Selasa, 11 Oktober 2011

Bukan Hari Biasa (BHB)


             Hari memang nampaknya biasa saja. Sama seperti hari biasanya, tak ada yang berbeda. Aku berangkat kesekolah lalu belajar seperti biasa. Namun hari ini, aku sangat mengantuk, apalagi saat pelajaran B. Indonesia, ulangan yang menakjubkan. Disaat tegang kaya gitu, disaat banyak banget tulisan yang harus dibaca, disaat mata harusnya melotot memandangi tulisan, disaat mulut harusnya berbicara, disaat itu mataku malah tertutup, mulutku malah menguap. Lalu ku cuci mataku agar bisa melotot, tapi tetap saja mataku memaksa untuk memejamkannya. Berakhir sudah ulangan yang menakjubkan itu. berlanjut dengan ulangan lisan IPS, oow aku belum belajar, tapi lanjut aja deh. Alhamdulillah aku bisa menjawab beberapa pertanyaan.
                Setiap selasa dan kamis aku les di Nurul Fikri Bojonggede. Yang ini juga sama seperti biasa.les seperti biasa, belajar seperti biasa, ngerjain TF seperti biasa, semuanya serba biasa. Tapi ternyata ada hal yang tak biasa yang biasa disebut luar biasa. Eits, apasi ga jelas.
                Kami mulai pelajaran bahasa Indonesia dengan membaca basmallah. Pelajaran kali ini, kami membahas TTS yang kemarin kamikerjakan, satu per satu dari kami membacakan soal dan mencoba menjawabnya secara bergiliran. 15 menit sudah pelajaran bahasa Indonesia berjalan. Di luar terdengar suara rintikan hujan juga geluduk yang membuat kami kaget dan takut. Tak lama kemudian, kelas menjadi sangat gelap dan suasana didalam menjadi sangat mencekam dan menakutkan.  Banyak diantara kami yang berteriak karna ketakutan, keadaan didalam kelas sangat gelap sehingga kami tak dapat melihat apapun,kami tak sedikitpun melihat cahaya. Dalam keadaan seperti ini Hani Widya Ananta  meminta Reva bercerita horror, padahal dia sendiri ketakutan. Kami yang tak dpaat meneruskan pelajaran mencari-cari hal yang dapat kami lakukan tanpa penerangan. Ka Azizah yang mengajar bahasa Indonesia dengan lemah lembut mengusulkan bermain tebak-tebakkan.

Tebakan Pertama: “Apa bahasa Jepangnya naik motor?” Tanya ka Azizah
Aku, anggia, dan hani menjawab “Yahhh.. ga ada Irwansyah kan dia yang bisa banget bahasa jepang.”  Kebetulan hari ini Irwansyah tak hadir. Dia adalah orang paling ganteng dikelas Selasa-Kamis. Ya, karna dia cowo satu-satunya dikelas kami. Tapi sejak kamis kemarin ada Fadhel yang bergabung, dia adalah teman SDku di DF dulu. Lanjut ke tebakan lagi yuks!
Tebakan kedua: “Kucing turun apa dulu?”
Jawabannya: “naik dulu” haha. Ada-ada aja. -,-
Tebakan tiga: “ dua tambah dua empat sama dengan?”
Jawabannya: “dua puluh enam”
Bosan juga bermain tebak-tebakkan. Kami pun duduk melingkar didepan kelas. Reva duduk ditengah dan menceritakankisah horror. Daniar yang ketakutan, berbicara dan terus berbicara sehingga mengganggu Reva yang sedang bercerita. Reva selesai bercerita, kini ka Azizah yang bercerita. Bagian terakhir cerita itu mengagetkan seisi ruangan. Haha. Padahal cerita itu hanya boongan. Reva yang memang senang bercerita, kembali menceritakan kisah yang pernah dibacanya. Setelah semua cerita habis, kami memutuskan turun kebawah. Dibawah semua murid NF berkumpul, menjadi sangat ramai. Tepat pukul 18.00 listrik menyala, kami bergegas ke mushola dan menunaikan sholat maghrib berjamaah dengan bu Tri.  Selesai sholat kami langsung pulang. Dengan ramahnya ka Azizah melambaikan tangannya kepada kami dan bilang “hati-hati ya”. Kami pulang dengan selamat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar