Kamis, 11 April 2013

SILATNAS 2013: 86.400 Detik


Setelah semua turun dari bis berwarna biru, kami berjalan menuju masjid untuk menunaikan sholat. Apel pembukaan SILATNAS telah dimulai. Sayang sekali kami tak mengikuti apel itu. Saat kami sampai, sekitar pukul 16.00, peserta dan panitia sedang bersiap-siap untuk apel, dan saat kami menunaikan sholat dan makan, apel telah dimulai. Saat kami selesai sholat dan makan, apel pun telah berakhir. Setelah apel selesai, ada penampilan pencak silat untuk ikhwan dan penampilan tari saman untuk akhwat. Selanjutnya kami menuju tempat dimana kami akan bermalam. Untuk ikhwan di masjid, dan akhwat di ruang kelas, yang jaraknya cukup jauh dari gerbang depan, sekitar 5-10 menit.

Hari semakin sore, awan putih, langit biru, dan matahari digantikan oleh langit hitam, bulan dan bintang-bintang. Tak lama setelah kami sampai di tempat kami bermalam, adzan maghrib berkumandang, kami pun segera menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah itu sholat maghrib berjamaah dan membaca Al-Quran. Di ruang C3 ini, ada 3 pementor. Mereka cantik, ramah, dan baik. Para pementor memberitahukan tentang kebiasaan mereka jika sedang berkumpul yaitu, setiap orang harus membawa makanan, dan makanan itu akan dikumpulkan di tengah, lalu siapapun yang mau boleh mengambilnya. Semua yang ada di ruangan itu mengeluarkan makanannya dan menaruhnya di tengah, kemudian mengambil makanan apa saja yang diiinginkan untuk dimakan bersama-sama. Sambil makan kami mengisi waktu kosong kami dengan bercerita. Yang mengawali cerita adalah salah satu pementor, ia bercerita tentang kejadian horor di NF. Selanjutnya ada salah seorang peserta yang aku lupa dari mana asalnya. Cerita yang ia bawakan juga horor, bahkan cerita itu lebih seram dari cerita yang dibawakan pementor.
Adzan isya berkumandang. Setelah semua selesai menunaikan sholat isya dan makan, kami bergegas menuju masjid untuk memulai acara selanjutnya. Acara yang pertama adalah peduli Palestina. Ada dua orang pelajar yang mewakilkan seluruh pelajar Indonesia untuk berangkat ke Gaza pada hari Senin, 1 April 2013. Salah satu dari mereka menyampaikan orasi tentang Palestina.
“Masalah Palestina bukanlah masalah bangsa Palestina.. Masalah Palestina bukanlah masalah bangsa Indonesia.. Masalah Palestina bukanlah masalah Liga Arab.. Masalah Palestina adalah masalah seluruh umat muslim..”
Ia menyampaikan alasan mengapa kita harus peduli kepada Palestina. Alasan yang pertama adalah, dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan dunia harus dihapuskan”. Yang kedua, dalam sejarah kemerdekaan Indonesia kita mengetahui bahwa Palestina berperan besar dalam kemerdekaan ini. Palestina adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Terakhir, Palestina disebut dalam Q.s Al-Isra: 1, Palestina adalah negara yang diberkahi.
                Sang Orator selesai menyampaikan orasinya, kini saatnya pembacaan puisi yang dibacakan oleh pelajar yang juga akan pergi ke Gaza pada hari senin. Pukul 23.00 acara berakhir, 30 menit sebelumnya A’Andri dari Kota Bogor memberikan training kepemimpinan. Maklum saja hari sudah semakin malam, para peserta suda tidak bisa konsentrasi, banyak diantara mereka yang tertidur. Kami diberikan waktu 3 jam untuk beristirahat. Waktu yang sebentar, dan mungkin tak cukup bagi kami yang kelelahan. Qiyamul lail menjadi agenda pertama yang kami laksanakan setelah bangun dari tidur. Angin dan udara dingin khas lembang menyelimuti tubuh kami. Air dari keran mengalir seperti air yang baru saja dikeluarkan dari lemari es, membuat beku seluruh tubuh. Jarak antara Qiyamul lail dan adzan shubuh cukup panjang, mereka yang masih mengantuk memilih untuk mengistirahatkan kembali tubuhnya setelah selesai melaksanakan qiyamul lail dan tilawah.
Pagi setelah sholat shubuh dan membaca al-matsurat bersama serta bercerita kisah yang menginspirasi, kami bekumpul di lapangan untuk olahraga pagi. Aku kira panitia yang akan memimpin olahraga ini, tetapi ternyata bukan, salah seorang peserta dengan karakter sanguinis yang ia punya memimpin olahraga pagi ini. Tingkahnya yang lucu dan kadang lebay membuat olahraga pagi ini menjadi ceria dan penuh tawa. Selesai sudah olahraga pagi ini, selanjutnya adalah acara minat dan bakat. Aku dan Ka Anisa, juga Ka Fathim dan Ka Riani memilih minat tahfidz. Di sana kami di berikan tips-tips menghafal Al-Quran, juga makhorijul huruf. Sementara acara minat dan bakat berlangsung, di tempat lain berlangsung pula FGD, sayang aku tak mengikutinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar