abi kekantor. Ku buka laptop perlahan kemudian menyalakannya. Sudah hampir setengah jam lagu yang kucari belum juga ketemu, jam menunjukkan pukul 07.30, sudah saatnya aku bersiap pergi BBQ, agar tak terlambat. Aku paling tidak suka dengan orang yang terlambat, karna itu aku tak mau sampai terlambat. Adilah yang sejak tadi masih tidur, akhirnya bangun juga. Aku lekas mandi lalu pakai baju terbaikku hari ini. Hani yang lagi ada kemajuan, udah standby di sekolah dari jam 08.30  padahal janjiannya jam 09.00. dekatnya jarak antara rumahku dan sekolah membuatku males datang jam segitu. Tepat jam 09.00 aku sampai di sekolah diantar abi. Malunya aku, ternyata disekolah sudah berkumpul semua, ihihi, but gapapalah yang penting kan ga TERLAMBAT. Ck.  

Setelah ngelakuin hal yang ga jelas, kita brangkat juga deh ke setu kemuning, diantar angkot 117. Raudha, Nada, Ridha, dan Randah udah sampe duluan disana. Capcus deh kita jalan lagi nyari tempat yang asyik, seru, lebar, plus adem. Sebelum itu Anggia sama Annisa sholat dhuha dulu, soalnya mereka belom dhuha. Aku berjalan berdampingan dengan randah, hani, dan puti. Nanya-nanya ke randah tempat yang enak dimana katanya ga ada, yaahh. Tapi kata randah di setu billabong enak, yaudah deh aku bilang aja ayo kesana. Nanya ke ade-ade semuanya setuju, walaupun lewat alang-alang dan kali. Setelah nyebrangin jembatan, anak-anak kelas 7 dibelakang manggil aku, ternyata anggia sama annisa ketinggalan di mushola. Aku ama salma nyusulin mereka deh, yang lain aku suruh jalan pelan-pelan. Anggia sama annisa lagi santai-santai dimushola sambil ngerancang games. Aku sedikit marah dengan kelakuan mereka, aku dan salma cape-cape balik nyusulin mereka, di mushola mereka malan santai-santai, gubrak banget ih. Yaudah deh kita berempat jalan nyusurin alang-alang, sambil lari-lari kaya naruto gitu, haha. Udah lari-lari kita tetep ga bisa nyusul or nemuin mereka. Kita jalan terus sampe didepan cuma ada gerbang yang ketutup. Kita balik lagi, dan nemuin jalan dengan gundukan tanah-tanah merah gitu. Sangking takutnya nyasar dan kepisah lebih lama lagi, aku sms hani dan puti deh. Anggia bilang “kayanya kesini deh, soalnya banyak jejak kaki cewe”, kita berjalan mengikuti jejak sepatu (bukan jejak kaki), tengtoreng-toreng disebuah belokan kita bertemu dengan rombongan*so sweet. Mereka balik lagi soalnya jalanan yang biasa dilewatin udah ditutup dengan duri-duri. Hah? Aku kaget waktu ngeliat anggia nanjak sebuah gundukan tanah. Gila banget kita mau lewat situ, resikonya gede banget, salah langkah dikit jatohnya nyebur kali, waw. Alhamdulillah ada jalan satu lagi yang emang agak jauh karna muter. Jalan penuh rerumputan dan duri kami lewati dengan sangat hati-hati. Kali ini gundukan tanah untuk menanam tumbuhan menghiasi petualangan kami. Turunan terjal harus kami lewati, setelah sebelumnya ka nana menelfon dengan nada khawatir, aku yang merasa bertanggung jawab dengan semua ini, benar-benar menjaga mereka, berulang kali kukatakan “hati-hati, jangan lupa baca bismillah, semangat ya!” huhu.

Horee. Kami menemukan titik terang, sekarang didepan kami sudah ada setu billabong, jeng jeng. Ka nana udah sampe duluan toh, mm,,, ada ikatan batin kali ya. Semua beramai-ramai menggelar tikar dan Koran yang dibawa. Duduk sejenak dan beristirahat. Anak-anak kelas 7 dan 8 menyimak materi yang disampaikan ka nana yaitu tentang fadillah qur’an, sementara aku, anggia, nisa, dan salma menyiapkan games. Cari. Cari. Cari. Kata yang bagus, yang gampang, aduh apa ya?. Aaa.. ka nana udah manggil kita, materinya udah selesai, udah saatnya games, aduh aduh belom siap, tapi ya udah deh.

Semua anak disuruh berbaris, lalu dibagi menjadi 6 kelompok, ada aisyah, khadijah, az-zahra, Fatimah, sumayyah, dan shafiyyah. Karena games tebak katanya belom siap, aku suruh aja mereka bikin yel-yel dalam waktu 10 menit. Kelompok Fatimah yang aku panggil dan aku suruh ngasih yel-yel mereka, yang lain ga aku panggil, haha katanya aku kejam banget, padahal mah ga niat mau ngerjain cuma karna kita ga punya banyak waktu dan gamesnya udah siap langsung aja kita mulai, kita bagi 3 kelompok di pos aku dan salma, satu di pos anggia, satu di pos annisa dan satu lagi di pos hani. Permainan dipos aku adalah membawa bendera keseberang dengan mata tertutup, teman yang lain mengarahkan, tapi dengan syarat: ke kanan subhanallah, kekiri Alhamdulillah, kedepan Allahu akbar, ke belakang astaghfirullah. Permainan barlangsung seru, aku yang menyaksikan mereka tertawa terbahak-bahak karna ada yang jalannya nyasar-nyasar. Semua permainan telah dilaksanakan semuanya sudah berkumpul kembali ditempat semula, kini saatnya mereka menyusun kata-kata yang telah ditebak di pos hani, anggia, dan nisa. Pemenangnya adalah kelompok “aisyah”, kelompok mereka yang menyusun kata-kata paling tepat. Menang kalah semua dapet hadiah yaitu makan-makan. 

Tahu, telur, tempe, kangkung, dan kerupuk sudah menanti kita. Udah dari tadi terdengar rengekan mereka minta dimakan secepatnya. Haha. Lebih enak makannya “sepiring berdua” *nyanyi eh. Tapi kita mah sekertas bareng-bareng, ikik. Waw sambelnya dhea mantab banget pedesnya, haah, bikin bibir jontor *eh lebay. Sambel ciamisnya anggia asin tapi enaaakkkk banget, sambel terasi getoloh. Eh. Kangkung ga tau tuh siapa yang bikin, gile pedesnya, cabenya gede-gede menn. Tahunya enak deh, siapa ya yang bikin? Hehe. Sayang banget masih sisa ya udah deh, aku jualin secara gratis aja, satu-satu aku tagihin tempat makan yang kosong, aku isi-isiin dengan lauk-lauk yang masih sisa. Haha kasian deh iin, aku bawain kangkung pake plastik, padahal mah dia ga mau bawa, tapi aku bilangnya “iin kepengen bawa oleh-oleh, ada plastik ga?”. Eh dapet plastik, iin ga bisa berbuat apa-apa, kasian deh aku paksa-paksa,aku bilang “eh masa pulang ga bawa buah tangan, bawa ajalah”, maafkan aku bu ketua osis yang baru. Yeyeyeye, lauk-lauk yang sisa berhasil abis di bawa-bawain. Karna aku jualannya gratis ya udah deh aku gulung tikar, haha dan bener-bener gulung tikar. Sebelum pulang harus ditutup dulu dong. Tutup aja deh pake nasyid dulu, hamdalah, istighfar, doa kafaratul majlis, dan doa rabithah. Selesai deh, mari kita gulung tikar.

Pulang dengan jalan kaki, sambil nyanyi-nyanyi, lari-lari sama nisa, aas, dan tifani. Hihi seneng deh lebih deket sama ade-adeku. Pulang dari sana capcus deh kerumah aku buat bikin BB. Aduhh rumah aku rame banget. Pada bercanda-bercanda terus. Pada request bikin pie, yaudah deh aku ajarin aja. Lucu banget liat zahrah tegang megang lem tembak yang emang panas, dia ketakutan kena lemnya kaya aku. Haha. Pokoknya hari ini beautiful day. Jangan lupain hari ini ya. Kebersamaan yang begitu indah dibalut ikatan ukhuwah islamiyah ini. Love Rohis, Love ade-adeku karena Allah.
        
 Kami dari “PALANG” Para Akhwat petuaLANG. Saksikan petualangan kami selanjutnya. Syukron.

Rabu, 12 Oktober 2011

Jujurlah Padaku

Sejak pagi raut wajahku sudah murung. Aku masih merasa sedih dengan kejadian hari senin. Aku berusaha menyapa dan tersenyum kepada mereka. Hari ini sama seperti kemarin, kami masih saling menjauh dan cuek. Hari ini adalah pemilihan ketua osis. Karna tak ada guru yang mengajar kami mengisi waktu dengan bermain, rahmah dll bermain jujur atau hukuman. Karna aku takut ditanya makanya aku hanya melihat saja.


Kali ini Nia yang kena. Karna semua udah jujur, sekarang saatnya hukuman. Nia diminta untuk bergaya orang gila didepan kelas. Nia tak bisa melakukannya, malah Vio yang jago aktingny sbg orang gila. Karna Nia tak bisa, hukumannya pun diganti. Nia disuruh meminta tanda tangan Difa, Rifa, Alim, dan Dhimas. Nia menuju orang terdekat, yaitu Rifa. Nia mencoba memelas meminta tanda tangan, tapi tidak dikasih. Lalu ke Dhimas, sebelum Dhimas memberi tanda tangan, Nia harus menyanyi ala Chibi. Seisi kelas tertawa terbahak-bahak.

Difa menyuruh Nia berkata “I LOVE YOU” ke beke. Nia pun melakukannya. Kemudian Rifa menyuruh Nia berkata “AKU SAYANG KAMU” ke Alim. Hahaa,. Setelah Nia mendapatkan semua tanda tangan, Rahmah, Vio dan yang lain bilang “udahan yuk udahan.” Haha masih aja Nia dikerjain padahal ulang tahunnya udah kemaren. Bel istirahat berbunyi, saatnya sholat dhuha. Senangnya Lenny dll mau ikut kami sholat dhuha dimushola, mudah-mudahan bisa setiap hari ya.

Jam Istirahat telah usai. Tiba-tiba Vio memanggilku dan menyuruhku duduk disebelahnya. Aku bertanya “Ada apa Vi?” “Ini mau nyelesaiin masalah kemaren.” Jawabnya. Selagi yang lain memanggil Rahmah, Asti, Nia, dan Anggie aku pergi ke Hani untuk menyaksikan perhitungan suara pemilihan ketua osis. Kami duduk ditengah lapangan dengan terik panas matahari tepat diatas kepala kami. Perhitungan kotak suara 1 selesai, aku segera berlari menuju kawan-kawan 9i.

 “ah aku sebel sama Naili”
“aku juga sebel sama dinda”
“aku sebel sama isyah”
“aku sebel sama rahmah”

Ahhhh. Akhirnya kita jujur-jujuran, ngeluarin semua unek-unek yang ada, sambil nangis-nangis diliatin seisi Belcram. Digangguin anak-anak cowo yang ada disekitar kita. Diledekin ditanyain sama semua orang. Kenapa?  Ah tak apa. Kami hanya sedang balak-blakan. Masa aku dibilang lucu kalolagi nangis. Haha. Ya udah kita saling minta maaf aja, pelukan dan puas-puasin nangis. Abis nangis kita malah foto-foto. Haha. Dasar 9i narsis banget yeah. Ceklak ceklek, ganti gaya, ciss. Dengan muka sembab kami tetep narsis. Haha. Pake nyuruh-nyuruh helmi buat motoin. Makasoy banget ya udah mau fotoin kitaa. Abis itu kita pulang dehh…

Alhamdulillah ya. Walaupun diselesaikan dengan air mata namun disela tetesan itu ada sebuah senyuman yang mengambang diwajah kami. Senangnya bisa menyudahi perpecahan ini. Ujian persahabatan ini telah kita lalui. Huh. Persahabatan kita akan berubah menjadi lebih indah dari kemarin.  Aku seneng juga soalnya anak 9i peduli banget sama kita. Udah mau bantuin nyatuin persahabatan kita. Kerasa banget deh kebersamaannya.makin cinta deh sama 9i.
Ga lupa aku makasih banget sama Allah. Dia sayang banget sama aku juga kita semua. Dia menjawab semua doa aku. Sekarang semuanya udah selesai. Makasih Ya Allaha atas jalan yang Kau berikan. Makin cinta juga sama Allah.

Hikmahnya:
1.       Kita harus slalu berhusnudzon.
2.       Kita harus saling memaafkan.
3.       Kita harus saling mengerti.
4.       Kita ga boleh terlalu sensitif. dll

Selasa, 11 Oktober 2011

Bukan Hari Biasa (BHB)


             Hari memang nampaknya biasa saja. Sama seperti hari biasanya, tak ada yang berbeda. Aku berangkat kesekolah lalu belajar seperti biasa. Namun hari ini, aku sangat mengantuk, apalagi saat pelajaran B. Indonesia, ulangan yang menakjubkan. Disaat tegang kaya gitu, disaat banyak banget tulisan yang harus dibaca, disaat mata harusnya melotot memandangi tulisan, disaat mulut harusnya berbicara, disaat itu mataku malah tertutup, mulutku malah menguap. Lalu ku cuci mataku agar bisa melotot, tapi tetap saja mataku memaksa untuk memejamkannya. Berakhir sudah ulangan yang menakjubkan itu. berlanjut dengan ulangan lisan IPS, oow aku belum belajar, tapi lanjut aja deh. Alhamdulillah aku bisa menjawab beberapa pertanyaan.
                Setiap selasa dan kamis aku les di Nurul Fikri Bojonggede. Yang ini juga sama seperti biasa.les seperti biasa, belajar seperti biasa, ngerjain TF seperti biasa, semuanya serba biasa. Tapi ternyata ada hal yang tak biasa yang biasa disebut luar biasa. Eits, apasi ga jelas.
                Kami mulai pelajaran bahasa Indonesia dengan membaca basmallah. Pelajaran kali ini, kami membahas TTS yang kemarin kamikerjakan, satu per satu dari kami membacakan soal dan mencoba menjawabnya secara bergiliran. 15 menit sudah pelajaran bahasa Indonesia berjalan. Di luar terdengar suara rintikan hujan juga geluduk yang membuat kami kaget dan takut. Tak lama kemudian, kelas menjadi sangat gelap dan suasana didalam menjadi sangat mencekam dan menakutkan.  Banyak diantara kami yang berteriak karna ketakutan, keadaan didalam kelas sangat gelap sehingga kami tak dapat melihat apapun,kami tak sedikitpun melihat cahaya. Dalam keadaan seperti ini Hani Widya Ananta  meminta Reva bercerita horror, padahal dia sendiri ketakutan. Kami yang tak dpaat meneruskan pelajaran mencari-cari hal yang dapat kami lakukan tanpa penerangan. Ka Azizah yang mengajar bahasa Indonesia dengan lemah lembut mengusulkan bermain tebak-tebakkan.

Tebakan Pertama: “Apa bahasa Jepangnya naik motor?” Tanya ka Azizah
Aku, anggia, dan hani menjawab “Yahhh.. ga ada Irwansyah kan dia yang bisa banget bahasa jepang.”  Kebetulan hari ini Irwansyah tak hadir. Dia adalah orang paling ganteng dikelas Selasa-Kamis. Ya, karna dia cowo satu-satunya dikelas kami. Tapi sejak kamis kemarin ada Fadhel yang bergabung, dia adalah teman SDku di DF dulu. Lanjut ke tebakan lagi yuks!
Tebakan kedua: “Kucing turun apa dulu?”
Jawabannya: “naik dulu” haha. Ada-ada aja. -,-
Tebakan tiga: “ dua tambah dua empat sama dengan?”
Jawabannya: “dua puluh enam”
Bosan juga bermain tebak-tebakkan. Kami pun duduk melingkar didepan kelas. Reva duduk ditengah dan menceritakankisah horror. Daniar yang ketakutan, berbicara dan terus berbicara sehingga mengganggu Reva yang sedang bercerita. Reva selesai bercerita, kini ka Azizah yang bercerita. Bagian terakhir cerita itu mengagetkan seisi ruangan. Haha. Padahal cerita itu hanya boongan. Reva yang memang senang bercerita, kembali menceritakan kisah yang pernah dibacanya. Setelah semua cerita habis, kami memutuskan turun kebawah. Dibawah semua murid NF berkumpul, menjadi sangat ramai. Tepat pukul 18.00 listrik menyala, kami bergegas ke mushola dan menunaikan sholat maghrib berjamaah dengan bu Tri.  Selesai sholat kami langsung pulang. Dengan ramahnya ka Azizah melambaikan tangannya kepada kami dan bilang “hati-hati ya”. Kami pulang dengan selamat.