Rabu, 12 Oktober 2011

Jujurlah Padaku

Sejak pagi raut wajahku sudah murung. Aku masih merasa sedih dengan kejadian hari senin. Aku berusaha menyapa dan tersenyum kepada mereka. Hari ini sama seperti kemarin, kami masih saling menjauh dan cuek. Hari ini adalah pemilihan ketua osis. Karna tak ada guru yang mengajar kami mengisi waktu dengan bermain, rahmah dll bermain jujur atau hukuman. Karna aku takut ditanya makanya aku hanya melihat saja.


Kali ini Nia yang kena. Karna semua udah jujur, sekarang saatnya hukuman. Nia diminta untuk bergaya orang gila didepan kelas. Nia tak bisa melakukannya, malah Vio yang jago aktingny sbg orang gila. Karna Nia tak bisa, hukumannya pun diganti. Nia disuruh meminta tanda tangan Difa, Rifa, Alim, dan Dhimas. Nia menuju orang terdekat, yaitu Rifa. Nia mencoba memelas meminta tanda tangan, tapi tidak dikasih. Lalu ke Dhimas, sebelum Dhimas memberi tanda tangan, Nia harus menyanyi ala Chibi. Seisi kelas tertawa terbahak-bahak.

Difa menyuruh Nia berkata “I LOVE YOU” ke beke. Nia pun melakukannya. Kemudian Rifa menyuruh Nia berkata “AKU SAYANG KAMU” ke Alim. Hahaa,. Setelah Nia mendapatkan semua tanda tangan, Rahmah, Vio dan yang lain bilang “udahan yuk udahan.” Haha masih aja Nia dikerjain padahal ulang tahunnya udah kemaren. Bel istirahat berbunyi, saatnya sholat dhuha. Senangnya Lenny dll mau ikut kami sholat dhuha dimushola, mudah-mudahan bisa setiap hari ya.

Jam Istirahat telah usai. Tiba-tiba Vio memanggilku dan menyuruhku duduk disebelahnya. Aku bertanya “Ada apa Vi?” “Ini mau nyelesaiin masalah kemaren.” Jawabnya. Selagi yang lain memanggil Rahmah, Asti, Nia, dan Anggie aku pergi ke Hani untuk menyaksikan perhitungan suara pemilihan ketua osis. Kami duduk ditengah lapangan dengan terik panas matahari tepat diatas kepala kami. Perhitungan kotak suara 1 selesai, aku segera berlari menuju kawan-kawan 9i.

 “ah aku sebel sama Naili”
“aku juga sebel sama dinda”
“aku sebel sama isyah”
“aku sebel sama rahmah”

Ahhhh. Akhirnya kita jujur-jujuran, ngeluarin semua unek-unek yang ada, sambil nangis-nangis diliatin seisi Belcram. Digangguin anak-anak cowo yang ada disekitar kita. Diledekin ditanyain sama semua orang. Kenapa?  Ah tak apa. Kami hanya sedang balak-blakan. Masa aku dibilang lucu kalolagi nangis. Haha. Ya udah kita saling minta maaf aja, pelukan dan puas-puasin nangis. Abis nangis kita malah foto-foto. Haha. Dasar 9i narsis banget yeah. Ceklak ceklek, ganti gaya, ciss. Dengan muka sembab kami tetep narsis. Haha. Pake nyuruh-nyuruh helmi buat motoin. Makasoy banget ya udah mau fotoin kitaa. Abis itu kita pulang dehh…

Alhamdulillah ya. Walaupun diselesaikan dengan air mata namun disela tetesan itu ada sebuah senyuman yang mengambang diwajah kami. Senangnya bisa menyudahi perpecahan ini. Ujian persahabatan ini telah kita lalui. Huh. Persahabatan kita akan berubah menjadi lebih indah dari kemarin.  Aku seneng juga soalnya anak 9i peduli banget sama kita. Udah mau bantuin nyatuin persahabatan kita. Kerasa banget deh kebersamaannya.makin cinta deh sama 9i.
Ga lupa aku makasih banget sama Allah. Dia sayang banget sama aku juga kita semua. Dia menjawab semua doa aku. Sekarang semuanya udah selesai. Makasih Ya Allaha atas jalan yang Kau berikan. Makin cinta juga sama Allah.

Hikmahnya:
1.       Kita harus slalu berhusnudzon.
2.       Kita harus saling memaafkan.
3.       Kita harus saling mengerti.
4.       Kita ga boleh terlalu sensitif. dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar